12 yang ke-12 🤍
One Nice Bug Per Day
official daine visual archive
tumblr dot com

JVL
we're not kids anymore.
YOU ARE THE REASON
$LAYYYTER

No title available
macklin celebrini has autism

Kiana Khansmith
wallacepolsom
Peter Solarz
Fai_Ryy

No title available

Kaledo Art

oozey mess

titsay

Andulka
Xuebing Du

Product Placement

seen from Türkiye
seen from Indonesia
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Mexico
seen from Venezuela
seen from Brazil

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Switzerland
seen from Morocco
seen from United States

seen from Chile
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@akudangelapku
12 yang ke-12 🤍
Rasanya hidupku sudah cukup memalukan.
Selama 5 tahun aku menjalani hubungan dengan seseorang yang ternyata terus-menerus membohongi dan memanfaatkan aku. Karena dia, aku sampai harus berutang ke sana-sini, kehilangan uang ratusan juta, lalu ditinggalkan begitu saja tanpa tanggung jawab sedikit pun. Sekarang dia benar-benar menghilang dari hidupku.
Awalnya aku pikir rasa kecewa dan malu itu sudah cukup berat. Ternyata masih ada hal lain yang lebih membuatku terpukul.
Belakangan aku baru tahu kalau ternyata dia bukan hanya berutang padaku. Diam-diam dia juga menghubungi beberapa orang lain, terutama perempuan-perempuan yang dulu mungkin pernah tertarik padanya semasa kuliah, lalu meminjam uang dari mereka dengan menjual cerita sedih versinya sendiri.
Yang membuat semuanya terasa semakin berat, orang-orang itu ada di lingkaran pertemananku sendiri. Teman seangkatan, junior kuliah, orang-orang yang tahu kalau dulu aku pernah menjalin hubungan dengannya.
Sejak mengetahui itu, rasa malunya jadi terasa berlipat. Bukan hanya karena aku merasa dibohongi dan dimanfaatkan selama bertahun-tahun, tapi juga karena orang-orang jadi tahu bahwa aku pernah menghabiskan waktu selama itu bersama laki-laki dengan perilaku seperti dia.
Kadang aku sampai bertanya pada diri sendiri, bagaimana bisa aku menghabiskan 5 tahun hidupku untuk orang seperti itu. Rasanya memalukan ketika mengingat bahwa aku pernah begitu mencintai laki-laki yang ternyata tidak punya tanggung jawab dan harga diri sama sekali.
Malam ini, aku kembali mempertanyakan nilai diriku di matamu.
Selama kita bersama, rasanya aku tidak pernah benar-benar meminta apa pun darimu. Aku cukup sadar diri bahkan sejak awal aku tidak berharap kita akan melangkah ke jenjang yang lebih serius, mengingat perbedaan yang ada di antara kita.
Namun selagi waktu masih berpihak pada kita, mengapa kamu tidak bisa memperlakukanku dengan lebih baik?
Pertanyaan yang terus menerus berulang di kepalaku: Mengapa aku diperlakukan seburuk ini olehmu? Apakah aku memang setidak layak itu untuk dibahagiakan?
Sibuk merayakan kebahagiaan orang lain, tapi diri sendiri tidak pernah dirayakan.
Kabar baiknya aku sudah berdamai dengan diri sendiri. Tidak ada iri sama sekali namun mengakui ada sedikit kesedihan, rasa dimana menganggap diri tidak cukup berharga untuk orang sekitar 🤝
Aku sedang berusaha untuk tidak terlalu membencimu, agar hidupmu tidak menjadi terlalu sulit. Karena saat aku membenci seseorang, biasanya hidupnya akan sangat hancur. Cukuplah hidupku saja yang kau hancurkan. Perlahan, kini aku mulai menatanya kembali. Aku bisa membeli apa yang kuinginkan, menikmati makanan yang kusuka, dan ke depannya aku akan melakukan apa pun serta pergi ke mana pun tanpamu, yang pasti akan terasa jauh lebih menenangkan.
Namun, perihal uang yang kau ambil dariku dengan cara yang sangat tidak terhormat itu, aku bertekad tidak akan pernah mengikhlaskannya. Apa yang kau lakukan sudah cukup menjelaskan segalanya. Aku berusaha keras untuk tidak terlalu memikirkannya, tetapi jika kau tidak membayarnya selama hidup di dunia ini, maka bayarlah di akhirat kelak.
Aku tidak akan lagi mendoakan yang buruk untukmu. Meski aku masih membencimu, aku sedang berusaha untuk memaafkan demi kebaikan diriku sendiri, bukan untukmu. Namun, aku juga tidak akan pernah mendoakan kebaikan untukmu lagi.
Segala tentangmu, cukup. Terima kasih untuk trauma yang kau tinggalkan. Dari situ, aku belajar siapa yang pantas dan siapa yang tidak, dan kau adalah pelajaran yang tidak akan pernah aku ulangi.
Aku mati-matian, mengampuni dan mengikhlaskan semuanya 🌊
Rindu 💔
Berhenti berharap. 👣
Kerja keras, menabung.
Kau boleh meninggalkan dunia ini setelah merasa sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka jika kau tak ada.
Aku menyesalinya.
Menghabiskan 5 tahun bersama laki-laki sepertinya, hanya untuk diperlakukan semenyakitkan ini.
Apakah ada cara mati yang tidak menyakitkan?
Baj*ngan itu sudah sangat menghancurkan hidupku
Ini adalah momen terjatuhku paling dalam
Sosok yg paling ingin kuajak untuk menemani sisa hidupku, justru menjelma menjadi seseorang yang membuatku berpikir untuk menyelesaikan hidup ini secepatnya
Akulah sosok yang tidak pernah diutamakan dan diusahakan itu.
Aku sadar, selama ini yang kuandalkan hanya diri sendiri.
Perjalanan bertahan hidup
Ternyata aku masih kuat
15 Agustus 2025
At the end of the day, I just want to say sorry to my family.
For everything I couldn’t say, for all the words that stayed inside.
I know I’ve been someone who failed.
And if one day I choose to give up, I hope someone will find me.
OME 🍂
Setiap kali berdoa, ada satu kalimat yang selalu kutahan. Bukan karena aku tidak ingin mengucapkannya, tapi karena aku takut pada akibatnya.
Aku ingin ia merasakan apa yang kurasakan, bahkan lebih dari itu. Aku ingin kesedihan menyelimuti hidupnya dan keluarganya merasakan kesulitan, berkali-kali lipat dari apa yang kurasakan karena perbuatannya.
Padahal aku tahu, keluarganya tidak salah apa-apa. Ibu dan adik-adiknya tak tahu apa yang ia lakukan. Mereka mungkin orang baik. Tapi aku tak bisa menerima, melihat mereka tetap bisa hidup damai, sementara aku harus menjalani hidup yang porak-poranda karena ulahnya.
Dan karena itulah, aku diam. Karena jika aku mengatakannya, bagaimana jika Tuhan benar-benar “mengabulkannya”.
Aku tidak ingin mendoakan yang buruk untukmu, tapi aku juga tidak bisa mendoakan yang baik. Bagaimana hidupmu sekarang, entah bahagia atau hancur — itu bukan urusanku lagi.
Lima tahun bersamanya. Tapi butuh disakiti berkali-kali, dan diperlakukan seolah aku tak berarti untuk akhirnya aku belajar: Melepaskan juga bentuk mencintai diri sendiri.