belum juga purnama tampak untuk kali ketiga, ketika jumpa di halaman rumahmu kita saling bertukar beri: aku dengan tiga bungkus kecil manisan, engkau dengan segelas teh chamomile yang hangatnya belum pernah kurasakan: menyenyakkan pejamku dan membawamu dalam alam mimpi. lalu kita berdua saja bersandar pada cemara yang ramai dikelilingi alang dan semak, menggambar semu di udara garis-garis segitiga dengan hiasan riak awannya. sekelebat kemudian, kita bergegas pada kecipak air, engkau menunggu di tepian, dan aku berenang lama: di antara lautan tanda tanya. *satu lustrum terlalu singkat *karya indah seorang teman, selebihnya sambangi @mohamdrifai #wheresthegoodingoodbye https://www.instagram.com/p/BqFK4UcnNLD6lMh9Kr5yqX2kjOuWVG07vJUmR40/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1atxbx8nyio6v













