Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan
- Joko Pinurbo

⁂

if i look back, i am lost
Peter Solarz
cherry valley forever

❣ Chile in a Photography ❣
RMH
Game of Thrones Daily
Alisa U Zemlji Chuda

pixel skylines
Cosimo Galluzzi
hello vonnie

Discoholic 🪩
Lint Roller? I Barely Know Her
styofa doing anything

#extradirty
Monterey Bay Aquarium
noise dept.
ojovivo

Love Begins

blake kathryn

seen from Malaysia
seen from China

seen from Netherlands

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Indonesia

seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from France
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Norway
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
@akarlangit
Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan
- Joko Pinurbo
Do'a
Yang menyambungkan rasa, menyampaikan ingin dan harapan manusia
Kehilangan itu semestinya dirayakan, ya kan?
Karena sebenarnya kita diberi peluang istirja' untuk mendapatkan yang jauh lebih baik
Jangan-jangan kita hanya terjebak euforia, jangan-jangan kita hanya sibuk tak bermakna. Ramadhan habis untuk jadwal buka bersama, ramadhan sibuk menyiapkan besok liburan kemana.
Lihat saja, sholat jama'ah di mesjid tetap sebagaimana biasa, bahkan maghrib hanya beberapa karena kita sibuk berbuka, lalu subuh sama saja karena capek sahur katanya. Lalu kita dapat apa?
سُئِل أحد الحُكماء عن بشاشة وجهه واستبشاره؛
Seorang bijaksana ditanya tentang wajahnya yang selalu riang dan ceria
فقال :
“أستحي أن أحزن وأمري بيد الله”
Maka dia menjawab, “Aku malu untuk menampakkan wajah sedih ketika aku tahu Allah-lah Pengatur segala urusanku.”
أعظم ما قيل
Bertumbuh dengan bertemu banyak orang dari bermacam latar belakang semestinya makin mengikis prasangka, meluaskan tempat berdiri pada berbagai sudut untuk memandang. Dan tentunya menjernihkan cermin menghadapi diri sendiri
- meluaskan tempurung
Aku belum selesai dengan dinginnya Sembalun dan damainya Segara Anak, hangatnya tenda serta riuh ombak tepi lautnya menjelang senja
Kak. Kira-kia kapan mau sepedahan sama suami saya? :v
(((( kak 😅 )))) Nanti kalau sudah dapet izin dari istrinya,
Sakdermo menurut Kakak. Apa? Gimana?
Yang saya tau Sakdarmo bukan sakdermo, tapi udah terlanjur kebanyakan ngucapin sakdermo yang artinya ‘sekedarnya saja’. Padahal kalau Sakdarmo itu singkatnya “profesional karena Allah’
Eh, tapi kalau sakdermo diartikan ikhlas juga boleh, hanya kadang melupakan untuk sungguh-sungguh mengerjakan
Galau Berkelas
Tamim bin Malik, yang berilmu dan berpemahaman sebagai seseorang yang pernah hidup bersama Nabi Muhammad SAW pernah begitu galau bukan karena masalah asmara atau eksistensi di sosyel media.
Beliau berkata
لأن أستيقن أن الله قد تقبل مني صلاة واحدة أحب إلي من الدنيا وما فيها، إن الله تعالى يقول : أنما يتقبل من المتقين
"Seandainya saya yakin bahwa Allah pasti menerima satu saja sholatku, maka itu lebih aku senangi daripada dunia dan seisinya. Sebab Allah telah berfirman 'Sesungguhnya Allah menerima (amalnya) orang-orang yang bertaqwa. *Dan aku takut jika saya belumlah tergolong orang yang bertaqwa* "
Maka bisa gak sih kegalauan #generuszamanNow dibawa naik ke level yang seperti itu? Atau jangan-jangan masih sulit dinalar kenapa hanya karena masalah sholat yang padahal telah dikerjakan bisa menjadikan seseorang begitu resah?
Itulah الخوف (takut / khawatir) dan الرجاء (mengharapkan) yang saling berkaitan membentuk iman seseorang. .
Sudahkan kita?
Jika kebaikan yang manusia dapat hanya akan terasa membahagiakan ketika dipamerkan agar orang lain merasa 'jealous', maka saya sangat penasaran, bagaimana caranya manusia itu bisa berbahagia 'hanya' dengan menyendirinya dia bersama Tuhan.
Perspektif
Dalam kosakata kita, manusia, mengenal istilah ghaib. Segala yang tersembunyi yang gak bisa dirasa oleh panca indra. Tak hanya makhluq yang berbeda alam, mereka yang berjauhan, kejadian di masa depan dan segala yang tak bisa dilihat secara langsung itupun juga ghaib. Bahkan diantara banyak hal yang bisa dilihat secara langsung pun masih ada bagian-bagian yang ghaib. Manusia bisa bertemu dengan seekor kucing yang lucu dan nggemesin, tapi dia tak tahu bagaimana kucing itu dianggap dikalangan sesama kucing. Manusia bisa ketemu seseorang dengan senyum, tapi dia tak tahu gimana keadaan hatinya yang sebenernya.
Diantara semua itu kita sepakat bahwa ghaib itu bahasa kita, makhluk, sedangkan bagi kholiq tidak ada istilah ghaib karena semua terlihat oleh-Nya. ظاهرها وباطنها، دقيقها وجليلها, yang nampak dan yang samar, yang sangat kecil dan yang besar. Dan bahkan segala yang telah dan akan ada ما كان وما يكون من المستقبلات. Maka bisa jadi banyak hal yang kita tidak tahu karena memang Dia tutup pengetahuan kita, Dia sembunyikan dari kita. Dan termasuk bergembiralah jika yang Dia sembunyikan itu adalah aib-aib kita dan amal baik kita dari orang lain.
Seringkali dalam banyak hal manusia tidak sejalan dan sependapat dengan-Nya tentu karena jurang pengetahuan yang tak mungkin menandingi Yang Maha Tahu. Jangankan dengan-Nya, dengan sesama manusia saja bisa tidak sejalan karena beda tahu.
Dengan segala keterbatasan manusia untuk tahu itulah kemudian kita mengenal perspektif, sudut pandang. Dan perspektif setiap orang bisa berbeda - beda sejauh pengetahuan, ilmu dan tingkat kedekatannya dengan Yang Maha Tahu, sehingga dia mendapat ‘bocoran’ banyak hal dari-Nya. Suatu ketika manusia menilai sesuatu baik, tapi bagi-Nya tidak, pun bagi orang lain juga belum tentu sama. Karena beda arah melihat, beda apa yang dinampakkan. Bagi orang lain, sesuatu bisa begitu nampak baik, padahal bisa jadi hanya karena kejelekannya ditutup oleh-Nya
Sehingga manusia bisa jadi pernah begitu menginginkan sesuatu karena dianggapnya baik, tapi oleh-Nya dikatakan : “No, It’s not that good. Aku tahu yang sebenarnya dari sesuatu itu dan Aku tahu mana yang sebenarnya baik untukmu”. Maka diantara banyak nikmat dariNya itu tak selalu tentang pemberian, bisa jadi justru tentang sesuatu yang tidak Dia kabulkan atau sesuatu yang diambil olehNya, hingga akhirnya bahkan ketika manusia itu gagal dia akan berkata ‘Alhamdulillah’. Karena dia dihindarkan olehNya dari sesuatu yang salah, dari tujuan yang salah, dan dari orang yang salah.
Dan apabila kemudian diikuti istirja' sesuatu yang jauh lebih baik akan datang padanya.
Telur ceplok / telur dadar?
Dua - duanya.
Saya gak mau pecah perang dunia ketiga gara-gara telur.
"Hidup seperti ini, sudah buat kami bahagia. Kami tak mau standar kebahagiaan ini, dinaikkan lagi oleh gengsi" - Alitt Susanto
Hampir sembilan tahun lalu, awal mulanya saya nemuin standar kebahagiaan yang beda dari keumuman. Temen, kuliah di jurusan bagus di kampus yang favorit juga, tapi dia bermimpi yang cukup sederhana dari jalan yang lagi dia tempuh. Waktu itu lagi jalan-jalan di kawasan gunung ciremai. Ada air terjun disana saya lupa namanya, ada mata air panasnya juga. Sebelum kesana ngelewatin perkampungan warga yang seperti umumnya warga lereng gunung.
Lagi asyik maen air, dia nyletuk gini
"Enak kayaknya yah, besok lulus kuliah tinggal di desa pegunungan gini, adem"
Saya pikir hanya karena kepengen adem saja dia ngomong gitu, tapi dia terus ngelanjutin
"Gak perlu stress mikirin macet, tinggal deket sama tetangga yang ramah-ramah. Bayangin aja, tiap sore menjelang maghrib bisa nongkrong di depan rumah, maen-maen ke tetangga, duduk-duduk santai ngobrolin taneman di kebun. Sambil liatin anak-anak yang lain maen sama temen-temennya. Kalau udah mau adzan maghrib balik, siap-siap jamaah di mesjid sebelah rumah. Habis maghrib lanjut nungguin anak-anak ngaji sampe isya', apalagi bisa ikut ngajar ngaji abak-anak di mesjid. Balik rumah abis nidurin anak-anak, lalu duduk-duduk di teras ngobrol bercanda sama istri.
Asyik kayaknya kan..."
Saya yang masih keheranan ama cita-cita anehnya cuma bisa iya iya saja, sambil dalem hati ngaminin moga saya bisa kayak gitu ntah kapan.
Dan, dari amin gue yang cuma dalem hati itu, sekarang saya bisa ngalamin beberapa yang temen saya omongin, Yah emang, tempat saya sekarang belum seadem lereng gunung sih, plus malam ini belum ada temen yang bisa saya ajak ngobrol di teras. Jadinya ya, tak tulis saja disini ...
Pada akhirnya, kesunyian itulah ketidakpastian yang pasti. Seperti hujan yang turun di sorenya bulan desember. Padanya tertinggal sepi yg tergeletak di ujung jendela.
(via akarlangit)
الإخلاص سر التوفيق والفتح من الله تعالى
Ikhlas, rahasianya pertolongan dan terbukanya keberhasilan dari Allah ta'ala
Kyo
Kyo, itu nama kucing saya. Sewaktu masih umur sebulanan dia pernah terjatuh dari lantai satu ke basement karena main sama kucing tak bertuan. Hampir pingsan karena jatuhnya lalu jalan sempoyongan. Sejak kejadian itu sampai sekarang, dia belum mau turun ke lantai dasar. Bahkan sekedar turun beberapa tangga dia berontak.
==================
Lalu, sebut saja namanya Nesya, umur 8 tahunan. Dia hanya duduk-duduk sambil liatin temen seumurannya, (bahkan yang lebih kecil) kejar-kejaran bersepeda. Dia punya sepeda yang bagus hanya sejak dia jatuh beberapa tahun lalu saat belajar bersepeda, dia belum mau lagi bahkan sekedar untuk mendekati sepeda milik temennya
==================
Saya mencoba memahami kenapa Kyo belum mau mencoba turun ke basement atau setidaknya maen di tangga. Dan kenapa Nesya belum mau bersepeda lagi. Yang aku tahu mereka tak lantas menjadi pembenci karenanya, mereka hanya berusaha melindungi diri sendiri.
Ada banyak orang yang perlu 'merestorasi' keyakinannya, ada banyak orang yang butuh waktu untuk memulai lagi perjalanannya.