Ya sudah, kali ini di rumah saja.
Tak kemana-mana.
Setidaknya, bisa
Mengenali kembali kamar yang sudah lama tak di sapa.
DyA
Misplaced Lens Cap
No title available

★

oozey mess
One Nice Bug Per Day

Kiana Khansmith
Stranger Things

Origami Around
AnasAbdin

ellievsbear
YOU ARE THE REASON
trying on a metaphor
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Andulka
I'd rather be in outer space 🛸
hello vonnie

Discoholic 🪩

❣ Chile in a Photography ❣
almost home

Janaina Medeiros

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Congo - Kinshasa

seen from Philippines
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@yumartadya
Ya sudah, kali ini di rumah saja.
Tak kemana-mana.
Setidaknya, bisa
Mengenali kembali kamar yang sudah lama tak di sapa.
DyA
Bagaimana mungkin kau bisa dengan mudah ku lupakan.
Bukankah kau tau, bagaimana dulu eratnya kau ku genggam.
Bersabar akan semua yang kau lakukan.
Menunggu mu, bahkan rela mataku tak ku pejam.
Dan sekarang, kau bertanya seakan kau bagiku hanya angin malam.
Yang ku ingat, tapi ketika siang kau ku lupakan.
Kau benar-benar keterlaluan.
Aku tak ingin di temukan oleh siapapun.
Saat ini, biar tenggelam oleh keadaan.
DyA
I want to cry, I want to cry, I want to cry, I want to cry
but why can't my tears come out?
Saat menatap matamu,
tanpa di sengaja.
Hatiku tiba-tiba terluka.
Sebab, aku tak menemukan diriku di sana.
Apa semuanya hanya sandiwara?
Tingkah mu,
seakan-akan membuat ku begitu berharga.
Aku dibodohi oleh drama.
Yang kau buat dengan sengaja.
DyA
Apa aku yang tak pernah beranjak?
Atau emang alam yang tak pernah mengizinkan
kembali mengingatkan apa yang menjadi kesakitan dengan berulang-ulang.
Bedanya, hanya pada orang-orang nya.
DyA
Aku tak tau apa yang harus ku lakukan.
Air mata ku masih saja jatuh untukmu.
DyA
Teruntuk diriku.
Teruntuk tubuhku.
Terimakasih sudah bertahan, terimakasih sudah berjuang.
Kita sama tau, bagaimana sulitnya di perjalanan.
Maaf sebab aku selalu memaksakan keinginan, selalu meminta padamu untuk terus berjalan walau nyatanya kau juga butuh di istirahatkan.
Dan untuk untuk kali ini, di tahun ini.
Aku juga akan meminta padamu lagi, tetap kuat sebab mimpi yang kita rangkai belum bisa menjadi kenyataan.
Bertahan dulu, sebab perjuangan kita belum ku selesaikan
Dari diriku untukku.
Tetap semangat, aku akan lebih memperhatikan.
Pesan-pesan yang hendak kau berikan.
DyA
Saat kau berteriak seperti itu.
Ada hati yang juga tiba-tiba kecewa.
DyA
Aku sudah beranjak darimu, benar-benar beranjak tak seperti dulu saat hal itu keluar dari mulutku.
Mengenai mu kali ini aku sudah biasa-biasa saja, tak lagi labil seperti dahulu.
Kamu juga seperti nya sudah mengerti, perasaan ku padamu sudah hilang di telan waktu.
Aku tak berharap kita menjadi asing, seperti yang sering kuinginkan saat belum beranjak dari mu.
Dan kini kita sudah menjadi biasa saja, dan ku harap tak ada lagi kata yang membuat hatiku atau dirimu kembali ambigu.
Biarlah menjadi seperti ini, sebab jika kembali akhirnya pasti akan tetap sama seperti yang terjadi dulu.
DyA
Katanya ingin memiliki sebuah hubungan, biar tidak kesepian.
Namun, saat ada yang melakukan pendekatan malah di sia-siakan. ---
DyA
Aku berusaha menjadi kemangi.
Namun, beberapa dari mereka akan mengira bahwa aku gulma.
DyA
Di malam ini, mataku menatap pada gelap.
Lampu-lampu itu ku hentikan dengan sengaja.
Ini membuat ku gila.
Namun, kenapa aku menyukainya?
Hanya ada tubuhku yang bernyawa.
Di sekeliling ku, barang-barang itu tengah menatap ku dengan aneh atau malah tengah tertawa?
Aku juga ingin ikut tertawa rasanya.
Bagaimana rasanya menjadi mereka?
Berdiam tempat, tanpa melakukan apa-apa.
Detik berlalu, suara deru semakin lama semakin merendah.
Aku ingin tidur.
Tapi, mataku tak ingin mengabulkannya.
Ini membuat ku gila.
Perut ku mulai merasakan lapar.
Tapi kuingat lagi, tak ada makanan di lemari.
Aku kesepian, kesepian.
Aku bisa saja beranjak dari rumah menuju keramaian.
Mendengarkan musik, dan mengikuti hentakan nya.
Namun, aku terlalu malas.
Tubuhku tak ingin melakukan apa-apa.
Ini membuat ku gila.
Malam ini sepertinya akan terasa begitu panjang.
Aku kesepian, kesepian.
DyA
Yang paling di benci adalah,
Saat baru saja menikmati keramaian namun menit berikutnya kau ditinggalkan sendirian.
DyA
Aku ingin kau menghilang.
Tak lagi datang.
Sebab hati ku telah lelah di lukai berulang-ulang.
DyA
Ingat saat kita pertama kali bertemu?
Tatapan matamu saat itu begitu sendu.
Ia seakan memberi tau ku tentang semua yang menganggumu.
Sebab itu, aku bisa jatuh padamu.
Kau begitu mudah di tebak, tak perlu lagi untukku mencari jawaban dari apa yang kau lakukan sebab semua telah tergambarkan di mata mu.
Namun, seiring waktu.
Yang kurasakan ternyata bukan cinta, namun hanya sebuah rasa dimana aku merasakan jika denganmu aku tak perlu lagi repot untuk mengetahui masalah yang menghampiri mu.
Kau adalah satu jalan yang begitu singkat, dan aku adalah orang yang menyukai hal seperti itu.
Ingin hidup dengan mudah, tanpa harus ada sesuatu yang rumit menghampiri ku.
Dan ketika masalah itu datang, aku akan menebas dengan terburu-buru.
Semakin berjalannya waktu.
Aku menyadari, kau yang tak bersalah harus masuk dalam prinsip hidupku yang tak begitu bermutu.
Lalu kau bertambah hancur karenaku.
DyA
Kita sama tau,
Baik aku dan kamu punya satu tuju.
Namun kenapa tak ada yang bisa mengatakan nya lebih dulu?
Kita adalah yakin yang seakan begitu ragu.
DyA