Mengapa bisa Tuhan menciptakan makhluk baik sepertinya?
Yang nyaris tidak pernah marah. Yang tutur katanya begitu sopan. Yang setiap kalimatnya menenangkan. Yang setiap tindakannya selalu dipikirkan dengan matang.
Lalu, mengapa bisa sosok sebaik itu dihamparkan ke hadapanku?
Yang jelas dia tahu, aku dengan segala kurangku di sana sini. Yang cerewetnya bikin pusing kepala. Yang kalau melakukan apa-apa selalu saja ada kacaunya. Yang tiap kena masalah ngeluhnya panjang. Yang selalu gak sabaran dan seringkali gusar
Tapi, mengapa ada makhluk sebaik itu yang terus rela mendampingi?
Kalau katanya "aku tidak sepenuhnya seperti apa yang kamu tahu, ada sisi lain diriku yang teramat perlu kamu genapi. Itu sebabnya aku bertahan di sini, saat ini hingga nanti"













