Pahami Cara Ukur Takaran Oli Samping yang Benar dan Tepat
Bagi kalian pecinta motor-motor klasik bermesi 2 tax yang sudah lagi diproduksi oleh pabrik, kadang merasa bingung bagaimana nih cara merawatnya.
Salah satunya cara mengukur takaran oli samping yang pas, agar mesin tetap awet dan kualitas performa selalu prima. Bagaimana caranya, tergantung dari segi mana sobat mengukurnya.
Berbicara tentang oli samping, tahukah kalian apa itu oli samping?
Oli samping merupakan sebuah cairan pelumas yang dimasukkan ke dalam tanki bahan bakar bersamaan dengan bensin yang berfungsi sebagai pelumas atau pelindung bagian-bagian dalam mesin motor, antara lain: cylinder, piston, bearing pin piston, crankshaft dan bearing crank pin.
Namun, sudah dua tahun terakhir ini trend penjualan oli samping menurun. Hal ini bukan dikarenakan kualitas dari oli sampingnya yang menurun, akan tetapi karena banyak perusahaan yang sudah tidak memproduksi motor manual atau mesin 2 tak.
Saat ini konsumen cenderung beralih kepada motor matic. Kendatipun demikian, oli samping tetap diproduksi hingga saat ini untuk memenuhi permintaan pasar, yaitu bagi kalian pecinta motor manual atau mesin 2 tak. Seperti yang sudah dibahas diatas, oli samping ini memiliki peranan yang sangat penting bagi motor bermesin 2 tak.
Karena, jika motor manual tidak memakai oli samping maka akan membuat kondisi mesin motor menjadi kurang prima. Jadi, selain fungsinya sebagai pelumas atau pelindung bagian-bagian penting mesin motor, oli samping ini juga berfungsi sebagai penambah performa motor, dan sebagai media perawatan serta pencegah keausan atau macetnya mesin motor.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kalian untuk mengetahui bagaimana cara mengukur atau menakar oli samping secara benar dan tepat agar performa mesin motor tetap prima.
Yuk simak baik-baik penjelasan berikut.
Untuk oli yang kualitasnya bagus, takaran oli samping 25 ml itu untuk 1 liter bahan bakar, sedangkan untuk oli kualtas standar, untuk takaran oli samping 30 ml bisa buat 1 liter bahan bakar.
Kondisi oli masih standar atau bagus ini bisa dilihat dari slang oli samping yang mengarah ke karburator.
Dilihat dari oli yang menetes dari slang itu, Jika oli menetes setiap 10 detik ketika stationer, itu berarti kualitas oli mesin masih standar. Namun, jika oli menetesnya kurang atau lebih dari 10 detik ketika stationer, itu berrati perlu mengatur ulang takaran oli dan bensinnya.
Atau bisa juga, saat kondisini oli samping sudah tekor, mesin bakal terasa berat dan gampang panasnya. Ini bisa dicek pada kondisi busi. Oli samping yang terlalu banyak akan membuat busi basah sehingga tarikan mesin menjadi berat atau berbunyi brebet brebet.
Jadi, penting nih bagi kalian untuk selalu menjaga asupan oli samping serta jangan lupa untuk selalu melakukan service minimal 2 bulan sekali untuk menjaga performa motor Anda.
Mau dapat tips otomotif terbaru lagi? Yuk, follow & pantau blog Garda Oto