Tradisi Unik Bakar Batu PapuaTidak akan pernah ada habisnya berbicara tentang kebudayaan Indonesia yang sangat beragam dan unik. Begitu banyak kebudayaan Ind...
The Unique Tradition of Burning Stones
seen from United States

seen from United States
seen from Iraq
seen from Malaysia

seen from Poland

seen from Belarus

seen from United States
seen from China

seen from Germany
seen from United States
seen from Poland
seen from United States
seen from Poland
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Russia

seen from United States

seen from United States

seen from Bulgaria
Tradisi Unik Bakar Batu PapuaTidak akan pernah ada habisnya berbicara tentang kebudayaan Indonesia yang sangat beragam dan unik. Begitu banyak kebudayaan Ind...
The Unique Tradition of Burning Stones
TER TERAN / PERANG API Terteran atau ritual perang api adalah suatu ritual di Desa Adat Jasri, Kelurahan Subagan, Karangasem, Bali, yang digelar setiap dua tahun sekali. Selain untuk memohon keselamatan, tradisi ini juga bertujuan untuk mengusir roh jahat. Sebab, tanpa tradisi tersebut maka upacara belum dikatakan lengkap. Di mana, tradisi tersebut layaknya perang kaum lelaki dengan jarak dekat melalui sarana prakpak (daun kelapa kering yang di ikat lalu di bakar Red). “Terteran merupakan tradisi suci, mengajarkan tentang nilai kesantunan, sportivitas, persaudaraan dan keikhlasan. Karena itu setiap peserta wajib hukumnya menjaga tradisi ini bisa berjalan dengan sakral dan khidmat, Artikel : http://balifactualnews.com/terteran-desa-adat-jasri-tradisi-unik-usir-roh-jahat/ Foto: @manbutur_culture_people #karangasemnow_official #karangasem #terteran #tradisiunik #jasri #bali https://www.instagram.com/p/CGJg7uXBirm/?igshid=q9kiqmzedgr0
Kenalkan budaya, 1.110 siswi di NTT pintal benang tradisional secara massal
Liputanviral - 1.110 siswi Sekolah Dasar hingga SMA di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, memenuhi lokasi wisata Wolorpass, atau lebih dikenal dengan bukit cinta, walau terik matahari menyengat. Lengkap dengan busana adat, para siswi ini dengan semangatnya memintal buah kapas kering secara tradisional, menjadi benang asli. Masing-masing siswi membawa bambu, yang nantinya digulungkan uraian benang yang mereka buat. Kewa, salah satu peserta pintal benang massal mengaku sudah diajarkan orang tua sejak kanak-kanak. Sehingga untuk menghasilkan benang asli yang berkualitas, kesabaran sangat diutamakan. "Orang tua saya sering pintal benang dari kapas, jadi saya lihat lalu saya belajar. Memang capek karena butuh waktu dan kesabaran, sehingga benang tidak putus-putus," ujarnya. Atraksi pintal kapas secara tradisional ini merupakan bentuk pelestarian budaya. Hal ini juga merupakan cara pemerintah daerah untuk mempromosikan wisata budaya kepada dunia luar, demi peningkatan ekonomi masyarakat. "Kita ingin kembangkan budaya daerah yang ada, sehingga perekonomian masyarakat meningkat. Ini kita kemas secara baik, karena kita tidak kejar rekor namun lebih kepada promosi budaya yang ada," kata Bupati Kabupaten Lembata Yance Sunur, Senin (24/9). Selain memecahkan rekor peserta terbanyak, pementasan ini juga merupakan salah satu kegiatan, dalam festival tiga gunung yang digelar pemerintah setempat. Tiga gunung tersebut yakni, gunung api Batutara, Ile Lewotolok dan Ile Werung. Read the full article