Dilan 1991
Dilan, anak 17 tahun, kerjaannya tawuran, ketua geng motor, melawan guru, pernah masuk penjara dan kelebihannya cuma bisa gombal. Anak-anak tumblr mah lebih jago kalo soal gombal.
Milea, anak 17 tahun, kerjaannya pacaran, kesana-kesini berdua sampai larut malam, gadis cantik yang waktunya habis untuk menasehati dilan untuk kembali ke jalan yang benar. Sayangnya ga berhasil. Orang tuanya yang tentara aja ga berhasil apalagi elu.
Daan Mogot, usia sembilan 17 tahun, pemimpin pasukan peta, penentang kolonialisme, tokoh TKR, rela mati diusia tersebut untuk membela tanah airnya. Kalo dulumah tawuran untuk jago-jagoan dengan kolonialisme. Kalo sekarang mau jago-jagoan sama siapa? Sama anak sekolah sebelah, sama geng motor sebelah, sama anak gang sebelah, biar dibilang hebat gitu? Ah, generasi kita mah lebih tau Dilan yang hanya fiksi dan ilusi. Daan Mogot apaan? Nama jalan yang suka dilewatin Dilan dan Milea waktu pacaran ya.
Christina Marta Tiahahu, usia lebih belia dari Milea, 17 tahun. Sayangnya gak secengeng Milea soal cinta-cintaan, bahkan pada orang yang amat dicintainya, Ayahnya yang bernama Kapitan Pattimura yang harus lebih dulu di gantung oleh pemerintahan kolonialisme. Justru tekadnya semakin tumbuh untuk melanjutkan perjuangan ayahnya melawan kolonialisme hingga akhirnya ia dibunuh pula oleh pemerintah kolonialisme.
Manusia di dua zaman yang berbeda. Yang satu sibuk mencintai negerinya dengan berdarah-darah, yang satu sibuk mencintai pacarnya dengan berdarah-darah. Yang satu sibuk mencintai dengan aksi perlawanan terhadap kolonialisme, yang satu sibuk mencintai dengan aksi melawan anak sekolah sebelah. Yang satu sarat keteladanan tapi sayang dilupakan, yang satu sarat adegan tak patut diikuti tapi justru digandrungi.
Bahwa anak-anak muda perlu keteladanan yang baik-baik bukan adegan yang tidak baik. Keteladanan bagi mana mencintai dan dicintai yang benar. Bagaimana mengidolakan dan didolakan yang tepat. Bagaimana tingkah laku dan moral yang baik. Agar anak muda di negeri ini bangkit untuk mencintai negerinya, bukan malah pasrah di perkosa ideologinya kebebasan.
Bahwa ini sebuah karya yang patut di apresiasi dan saya mengapresiasi. Ini hanya sebuah kritik kepada pemirsa yang anak muda, yang menelan mentah-mentah bahwa anak muda harus seperti dilan, jagoan, ganteng, gakpapa bad boy yang penting puitis tak selalu benar. Bahwa anak muda harus seperti milea, menjadi wanita paling beruntung yang memiliki pacar panglima tempur, tidaklah benar juga. Jika standar pria harus seperti dilan, bagaimana nasib anak tumblr, anak baik-baik yang cuma jago puisi, nurut guru dan orang tua, liat cewek aja gemeteran apalagi tawuran.















