Kisah rongsok tua berjalan
Kau adalah besi rongsok tua usang,
Yang mengantarku setiap hari melewati cuaca gersang,
Tak layak lagi kau melintas di jalan seperti apa kata banyak orang.
Asapmu yang pekat membuat polusi di udara semakin marak,
Setiap orang mengeluh akan asapmu yang membuat sesak,
Suara bisingmu juga selalu membuat mereka berteriak.
Tentang telinga mereka; muak mendengar suara tak merdu dari knalpotmu yang mendesah,
Mata mereka berontak seperti seakan tertusuk pisau yang baru di asah,
Tak jarang ketika dirimu melintas banyak yang ingin meludah.
Dibalik kekuranganmu yang orang tak suka,
Banyak pelajaran yang kau torehkan dari kehidupan nyata,
Mengajarkan tentang kesabaran yang tak pernah ada habisnya.
Meski dirimu tak lagi muda,
Kau masih terlihat gagah dengan kaki kaki yang sudah terihat tua,
Tetap dirimu lah kendaraan yang tak pernah bosan mengantarku menuju tempat yang ku suka













