Hidup tuh lucu ya. Kadang nangis kadang ketawa.
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Misplaced Lens Cap
TVSTRANGERTHINGS
DEAR READER

pixel skylines

❣ Chile in a Photography ❣
Peter Solarz
I'd rather be in outer space 🛸

No title available
Cosmic Funnies
Sweet Seals For You, Always
taylor price
No title available
Show & Tell
noise dept.
One Nice Bug Per Day
we're not kids anymore.
macklin celebrini has autism

titsay

Discoholic 🪩

seen from Vietnam
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Indonesia

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Italy
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Malaysia
@thesalsabilauniverse
Hidup tuh lucu ya. Kadang nangis kadang ketawa.
Kopi.
Kenapa liriknya harus
I know it'd be easier if I just didn't ask (I know, I know, I know) But it'd also be easier if she wasn't your last
because i regretting to asked you that day. i should know myself better than anyone, didn't i?
Persimpangan ruang?
Mari kita urai semua menjadi satu. Tapi gimana ya caranya aku cerita? Dimulai dari jalan pandawa? apa dimulai dari ***** yang tanpa sengaja itu? atau dimulai dari respect satu sama lain yang ternyata membuat bias banyak hal satu sama lain.
Mendengar dan bercerita menjadi salah satu pilihan kami untuk mengenal satu sama lain. Tak jarang juga menjadi perdebatan yang diakhiri dengan " iyaa deh iyaaa"
Tapi, kalau awalnya ku kira ini seperti lagu backburner tapi rasanya tidak (ah mungkin iya). Selama ini aku selalu merasa kami sama-sama berpegangan untuk melewati siang yang berat dan malam yang sunyi untuk mengisi kekosongan satu sama lain, tapi ini semua fana.
Denial, awalnya perasaan ini selalu ku bantah. Dalam pikirku, hanya aku sendirian disini. Maka selalu ku minta pada-Nya, jika bukan dia maka jauhkanlah. Tak tahu malu rasanya jika ku ubah doa itu sekarang(but who know??).
heheheh udah yaa faniiiii udah aja. Cukup sampai disinii??
Pilihan hidup yang berbeda membuat kita harus melangkah bersebrangan? ahh memangnya ini hidup yang aku pilih? Iya lagi.
Semoga kamu selalu bahagia.
Meulaboh, 23 April 2026.
And if I was a fool for you I'd wait 500 million hours
yaahhhh thats life we choose to be
(not to be a fool, and we grew apart :))))))
1/365 in 2026
Waktu yang sempit ini, satu jam sebelum berganti hari dan mengejar deadline yang yang ku tunda kerjakan saat libur akhir tahun. Tiba-tiba lagu ini terputar, dalam playlist acak milikku di tahun 2024 yang ku dengarkan ulang. Mengingat kembali lagu lagu yang sering kuputar ditahun itu.
Tidak bisa banyak berkata-kata, tapi kalau ditanya lagu apa yang ingin ku putar di hari pernikahan maka lagu ini jawabannya.
Yang ada dalam pikiran.
Sejujurnya bingung tentang apa yang mau ditulis. Tapi yaudah ditulis aja dulu.
Ada banyak hal yang direncanakan sejak lama, tapi garis besar perjalanan ini adalah pulang ke Jawa.
Yang pertama dan paling utama adalah, rumah. Pulang dan kembali merasakan menjadi anak, hal yang beberapa bulan terakhir tidak terasa nyata karena tidak bertemu secara fisik. Nyaman sekali rasanya tidak memikirkan makan siang apa dan tidak memiliki pengeluaran dalam sehari, hehe.
Yang kedua, kondangan. Seneng banget rasanya ketemu Fenti, Liyak dan Nadia lagi di hari itu. (Once again selamat menikah lik!). Seru sekali hari itu ketemu Nadia (dan Nay!) setelah terakhir ketemu di akhirusanah SMA. Ngobrolin banyak sekali kejadian yang aku gatau (atau lupa) waktu SMA dan banyak hal lain yang terjadi selama beberapa tahun terakhir. Ketemu Liyak lagi dan makasi lik udah di ajak photobox, sukaa bangeett. Quick catch up kami bertiga sebelum balik lagi menjalani kehidupan.
Aku baru sadar saat perjalanan pulang dari Semarang kemarin kalau ternyata kami (aku dan Fenti) beradaptasi lagi saat menemui teman kami yang memiliki peran yang berbeda, sebagai istri (dan ibu tentunya).
Yang ketiga, jalan-jalan. Jalan jalan sama siapa? Yaakk bisa dilihat di foto aja yah wkwkw. Kami merencanakan perjalanan ini sudah dari jauh jauh hari. The perfect planner. Dalam menyusun rencana itu motto kami adalah “trip nya santai aja ya, jangan padat kaya tahun lalu”. Tapi ternyata tidak semudah ituuuu. Karakter kami yang dua ambisius dan satu pasrah, tentu saja menciptakan rencana yang padat. Meskipun pada akhirnya semesta berkata lain dan benar benar menjadi perjalanan yang santai sesuai motto kami.
Perubahan rencana besar terjadi karena umiabi tidak mengizinkanku pulang di hari yang sudah direncanakan di awal, harus pulang lebih cepat. Apa yang muncul setelah nya? Iya betul kecewa. Yang disusul dengan berantem tentunya (berantem sama wing-intan iya, kesel sama umiabi iya, lengkap sekali). Tapi kejadian ini membuatku berfikir mana yang di dahulukan, peran sebagai anak atau sahabat.
Setelah itu, kami melakukan banyak perubahan dalam perjalanan ini dan belajar untuk lebih banyak ikhlas. Pada akhirnya, rencana perjalanan kami di Jakarta tidak bisa berjalan dengan sempurna. Sedih sekali tidak bisa melengkapi melihat lukisan Raden Saleh yang lain yang berada di Galeri Nasional Indonesia dan pengalaman lain yang kami inginkan.
Menjalankan peran yang begitu banyak itu berat. Sebagai teman dan sebagai anak. Belum juga dipikirkan dan dirasakan peran sebagai karyawan dan rekan kerja. Lalu dua peran lain yang belum pernah dirasakan, sebagai pasangan dan sebagai ibu.
Ahh tapi kalo dirasa-rasa lagi yang paling berat ya peran jadi WNI.
Di kereta Lodaya, dalam perjalanan Bandung - Jogja. 2 September 2025.
Ditawar limaribu.
Dalam rangka 17 Agustus ini karena kosanku bentuknya lebih cocok dibilang kontrakan, maka aku pasang bendera merah putih.
Waktu beli benderanya,
“Bang ini berapaan benderanya?”
Yang ini 45 boleh kurang, yang ini 35 boleh kurang
“Yaudah bang, yang ini aja 30 ya bang”
Oke kak.
Yah ternyata bendera negriku bisa ditawar lima ribu. Mana abangnya ga protes. Malah aku yang agak menyesal kenapa ga nawar jadi 25. Yahhh begitulah.
Finally, the day had come. My heart is sad, but my brain is confused. I don’t know which one I want to confirm but clearly it is the end. The last thing I know is I only had myself back to the reality and working.
Sarapan aka Breakfast
Pagi ini, masih sama seperti hari-hari membosankan biasanya aku pergi bekerja. Kebetulan karena lagi ada acara kantor di luar kantor tapi masih ada di satu kota, tepatnya di Hotel Tiara, aku pergi dulu ke kantor untuk absen dan membawa barang yang perlu dibawa. Dalam hati sudah bingung mau sarapan apa di pagi ini, akhirnya berfikir kalau "nanti deh ke indomaret di samping hotel beli roti". Selama dalam perjalanan menuju hotel ada banyak warung nasi gurih atau lontong sayur yang bisa disambangi untuk sarapan yang lebih proper. Tapi ternyata sambil jalan aku lewati banyak peluang sarapan yg proper itu.
Jadi sadar, mungkin selama ini kita melewatkan banyak kesempatan dalam hidup.
Tapi yang perlu diingat adalah, kesempatan yang kita lewatkan itu bukan jawaban yang terbaik. Meulaboh, 22 Agustus 2024
Rahasia.
Ga pernah terfikirkan rahasia Allah yang sangat misterius.
Hari ini, dengan jalan yang juga sangat misterius aku yang berniat mencari foto saat SMA, menemukan foto aku dan temen temen sekelas SMA di depan kantor BPS Solo waktu outting class di Tahun 2015.
Waktu itu, aku ga pernah bermimpi buat kerja di BPS dan ga pernah tau kalau kerjaan di kantor itu akan jadi kerjaanku di masa depan setelah 5-6 tahun dari waktu itu dan sampai sekarang 9 tahun setelah outting class.
Dan ini aku, di tahun 2023 di depan kantor BPS Kabupaten Aceh Barat. Siapa sangka aku, yang sudah merasa merantau ke Solo itu jauh. Kuliah di tempat yang lebih jauh lagi, Jakarta. Bekerja di tempat yang sangat jauh tak terkira di Aceh Barat. Ternyata langkah ku sudah sejauh ini
Alhamdulillah..
Bismillah untuk langkah yang lebih jauh lagi.
Turning 25.
Menuju umur 25 dengan kepala penuh. Menimbang nimbang apa yang tujuan hidup, apa aku sudah masuk ke quarter life crisis?
Aku ragu mendefinisikan kegelisahan ku dengan quarter life crisis, takut kalau itu cuma terbawa dengan trend yang sedang ramai di sosial media tentu nya.
Tapi di tulisan yang tidak ada hikmah nya ini, fani di ingat ingat ya jangan sampai lupa. Kalau tujuan hidup mu itu mengejar ridho Allah.
Mau seperti apa jalannya, yang perlu kamu inget tujuan nya. Tapi, gimana pun jalannya itu. Kamu tau kok jalan terbaik nya itu apa. Kesadaran untuk balik lagi, ngaji lagi, melingkar lagi. Gapapa kalau harus mulai dari 0 lagi, gapapa kalo kamu udah lihat temen temen mu jalan lebih jauh.
Kerja terus itu apa si yang kamu cari?
4 Februari 2024
Beberapa tahun lalu, kalau di tanya nasehat apa yang laing ku suka dan ku katakan dengan bangga pada teman teman ku
"Jangan capek jadi baik!"
Kalimat sederhana tapi bermakna menurut ku. Kalimat itu berulang ulang aku sampaikan ke teman teman ku.
Tapi baru ku sadari lagi sekarang, setelah bertahun tahun berlalu. Kalimat itu sudah tidak pernah terlontarkan lagi dari mulut ku sendiri. Kalimat yang ternyata ku kenang dari tulisan ku sendiri.
Dan aku sendiri yang merasa ga sebaik aku yang kemarin. Sama seperti tulisan seorang guru besar di internet, Edgar Hamas,
Kembali ke Tumblr dan melihat tulisan-tulisan lama saya. Ah, Edgar Hamas sedang diingatkan lagi oleh Edgar Hamas.
dan juga saya,
Kembali ke Tumblr dan melihat tulisan-tulisan lama saya. Ah, Fani sedang diingatkan lagi oleh Fani.
Meulaboh, 18 Januari 2024
Politik itu kotor?
@edgarhamas
Sejauh ini, saya sudah melihat langsung bagaimana prinsip seseorang berubah total dari pejuang mulia menjadi seorang pragmatis. Tapi, saya juga melihat orang-orang berhati besar yang menjadikan politik sebagai caranya berkhidmat dan menebar manfaat.
Saya sudah sampai pada titik sakit hati berkali-kali melihat sosok yang saya kagumi pemikirannya berbalik jadi orang yang halalkan segala cara demi kepentingannya.
Tapi saya juga melihat orang sangat ikhlas yang tadinya tak mau dikenal, namun ia terpanggil untuk benahi keadaan.
Politik itu, berat. Seninya sulit.
Terlebih bagi orang yang idealis. Makanya tidak banyak orang yang tahan berkecimpung di dalamnya. Apalagi yang benar-benar hanya bisa bedakan hitam dan putih saja.
Tapi kalau kita tak peduli, maka ruang kosong itu selamanya akan tetap dikotori.
Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid dan sepintar-pintar siyasah. Begitu yang dipesankan HOS Tjokroaminoto.
Berpolitik, bersiyasah, adalah cara meluaskan manfaat dalam skala yang besar. Umat yang tak peduli politik, akan dipermainkan oleh politisi yang tidak peduli umat.
i do not pity israel. never have, and never will.
each night that gaza experiences is deadlier than the last, as idf soldiers record propaganda tiktoks, make rave parties and grwms and fit checks, gloat over having food and water, and film themselves deriving sadistic pleasure from torturing their hostages and victims and desecrating the dead.
Palestinians have to display their martyred before the camera for you to believe the atrocities that the zionist entity has subjected them to. they cannot even mourn in private. the apartheid entity murders them in cold blood, and you deliver the killing blow by doubting them.
babies whose families have been killed will never get to know their own name.
i can't reshare a tenth of the videos and photos that cross my timeline. i have seen more dead children in the past month than i have known death my entire life.
israeli settlers burn olive trees, bomb bakeries and fishing boats, shower white phosphorus and earthquake bombs on the captive civilians of gaza. you already know about the disastrous effects of white phosphorus, but earthquake bombs were last used during ww2 to wipe out entire cities.
how holy is the land that seeks to be built over the mass graves of thousands of children? is it holier than the miracle of a child being born in this hypocritical world?
all 11 universities in gaza have been bombed. academics should be agitating right now, especially those who call themselves "decolonial thinkers." destruction of universities is a sinisterly deliberate act to sabotage the Palestinians who will survive this great catastrophe.
the act of cleansing your hands before prayer is extremely important to muslims. no part of us can remotely comprehend the grief of the mother who refused to wash her hands from the blood of her children after losing them in a zionist airstrike over gaza. "I swear I won't wash them, I won't wash my hands, how else am I supposed to sleep near my kids."
it is only both moral and right when one side defends itself. the other side are the price of war, no better than insects and cattle and sheep left to die within the four walls of the slaughterhouse.
this situation should not be up for debate, but let me finish with one final thing : do your research about Palestine. HOWEVER. you do not need a degree in middle east studies to object to an ongoing genocide. if someone outwits you in a debate about historical details and every nuance of a subject, you were and will remain entirely correct in objecting to a genocide.
may those martyred rest in peace and be reunited again with their loved ones in heaven's eternal vastness.
DO NOT STOP TALKING ABOUT PALESTINE.
glory to Palestinian resistance. from the river to the sea, Palestine will be free.
Hai ! udah lama banget ga nulis disini. Tadi siang kepikiran sesuatu seperti hal yang bleum banyak ku pelajari.
A F I R M A S I
Singkat cerita aku berada di situasi yang tidak menyenangkan, tidak merugikanku secara materil. Akan tetapi cukup untuk membuat lelah dan emosi. Sudah berulang kali ku afirmasi ke 'tidak sukaan' ku dengan berbagai kalimat.
"Aku marah ya"
"Aku ga suka di gituin"
dan banyak kalimat penolakan atau kalimat ketidaksukaan ku terhadap apa yang dia lakukan yang hanya di tanggapi dengan bercandaan lain. Hal yang ku lakukan tidak terkesan serius dimata 'dia'.
Cukup lama kupikirkan alasan kenapa 'dia' tidak bisa 'menangkap' apa yang kumaksudkan. Apa karena jarak umur kami yang terlalu jauh. Atau aku yang tumbuh di tengah keluarga yang cukup mendapatkan afirmasi kasih sayang dan 'dia' yang mungkin tidak cukup banyak mendapatkan afirmasi dalam keluarga, sehingga tidak terbiasa atau tidak mudah menyampaikan sesuatu sesuai perasaannya. Tidak mudah menangkan apa maksud secara harfiah dari apa yang di katakan orang lain.
Tapi trigger dan alasan aku memikirkan hal tersebut tidak hanya ada pada satu kejadian. Membaca twitter terdapat berita berupa seorang pelajar tengah ujian masuk kampus dan di temani oleh ibu nya naik motor berdua dari luar kota. Menurutku pribadi itu hal yang lumrah terjadi. Akan tetapi, banyak orang di twitter yang tidak setuju dengan hal tersebut dan beropini bahwa lemah nya generasi Z dikarenakan orang tua yang terlalu memanjakan anaknya. Perbedaan sikap orang tua dari jaman dahulu dengan jaman sekarang membuatku berfikir memang bisa menimbulkan perbedaan yang cukup besar pada dua generasi ini.
But anywaysssss, semua di atas itu hanya opini, jadi apa opini mu?
Aceh Barat, 11 Mei 2023
Udah emosional dari semalem rasanya campur aduk. Alhamdulillah udah selsai. Tadi rasanya sempet rada berat rada baper kaya di tinggal pas lagi sayang sayang nya :)) tapi yaa itu. Bukan suatu kepemilikan yg hakiki tapi perasaan memiliki itu selalu ada. Selamat berkembang jadi lebih baik tempat bertumbuh ku.
P.s : Ga bertumbuh bertumbuh amat si kek nya aku banyak kabur nya xixixi
Mendadak pengen nyanyi lagu so7,
"selamat tinggal kekasih gelapku"
WOY PADAHAL MAH BUKAN KEKASIH GELAP
this adolescents age is....... ugh