Terinspirasi dari OneDayOneJuz(ODOJ), sekarang saya coba buat istilah OneDayOnePost yang bermakna satu hari satu tulisan. Sebenarnya biasa aja, untuk orang yg sering menulis atau memposting (IG, FB, Tweet, Tumbl, dsb) ini biasa banget.
Tapi untuk saya, butuh diniatkan. Disela kegiatan yang dihabiskan per harinya, ingin rasanya harus bisa untuk membuat tulisan minimal satu tulisan per hari. Ya, betul. Seperti yang sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya, untuk membiasakan sebuah kebaikan.
Di hari ketiga ini, saya jadi berpikir sebenarnya untuk apa sih saya harus menulis? Bagaimana kalau apa yang saya tulis ternyata berlainan dengan kenyataan yang saya lakukan di dunia nyata? Sungguh, amat besar kemurkaan di sisj Allah jika apa yang dituliskan, diucapkan, tidak dilakukan.
Sampai saat ini ada tiga tujuan yang dapat menjawab mengapa saya harus menulis.
1. Berusaha menambah konten positif dari banyaknya konten negatif(hoax, fitnah, adu domba, dll) yang beredar di dunia maya.
2. Melatih kemampuan berpikir sistematis.
3. Berusaha berbicara kepada diri sendiri.
Baik, untuk yang pertama. Bisakah kita tahu berapa jumlah manusia yang aktif menggunakan media sosial, browser, search engine-apapun itu-saat ini? 1 milyar? 2 milyar? Entahlah. Dan dari sebanyak itu berapa manusia yang;
A. aktif menulis, membuat video, foto, dll?
B. hanya menonton, melihat, dan menelan info-info di media sosial mentah-mentah?
Setidaknya saya ingin berusaha mengisi dunia tidak nyata ini dengan tulisan yang mendekati kenyataan dan kebenaran. Agar mereka yang masih di B ini tidak dapat dibohongi dan ditipu. Sungguh dunia nyata tidak ada di depan layar kaca kita sekarang. Oke, ini alasan pertama.
Alasan kedua dan ketiga sejujurnya untuk diri saya pribadi. Ya betul. Dengan sekarang saya menjalani dunia kerja, saya merasakan bahwa sangat penting untuk bisa berpikir sistematis dan tidak boleh salah dalam memikirkan tahapan dalam sebuah proses. Dan ternyata berpikir sistematis itu butuh dilatih. Dengan menulis kita akan bisa lihat alur berpikir kita. Dari paragraf pertama, kedua, ketiga, sampai habis. Ternyata kalimat-kalimat sumbang yang kita pelajari di SD itu nyata adanya. Malu rasanya kalau sarjana, apoteker profesi bahkan, ternyata nulis aja masih ga jelas. Tidak apa, tidak ada kata terlambat dalam belajar. Semangat! :D
Kemudian, yang ketiga. Berbicara dengan diri sendiri. Ternyata menulis itu asik, ketika saya bayangkan bahwa saya sedang berbicara dengan diri saya. Semoga saja perasaan ini bisa membawa saya jadi enjoy saat menulis. Tenang saja, tetap data, fakta, dan landasan penulisan tetap harus dapat dipertanggung jawabkan. Lo pasti bisa Bel. Sekarang juga udah ga sendiri kan? Haha.