Aku tak ingin mengingat..
Mungkin saat ini memimpikanmu adalah cara terhalal untuk memelukmu tuan.
Sudah seperti puluhan hari berlalu, aku tanpa jeda memikirkan semuanya.
Aku ini bukan pengingat wajah yang baik sepertimu, kamu pernah bilang kamu itu pengingat wajah yang baik meski telah lama berlalu. Aku bukan orang yang punya keahlian seperti itu, jadi apa boleh aku minta bantuanmu untuk mengingatkanku sebentar tuan?
Bagaimana lurusnya rambut hitammu, mungkin dengan kuusap sebentar?
Seberapa lebar keningmu, boleh aku ukur dengan jari telunjukku?
Bentuk hidungmu yang sedikit lebar tapi tetap mancung itu, sini aku tekan sebentar!
Pipimu? Mungkin yang ini butuh penanganan khusus ya, boleh aku kecup? Hahahaha..
Emb bibir? Yang ini mungkin kamu harus membuka sedikit lebar,katakan aaaa!! Aku ingin menyuapi kamu buah mangga itu. Sepertinya cukup manis tuan.
Dagu berjenggot itu, yang ini sepertinya aku pandang tanpa jeda 300 detik mungkin cukup.
Aku tak ingin bersusah payah mengingat ini semua, itu melelahkan buatku. Kamu cukup datang mendekatiku setiap kali kuucap kangen, baik langsung atau sekedar pesan singkat yang mampir di telepon genggammu.
Ayo tuan sini mendekat, apa pesanku belum sampai juga di hatimu?
Aku rindu tuan, rindu sekali tuan.
Tuan tuan tuan ayo temui aku, kita bicarakan semua hal yang tertunda selama ini.
Aku tawari kamu opsi lagi ya, hari minggu besok sepertinya waktu yang tepat.
Apa kamu setuju tuan?
Tolong hubungi aku.









