Aku Mengenal Seseorang
Aku mengenal orang yang hidupnya terjebak dalam nilai-nilai orang lain. Setiap hari, ia mendengarkan cara pandang hidup yang sebenarnya tidak sesuai dengan kata hatinya. Tapi, ia kebingungan mencerna semua itu. Mempertanyakan apakah cara pandang dirinya yang salah dan cara pandang orang tersebut yang benar.
Aku mengenal orang yang hidupnya diliputi ketakutan untuk melawan. Saat apa yang ia yakini, dipatahkan dengan sangsi dan ancaman. Seolah hidupnya digenggam dan dikendalikan oleh orang lain. Padahal ia tahu betul, tempat untuk hatinya bukan di sana.
Aku mengenal orang yang hidupnya menjadi tak terarah, di tengah-tengah orang yang menjanjikan arah. Kerena arah yang dijanjikan, harus diminta dengan persyaratan. Ia tak boleh ini dan itu. Tidak boleh begini dan begitu. Seolah hidupnya, dibatas-batasi oleh masalah yang sebenarnya bukan masalahnya.
Aku mengenal seseorang yang hati kecilnya ingin memberontak. Melawan tapi tak berdaya. Kalah dengan rangkaian kata. Kalah dengan superioritas yang ditanamkan dalam benaknya. Kalah dengan kenyataan bahwa hidupnya tak lagi sama seperti dulu. Kini, kebahagiaan lebih jarang singgah. Karena ukuran kebahagiaan itu, telah diubah porak-poranda. Kurniawan Gunadi














