Teruntuk seseorang disana, kau yang sembuyi,
Salah jika kamu berpikir bahwa aku tidak bahagia...
Salah jika berpikir bahwa kamu selalu mengecewakan aku...
Salah jika kamu berpikir ketika melihatku bersedih dan menangis itu semua karenamu...
Buanglah jauh-jauh semua pikiran itu.
Tahukah kamu, aku sudah cukup bahagia selama ini bersamamu :)
Aku bahagia bisa mengenalmu. Sosok yang aku percaya bisa menjadi orang hebat suatu saat nanti. Pemimpin masa depan :)
Sosok yang dingin namun berhati hangat.
Aku bahagia karena sempat menemanimu selama ini.
Menjadi tempat pelampiasan kekesalanmu ketika sedang marah,
Menjadi teman cerita tentang semua impian-impianmu dan ketika sedang membutuhkan tempat untuk bersandar,
Menjadi teman yang sama-sama berjuang untuk mencapai sebuah mimpi. Walau mungkin impian itu hanya bisa diwakili oleh dirimu. Aku gagal mencapainya tetapi aku percaya mungkin Allah sudah menggantikan impian yang lebih baik untuk kita :)
Menjadi orang yang selalu menemani ketika momen-momen dimana aku membutuhkanmu,
Memberikan banyak kenangan dan momen yang mungkin akan selalu dikenang saat bersamamu,
Namun kebahagian itu tidak pernah aku tunjukkan kepadamu, tetapi malah sebaliknya akhir-akhir ini hanya memperlihatkan kesedihan-kesedihanku.
Ya, aku sedih karena jarak membuat semuanya semakin sulit. Namun aku tidak mempermasalahkan jarak, kepercayaan kepadamu lah yang membuat semuanya ragu.
Hingga suatu saat kamu sudah mencapai titik lelah.
Lelah untuk menghadapi semua sikap kekanakkanku,
Dan meminta aku untuk bahagia,
Lalu pada akhirnya aku bisa apa?
Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih atas kesabaranmu untuk bertahan selama ini.
Tetapi tetaplah bertahan dan jangan menyerah kepadaku!
Aku yang belum bisa memahamimu dengan baik, akan selalu belajar untuk berubah menjadi lebih baik ,
Perbedaan di dalam hubungan kedua insan manusia adalah hal wajar. Yang dipermasalahkan adalah bagaimana kita menerima perbedaan masing-masing dan membuatnya menjadi lebih indah.