6. sick (Gikyo-Fuyu)
Candaan 'kalau sakit siapa yang akan urus' itu sesungguhnya tentu bukan sebuah harapan. Tapi sosok seorang Fuyuki Hoshino yang sedang tidur dengan muka merah karena suhu tubuhnya yang tinggi, kompres es di bawah kepala, dan kompres kain yang ditaruh diatas dahinya tentu bukan pemandangan yang bisa dilihat setiap hari. Bahkan oleh Gikyo sebagai tunangannya. Mungkin ini kesempatannya untuk merawat gadis itu dan menahannya dirumah; karena toh dokternya memang tidak bisa kemana-mana. Doctor's order, heh.
7. luck (Iva)
Ivanovska tidak percaya keberuntungan. Baginya beruntung adalah kata rancu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tapi dia juga tidak percaya dengan yang namanya kebetulan, walaupun dia juga tidak mau menerima yang namanya takdir. Hidupnya terlalu menyedihkan untuk percaya bahwa semua kepedihan tanpa akhir ini sudah dipersiapkan oleh siapapun diatas sana untuk jalan hidupnya.
8. bar (Jungyeon)
Kang Jungyeon tidak suka hiruk pikuk dari klub malam. Dia jauh lebih merasa cocok dengan atmosfer bar yang condong ke suram dan diam. Bukannya tidak ada yang mengobrol di dalam bar, tapi lebih banyak orang hanya akan memesan cocktail, kemudian memilih untuk sibuk dengan urusannya masing-masing. Sepertinya, yang sudah lelah dengan keramaian. Jungyeon bahkan punya jadwal dan kursi yang sudah dia pesan untuk dia duduki setiap dia datang.
Seperti menyimpan amunisi untuk menghadapi hidupnya sebelum kembali untuk mengisinya lagi.
9. rainbow (Larisa-Teddy)
Mereka selalu punya satu hari dalam sebulan dimana mereka akan menghabiskan waktu bersama. Dulu hanya berdua, tapi enam bulan belakangan, ada gadis kecil yang datang mewarnai hidup mereka. Bulan itu, hari Sabtu, Larisa dan suaminya duduk di sofa panjang mereka sambil bermain dengan Aurora, sepanjang hari itu hujan dan toh mereka tidak berniat pergi kemana-mana. Tiba-tiba, dalam gendongan, tangan Aurora menggapai sesuatu di luar jendela, dengan suara khas yang dia keluarkan ketika sedang sangat bahagia.
Ada pelangi di sana. Seperti melengkapi buncahan rasa bahagianya.
10. grave (Atsushi - Rinku)
Atsu tidak bisa merubah dirinya sendiri. Rutinitas tetap dia lakukan. Kehidupannya terus berjalan. Dia tetap seorang pelatih basket, dia tetap memiliki saudara-saudaranya, dia tetap memiliki teman-teamannya. Yang berbeda adalah, dia kini memiliki tanggal yang selalu dia lingkari dengan tinta merah setiap bulan. Untuk mengunjungi makam gadis yang dulu pernah ada dan membuatnya jatuh cinta.
1. insect (Hyunsoo-Asuka)
Diantara mereka berdua, Hyunsoo bisa menyatakan kalau dia mungkin lebih pemberani dibanding kekasihnya. Oh, memang kalau urusan tenaga atau pekerjaan yang membutuhkan otot, Hyunsoo lebih banyak menyerahkannya pada Asuka, tapi selain itu? Banyak hal yang bisa membuat Asuka berteriak, hantu, misalnya. Atau serangga terbang besar yang menuju ke arah mereka berdua.
Kali ini Hyunsoo juga ikut berteriak sih.
2. flower (Jinki-Jinsil)
Jinki selalu berusaha supaya Jinsil tidak pernah tau. Terdengar mustahil, karena rasanya setiap gadis itu tidak berada di dekatnya, kelopak bunga selalu berada di dekatnya. Dia sendiri tidak pernah merasa fisiknya sakit, tapi yang jelas hatinya tersiksa. Mungkin inilah maksudnya kenapa banyak yang menyatakan cinta yang tidak bersambut itu menyakitkan. Beberapa orang yang cukup dekat dengannya bahkan sudah menyuruhnya untuk menghubungi tempat yang bisa menangani penyakitnya ini.
Tapi Jinki tidak ingin lupa. Lebih baik memuntahkan semua bunga-bunga ini daripada kehilangan perasaan cintanya.
3. pink (Sara-Ernest)
Sara menimbang-nimbang, yang mana yang tampaknya lebih cocok untuk dia bawa pulang. Dengan bentuk dan warna yang berbeda-beda, belum lagi ukuran yang dia tidak tau harus pilih yang mana. Dari sudut matanya, dia bisa melihat suaminya sibuk mengambil banyak hal untuk kemudian dimasukkan ke dalam troli yang isinya sudah nyaris terlalu penuh. Gadis itu meringis, satu karena melihat tingkah Ernest, dan satu karena tendangan kecil yang berasal dari dalam perutnya. Mengusap bagian yang tertendang, sang calon ibu tersenyum, sebelum kemudian mengambil salah satu sepatu mungil berwarna merah muda yang berada di dekatnya.
Calon anak perempuannya.
4. comfort (Isaak & Kesi)
Cassiopeia bukanlah seseorang yang tenang, sebaliknya malah. Tapi Isaak selalu merasakan suatu perasaan nyaman setiap dia bersama gadis yang sudah dia anggap adiknya tersebut. Setiap tawa dan keceriaan yang diberikan kepadanya dari Cassie selalu membuatnya merasa teramat beruntung. Sayang dunia selalu terlalu kejam. Rasa nyaman itu begitu saja menghilang melihat tubuh sahabatnya tidak lagi bernyawa.
Meninggalkan rasa dingin yang merasuk hingga ke tulang rusuk.
5. wed (Isaak-Alexis)
Isaak membuka album lama itu. Album foto lama yang mendokumentasikan kehidupan mereka. Sebagai seorang fotografer yang jatuh cinta dengan inspirasinya sendiri, mereka memang memiliki terlalu banyak album foto. Sentimen memiliki versi cetak dari memori yang dimiliki, walaupun tentu saja dia memiliki semua backupannya. Album yang berada di tangannya tapi bukan berasal dari kameranya sendiri, melainkan kameramen profesional yang dibayar untuk mengabadikan kebahagiaan.
Sementara Isaak akan ikut berjalan dalam memorinya, mengenang gadis tercantiknya dengan gaun putih dan senyuman terindah di hari paling bahagia.