De-motivasi
Hidup memang tak selamanya mulus, tak selamanya pula kita bersemangat. Ada kalanya kita jenuh, lelah, dan semua terasa serba salah, atau tiba-tiba kita sangat mudah menjadi playing victim untuk semesta yang bahkan tidak bersalah.
Jika pernah mengalami seperti yang diatas, bisa jadi kita sedang dilanda demotivasi, atau kehilangan motivasi sesaat. Mungkin karena bosan, masalah pekerjaan, lingkungan toxic, beban hidup, tanggungan atau apapun itu yang membuat kepala cenat cenut. Saya kira semua orang pernah mengalami demotivasi, begitu juga saya.
Nampaknya saya bukan tipikal orang yang tahan terlalu lama berada di lingkaran demotivasi. Naluriah saya menjerit pengen sambat dan berkeluh kesah dengan siapa saja dan dimana saja. Batiniah saya merasa sayalah orang yang paling menderita di dunia ini. Wkwk. Namun setelah disadari lagi, rasanya tidaklah bijak jika semua orang yang kita kenal kena getahnya, eeh kecipratan sambatnya. Kenapa? Karena tentu saja setiap orang pastinya juga memiliki problematika hidup masing-masing yang mungkin lebih berat dari demotivasi yang kita alami. So, kebanyakan sambat tidak menyelesaikan masalah gess, kita harus punya obatnya sendiri untuk kembali bersemangat menjalani hari-hari gess.
Apa yang bisa kita lakukan saat demotivasi?
Jawaban masing-masing orang tentu akan berbeda. Tapi jika anda bertanya kepada saya, maka jawaban saya adalah pertama: “Mendekatlah dengan Sumber Kebahagiaan” . Karena di dalam kebahagiaan selalu terdapat energi baru yang bakal merecharge kamu menjadi lebih tough and strong enough to face the reality. Wkwk. Mendekatlah dengan Allah tentunya, kemudian dengan orangtua, sanak saudara, atau dengan sahabat yang arif dan bijaksana. Atau dengan siapapun yang menjadi sumber kebahagiaan kamu.
Kedua : Jika demotivasi kita karena jenuh, maka tidak ada salahnya sekali-kali kita coba cara yang baru untuk melakukan rutinitas yang sama. Misalnya : ubah rute menuju tempat kerja melalui jalan lain, atau gunakan moda transportasi yang lain dari biasanya, atau bisa juga ubah jam berangkat menjadi lebih awal sehingga atmosfir perjalanan kita menjadi berbeda dari kemarin.
Ketiga : Lakukan hobimu. Sangat menyenangkan jika kita punya hobi positif yang mendorong kita lebih produktif dan gak banyak ngurusin hidup orang lain. wkwk. Gak usah harus profuktif juga gakpapa, yang penting lakuin aja hobimu biar kamu bahagia dan termotivasi lagi menjalani hari. Kalo gak punya hobi gimana? Yasudah ganti refreshing aja pasti kamu punya caranya.
Keempat : “Mengingat Masalalu”. Jangan salah, masalalu gak semua buruk kan. Jangan semua-muanya dikubur, dipilah dulu, sisakan yang layak dikenang bisa banget kan. Inget-inget lagi momen-momen yang sudah kita lalui selama ini, kesulitan yang berhasil dilewati, dan juga apa yang sudah dicapai sejauh ini. Buka galeri, buka arsip lama, rasakan atmosfernya, jangan lupa berterima kasih dengan diri sendiri karena sudah bertahan selama ini, berjalan sejauh ini dan berjuang sekuat ini. Jangan lupa “Remember why you start it!” InsyaAllah motivasi kita bisa balik lagi pelan-pelan.
Mungkin banyak cara lain yang bisa membangkitkan motivasi kita, semua tergantung pribadi masing-masing. Jika memang jiwa raga lelah dan hampir menyerah, maka jangan pernah memaksakan diri untuk tetap semangat. Kita yang tahu, kita yang paham. Istirahat mungkin sangat bijaksana untuk tetap menyayangi diri sendiri yang sudah berjuang sejauh ini. Jika bukan kita yang peduli, siapa lagi? Nanti juga semangat lagi. Dear myself, many thank to you.













