styofa doing anything
Not today Justin
wallacepolsom

No title available

tannertan36
will byers stan first human second
No title available

oozey mess
almost home
RMH
Xuebing Du

#extradirty
todays bird
Today's Document

izzy's playlists!
art blog(derogatory)

⁂

Discoholic 🪩

Janaina Medeiros
taylor price

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from China

seen from Türkiye

seen from Singapore
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Australia

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Finland

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Türkiye
@vanhagorilla
Inna ma'al usri yusra
Call me a believer
'Cause i always believe
Call me a believer
'Cause nature was made me believe
There is always a purpose..
Beneath everything that is turbid,
There will always has a clear one that beautifull
Beneath every rain,
It is always have a bow beneath it's back
Beneath every beliefs/faiths/reliances/credences/religions,
There will always has the GOD, the ALMIGHTY who has a plan for you
It's not too bad to be a believer, isn't it?
Call me a believer
ekonomi liburan
Lucu ya judulnya, ekonomi liburan >_<
Wets, tar dulu. Ekonomi liburan? menarik banget ya? apa sih hubungan nya liburan kita kita anak muda tumblr abis sama ekonomi?
Gimana kalo gua mau mulai cerita masalah pribadi, ga curhat sih dan bukan promosi juga sebenarnya kok. Jadi gini, akhir akhir ini semenjak gua masih dipusingkan masalah gimana gua bakal menjalani kehidupan yang menyenangkan tetapi tetep bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar, gua mulai mikir "gimana kalo gua bikin suatu konsep usaha yang bisa bikin gua fun, tapi dampak nya bisa bikin masyarakat Indonesia merasakan apa yang akan gua rintis?", entah kenapa setelah gua dapet ide itu, gua boker di celana. Excited banget, tapi perut gua ga kuat nahan ke excited an gua sendiri, langsung lah gua cebok.
Apa sih bentuk usaha nya? yep betul sekali. JALAN-JALAN! semacem tour gitu, tapi tour yang akan gua bentuk ini ga bakal menggunakan tempat yang telah mainstream digunakan buat destinasi jalan-jalan anak2 tumblr abis itu. Why? kenapa kacang? (why nut? lame pun banget men). Intinya gini, sebenar nya banyak banget tempat-tempat destinasi wisata di Indonesia yang sama sekali belum tersentuh orang-orang pribumi, kebanyakan bule yang main kesana, itu pun ga banyak lah. Nah dampak nya sama ekonomi apa dong? ini yang seru
Kepikiran ga sih lo, dampak langsung apa yang dirasakan sama para penduduk lokal kalo misal kita menggunakan daerah nya untuk dijadikan destinasi wisata? yep betul sekali, mau ga mau kita pasti bakal jajan kan disana? that's the main point! gua pengen selain kita bisa bersenang-senang di tempat wisata tersebut, para penduduk lokal ini merasakan dampak nya dengan kita ber jajan-jajan disana dong, apa kek bentuk nya entah itu makanan/minuman, dengan home stay nya kek, atau mungkin ada kerajinan tangan dan kebudayaan yang kita ga tau sama sekali dan ternyata keren banget. Sambil menyelam minum air,bakar rokok, nyeduh kop, bikin pisang goreng gitu lah ceritanya.
Mungkin dampak nya kecil banget, tapi inget, sesuatu yang besar ga pernah bisa dibentuk kalau bukan karena partikel partikel kecil yang selalu disusun sehingga sesuatu itu bisa menjadi besar.
Why nut?
apa sih
Akhir akhir ini, setelah tersadar kalau ternyata seluruh angkatan kelahiran 2010 bakal menyambut umur kedewasaan 21 tahun, banyak pikiran yang mengganggu di otak gua.
mostly, it's about what must i do for life and living on the cruel future? yes recently that subject has bothering my mind for 2-3 years. Dengan fakta bahwa ipk terakhir yang gua liat masih bertahan di angka 2,3 (dan belom berubah, sampe detik ini. seriously, i need you to grow up like i did, ipk), apa yang bakal gua hadapin kedepan nya? hidup seperti apa? apa sih?
Dan gua berkaca lagi. anjing, muka tuh? ngga deng becanda. gua mikir lagi, gimana nasib orang yang lebih ga beruntung dari gua karena ga pernah mengenyam pendidikan sampai ke tingkat universitas, sma, smp, sd, bahkan ga sekolah? dan itu jadi pikiran yang lebih mengganggu gua lagi, walaupun bukan menjadi kewajiban gua untuk concern terhadap orang orang yang kurang beruntung seperti mereka, tetapi secara natural, kita semua adalah makhluk sosial menurut Ibn Kholdun.
Tapi, apa teori itu masih berlaku sekarang?
think about it, sistem hidup kita sekarang membentuk kita untuk saling bunuh satu sama lain. Dengan cara yang sangat halus, halus banget sampe gua sendiri ga pernah menganggap hal ini adalah hal yang major dan perlu banget di gembar gemborin.
ambil contoh, masalah di atas. Pendidikan. Yes! pendidikan, yang notabene sebenernya adalah pegangan kita untuk hidup yang lebih baik di masa depan. Sekarang pertanyaan nya adalah, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk dapat mengenyam pendidikan formal jaman sekarang? (universitas khususnya). Gua kuliah di tempat yang disebut-sebut sebagai kampus perjuangan. Kampus yang katanya adalah kampus tempat orang-orang, ga peduli how rich or how broke they are, berjuang keras belajar agar mendapatkan hidup yang jauh lebih baik. And now, titel kampus perjuangan yang gua rasain sekarang adalah bukan berjuang dalam bentuk belajar keras, tapi berjuang mikirin gimana cara bayar biaya kampus yang makin lama makin terasa berat untuk dipenuhin
That is obvious mengapa pendidikan kita masih belum juga banyak berkembang, penyebabnya adalah ini, pendidikan menjadi ajang materialisasi pihak pihak tertentu. Dan, mari kita kembali ke paragraf 5. Mau ga mau, untuk mendapatkan nya, kita semua sebagai makhluk sosial otomatis menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pendidikan formal, ga pandang bulu lagi apakah cara itu benar dan salah. ga pdeuli lagi apakah harus ada orang yang kita bunuh literally, maupun kita "bunuh" secara perlahan. Ambil contoh terburuk, pembelian kursi udah menjadi rahasia umum, itu pun terjadi di kampus gua. Motherfucker! Anak anak manja yang kaya dan sebenernya worthless ini bisa diterima di kampus gua yang berlabelkan nama negara kita tercinta ini, padahal banyak anak anak yang mempunyai otak yang lebih pantas untuk mengisi slot kursi tersebut. Dimana keadilan nya? ini kah makhluk sosial? what the fuck happen with the system?
apa sih?
wouldn't it?
“To be brave, by definition, one has first to be afraid.”
-Robert Harris, pompeii
00:00
Aku meringkuk di atas dipan ku..
Aku takut, takut yang amat sangat..
Terkadang, tekanan rasa takut ini sungguh sangat maksimal, menekan ku jauh ke dalam, menyeret ku ke pusat ketakutan yang ada dalam diri ini..
Rasanya seperti akan dibunuh, dibunuh oleh semua timbal balik atas perbuatan ku..
Rasa bersalah, itu lah sosok pembunuh yang sedang berkeliaran dalam otak dan hati ini..
Aneh nya, kebiasaan buruk ini malah menjadi sering kulakukan, entah karena apa aku bisa menjadi seperti ini..
Begitu sangat menjadi paranoid nya jika sudah menyangkut tentang suatu sifat yang sebenarnya telah menjadi sifat alami yang dimiliki oleh semua umat manusia...
KEJUJURAN.. Ya, aku telah berbohong..
Aku telah memutar-balik kan fakta yang ada, yang telah terjadi sebenarnya..
Aku telah mengadu domba, telah memunculkan prasangka-prasangka yang salah..
Melindungi diri dengan menambal kebohongan yang ku buat, dengan kebohongan yang lebih besar lagi..
Yang ku takutkan adalah, apakah bangunan "Kebohongan" itu akan terus kokoh? apakah tidak akan roboh? apa yang harus kulakukan jika ternyata roboh juga?
Aku mual jika harus membayangkan nya..
00:36
Masih di dipan ku, mencoba untuk membunuh otak ku sementara..
Dan akhirnya aku berhasil..
Muchachos, los de afuera son de palo. Que empiece la función
Obdulio Varela, Maracanazo 1950 FIFA World Cup
satisfied \m/
Hujan Berisikan Pelajaran
Maghrib menjelang..
Sebatang rokok kusulut dengan khidmat, dengan teh manis yang diberikan gerombolan pekerja yang ramah..
kubatalkan puasa ku ditengah-tengah manusia-manusia yang asing..
asing..
kusesali semua makian yang keluar dari mulutku diperjalanan pulang barusan..
Kata-kata kotor yang telah kusabdakan, serasa kembali ke mulutku, lidahku, tenggorokanku, sampai hatiku sehingga setiap saluran yang dilaluinya menjadi kotor pula..
Dan semua kembali ke hatiku..
Ah, getir rasanya semua yang kunikmati sekarang ini..
Apakah aku pantas untuk mendapatkan semua ini?
Semua orang asing yang kuacuhkan ini seperti mengejekku dengan perbuatan baik yang mereka lakukan terhadapku..
Orang yang pertama kali kuacuhkan, dengan murah hati menawari ku air putih yang segar dan kurma yang manis untuk membatalkan puasa ku..
Orang kedua yang kuacuhkan, gerombolan pekerja itu, malah mentraktirku segelas teh manis hangat yang menyegarkan..
Semua kutelan, bersamaan dengan perbuatan tak terpujiku selama di jalanan..
Jakarta, kota yang carut marut dengan segala kekurangan nya yang membuatku malu hidup disini, dengan tulus dan jujur masih bisa menunjukan warna-warna indahnya yang menenangkan hati..
Dengan keramah-tamahan nya, kebersamaan nya, dan dengan hangat nya hati setiap insan yang ada disini bersama dengan ku, menghindarkan dirinya agar tubuh lelah nya tidak basah tersiram air hujan yang dengan deras dan beriringan membasahi tanah kering kotor..
Ah..
Rasa malu ini seperti menyumbat darahku, menahan deras laju darahku yang masuk ke saluran arteri ku..
Nikotin yang meresap dan mengalir didarahku sudah mereda di ikuti dengan reda nya hujan yang mengguyur Lenteng Agung maghrib ini..
tetapi dalam hatiku masih terasa basah kuyup..
Basah kuyup dengan semua perasaan bersalah dan rasa malu..
Ditambah dengan kotornya pikiranku, pikiran yang selalu negatif terhadap orang-orang disekitarku..
Kotornya bak lumpur yang kental dan menyumbat..
Kusulut rokok keduaku, kali ini berharap semua zat-zat yang terkandung didalamnya bisa menenangkanku..
meluruhkan segala rasa bersalahku atas apa yang telah terjadi selama satu setengah jam yang lalu..
Tuhan memang maha adil, memberikan hidup dengan prinsip seimbang..
Apa yang kudapatkan maghrib ini kuharap dapat memberiku pelajaran hidup yang membekas dalam hati yang terpelosok..
Kumulai bergegas untuk angkat kaki dari tempatku berteduh, menuju ke peraduanku yang sebenarnya..
Bersamaan dengan hujan yang mereda, emosi yang sempat menggelegak ini pun ikut berangsur pulih,
Dan hilang…
~~~~~~~~
Lightspeed fast
They runaway
hold grip tight
'cause you dont wanna be in there
The sidewalk cracks
because of it
tear you apart
if you standing on the line, you'll
Find yourself...
peeking at...
breaking in...
too...
from paul arden's book