Pesan kopi terpahit dengan kenangan termanismu
Temui aku dalam perbincangan niscaya kopi yang kau pesan tak akan pernah sepahit kehilangan
- Wira Nagara
seen from China

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Brazil

seen from Canada
seen from Australia

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Canada

seen from Malaysia

seen from United States
seen from China
seen from Philippines
seen from China

seen from United States

seen from United States

seen from Canada

seen from Australia
Pesan kopi terpahit dengan kenangan termanismu
Temui aku dalam perbincangan niscaya kopi yang kau pesan tak akan pernah sepahit kehilangan
- Wira Nagara
Kala aku kalah dengan keadaan dn kau menjadi pemenang dari perpisahan ini.. . Mungkin sedari awal kau tak punya perasaan, atau punya, tapi bukan rasa sayang, melainkan rasa senang untuk bersenang-senang.. . Sebab di saat aku masih bertanya "mengapa?" Kau sudah entah ada dimana... . . Pict : Geulgram . . #aksimenulis #puisi #wattpadindonesia #pecandubuku #quotes #quotesfiersabesari #setangkai #kakacebong #bermainrasa #semestapuisi #wiranagara #boycandra #sajakberbisik #sabarlahdiriku #puisirindu #yangterdalam #indopostgram #memeinajah https://www.instagram.com/p/BtdfWINAFrF/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=rq2zesf3dt9
cinta itu sederhana. yang bajingan itu waktu dan keadaan.
Maharani Ardhanarèswari, 2018
Jelek Dia yang pernah lupa
Aku punya 1 orang yang tidak pernah lupa mengingatkanku akan kesalahanku, sampai adakalanya ia kesal. Aku memanggilnya jelek, tak usah khawatir, kenapa? Karena parasnya tak sejelek panggilan yang kuberikan, aku memanggilnya seperti itu agar dia tak besar kepala jika aku memanggilnya cantik.
Cantik adalah panggilan biasa yang diberikan seorang laki-laki kepada pasangannya, menurutku dia tak perlu kupanggil begitu, dia tidak cantik, tidak juga istimewa, dia hanya sempurna. Bahkan, dia lebih dari sempurna, aku percaya, jika malaikat adalah penghuni langit, maka dia adalah salah satunya yang sedang dikirim Tuhan ke bumi.
Dia begitu sempurna, sampai aku tak perlu lagi menuntutnya menjadi sesuatu. Aku senang dia yang saat ini aku kenal, berawal dari dia yang bersikap cuek, keras kepala, menyebalkan, cerewet hingga saat ini dia telah berubah menjadi orang yang tak mudah di kecewakan.
Kau hebat, tangguh, berpendirian teguh. Aku percaya kau akan menjadi orang yang tak akan mudah dikalahkan oleh masalah kecil, bahkan masalah besarpun tak akan bisa menghancurkanmu. Teruslah seperti itu...
... aku suka
Aku disini, dengan semua harapan yang perlahan hancur, hilang, habis. Kendati, aku tak akan pernah bisa benar-benar mengucapkan selamat tinggal. Karena kau begitu sempurna untuk ditinggalkan, diabaikan, dilupakan...
...aku bahagia kenal denganmu.
Maka, kembalilah ketempat semestinya kau berada (langit), tinggalkan saja aku, aku tak akan pernah menyesal berkenalan denganmu. Terima kasih, kau cantik, kau istimewa, kau sempurna. Tadi aku bohong. Maafkan.
...karena, aku mencintaimu, tanpa karena.
- Fiersa besari.
"Begini, biar saja lukamu tetap membara. Bilamana dia memanglah air bagimu, lama-lama juga akan padam."
Salah seorang temanku berkata seperti itu.
Tentu, aku tak setuju.
Prinsipku, untuk apa memulai sesuatu jika kau hanya akan bertaruh sepanjang waktu. Iya kalo lukamu bisa sembuh. Bila tidak? Bukankah kini ada satu lagi hati yang kau sakiti?
Mencintai lagi, percaya lagi, dan menjalin hubungan lagi. Ketiga hal itu merupakan suatu tali yang saling bertaut. Apabila ada salah satu saja yang lemah; atau bahkan hilang, hubungan itu akan pincang.
Dan ketiganya tak bisa dibuat main-main. Apalagi, untuk dipertaruhkan.
Alangkah tak bijaknya, apabila baru sedang akan merajut, benangnya sudah kusut. Kau tanam lahan asmaramu dengan benih-benih nir-ketulusan. Kau buat ia jadi pelampiasan.
Lantas, kualitas macam apa yang kau harapkan dari ikatan pincang?
Cinta ibarat belati bermata ganda. Entah ia akan membahagiakanmu atau menyakitimu; tinggal kini kau yang pilih, kau ingin menggenggam ujung yang mana. :)
Kau curi sendu di mataku. Kau kembalikan tawaku. Kau buat waktuku terasa lekas berlalu. Sialnya; kau tak pernah ditakdirkan untukku.
Maharani Ardhanarèswari, 2017
Deus Ex Machina.
Dewa Mesin yang datang dengan tiba" memberikan solusi terhadap permasalahan yang sulit terpecahkan. Cukup Salut dengan Mahmud M.D bahkan ia juga pernah menyebutkan Malaikat sekalipun ketika masuk ke istana akan menjadi iblis, mungkin demikianlah perspektif geramnya, namun luar biasanya ia kembali hadir sebagai Deus Ex Machina. itu kata B.RG
Let it flow