Dan aku selalu berharap setiap postingan ku bisa menjadi pahala jariyah untuk ku...
~pengingatmati

Kiana Khansmith
Cosimo Galluzzi
Not today Justin
cherry valley forever
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
d e v o n
Game of Thrones Daily
trying on a metaphor
taylor price
Alisa U Zemlji Chuda

Origami Around
I'd rather be in outer space 🛸

祝日 / Permanent Vacation
$LAYYYTER
Jules of Nature
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

if i look back, i am lost
almost home

Love Begins
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Spain
seen from Germany

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States

seen from Canada
@ammahafanin
Dan aku selalu berharap setiap postingan ku bisa menjadi pahala jariyah untuk ku...
~pengingatmati
Menemukan.
Teruntuk Sahabatku, Er
Akan ada hari-hari yang terasa panjang saat kita menunggu kedatangan seseorang yang akan melengkapi separuh diri. Menebak-nebak siapa dirinya? Apakah dia orang asing atau sebaliknya?Bagaimana perangai sosoknya? Bagaimanakah nanti kesan pertama saat bertemu dengannya?
Akan ada hari-hari yang terasa mengecewakan, saat hati ini keliru memaknai arti pertemuan dengan seseorang. Firasat menduga sosoknya adalah yang kini berdiri di depan mata, namun isyarat menyatakan bahwa belum waktunya dan belum tepat orangnya.
Akan ada hari-hari yang menyedihkan, saat kita merasa lebih dari sekedar kesepian yaitu hadirnya perasaan membutuhkan. Lalu tersadar bahwa di tengah hamparan kehidupan ini, kita memerlukan seseorang sebagai teman mengarungi waktu— bukan hanya sebuah keinginan belaka namun fitrah diri yang tak bisa diingkari.
Kebutuhan, untuk menemukan rasa tentram dalam diri seseorang. Kebutuhan, untuk saling berbagi cerita, warna dan rasa kehidupan. Kebutuhan, untuk saling mengasihi, saling menguatkan dalam perjalanan, saling mengingatkan dalam kebaikan, saling menopang kelemahan diri, saling melesatkan kelebihan-kelebihan, saling menutupi kekurangan-kekurangan dan juga saling merawat dalam segala perubahan keadaan.
Banyak-banyaklah bersyukur jika kelak kau menemukan seseorang yang pertama kali jatuh cinta karena keindahan hatimu. Bukan karena apa yang terlihat dari luar dirimu. Karena fisik pasti akan menua, namun keindahan hati tak bisa didustai dan tak akan lekang oleh waktu.
Mencari yang menarik, tak akan pernah selesai. Mencari yang sempurna, tak akan pernah menemukan ujungnya. Mencari yang cukup dan menerima, itulah penemuan yang teramat berharga.
Sudut Kota, 21 Oktober 2022 20.03 wita
November,
Kepada november yang beberapa kali ku dapati sebagai hujan yang turun lebat, lalu terselip terik yang menyengat, juga pancaran gerhana bulan yang berkabut dan jingganya senja yang pekat.
....waktu terasa melesat begitu cepat, saat kita menikmati sebuah momen dalam kehidupan. Pun sebaliknya, waktu terasa berjalan melambat saat kita menggerutu terhadap suatu takdir yang menimpa diri dan berusaha melawan dan tak menerima ketetapan-Nya.
...sebenarnya, waktu selalu bergerak konstan, namun perasaan kita lah yang membuat waktu terasa cepat atau pun melambat saat melaluinya diiringi oleh takdir yang bekerja dalam pergerakan yang rahasia yang sering membuat kita penuh tanya jika tidak berserah diri dengan sebenar-benarnya.
Kali ini, takdir dari-Nya...menuntunku untuk kembali pergi. Mengemban amanah yang mesti ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Sumpah telah terucap dan gelar di depan nama telah tersemat. Berat rasanya pundak ini menjalankannya jika hanya berpegang pada diri sendiri. Namun lapang rasanya hati jika terus menyadari bahwa gelar ini dipercayakan karena izin-Nya dan ringan langkah ini bekerja jika bersandar penuh pada kekuatan-Nya.
Tak henti-hentinya ku rapal dalam doa..semoga Dia selalu menolongku dalam setiap detik titian amanah yang aku jejaki ini, tak henti-hentinya juga aku mengingatkan diri sendiri agar jangan berlaku dzolim selama menjalani peran ini.
Perlahan-lahan ku tata kembali ketegaran hati, untuk kembali membentang jarak antara rumah dan tanggung jawab sebuah amanah. Mimpi yang sempat terjeda begitu lama...kini kembali dikayuh lebih jauh. Rindu yang sempat padam lalu menjelma abu, kini mulai menimbulkan percikan nyala yang rapuh.
Peran sebagai orang dewasa, masih tertatih-tatih kujalani. Pada beberapa titik, aku masih mendapati diriku kekalahan melawan keadaan, aku yang begitu menyukai keheningan namun mesti menjadi orang dewasa begitu rentan dengan tuntutan ekspektasi dan kebisingan.
Pesan untuk diriku sendiri di penghujung tahun ini: Titik keberhasilan setiap orang akan berbeda, begitu pula ujian yang meliputi setiap diri tidaklah sama. Namun di tengah segala perbedaan itu, ingatlah; selalu ada hikmah dalam setiap kejadian dan pertemuan yang terjadi.
Manusia menalarkan masa depan berpegang pada akalnya yang begitu terbatas dan faqir. Sedangkan Allah menggariskan takdir berdasarkan pengetahuan-Nya dan hikmah-Nya yang meliputi segala sesuatu yang gaib dan yang nyata. Percayalah penuh pada apa yang Allah sudah tetapkan untukmu, jangan ragu-ragu. Allah sudah mengaturkan segalanya untukmu dengan terbaik. Yaa hayyu yaa qayyum.
Selamat menempuh arus takdirmu kali ini diriku, jangan ditentang. Nikmati, resapi dan syukuri—maka keberkahan pun akan turut meliputi diri. InsyaAllaah.
H-6 menuju internsip dan di rumah sedang turun hujan, 17 November 2022 20.51
Konon katanya setiap orang akan mengalami patah hati
yang akan merubah cara pandang tentang cinta seumur hidupnya.
Entah sulit percaya atau mati rasa.Bukan berati takut atau trauma.
Tapi ada bagian yang perlu dijaga entah bagaimana caranya.
ada yang menutup diri,ada yang membangun benteng tertinggi, bahkan ada yang memilih untuk hidup senidri.
Maka dari itu sebelum kamu memasuki hidup seseorang, pastikan dulu tujuanmu seperti apa.
Jika mau berteman, lakukan layaknya seorang teman.
jika mau bersahabat pastikan tidak ada pesan lain yg tersirat.
Ataupun jika hatimu tidak ingin hanya sekedar berteman.
jelaskan ingin singgah dan menjadikanmu rumah, Karena sekarang banyak dari mereka yang datang memberi kejelasan,
yang membuat siapa saja kebingungan.
Sadarilah,siapapun kamu, saat kamu ingin memasuki kehidupan seseorang. pastikan tujuanmu.
datanglah secara baik, dan pergilah secara terhormat.
Bertanggung jawablah secara waktu yang sudah diberikan seseorang.jangan berdiri di tengah pintu.
Bahkan yang datang dengan niat seriuspun, belum tentu menjadi takdirmu.Apalagi yang membawa harapan.
Maka pastikan bahwa kamu tidak salah memilih waktu dan tempat untuk menaruh hati.
Yang Fana Adalah Waktu
Yang fana adalah waktu.
Kita abadi: memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa.
"Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?" tanyamu.
Kita abadi.
(Sapardi Djoko Damono - 1978)
Aku menuliskanmu, agar kau senantiasa hidup dalam setiap surat-surat yang menceritakan tentangmu.
Aku menuliskanmu, agar dalam pusara waktu yang fana, kau abadi dalam setiap huruf yang mencipta kata-kata.
Aku menuliskanmu, agar kau menjadi kenangan yang lekang, meski takdir senantiasa menjemput orang-orang kembali pulang.
Aku menuliskanmu, agar kau temukan dirimu sangat berarti lebih dari apa yang kau perkirakan bagi seluruh hidupku.
Penutup, 31 Oktober 2022 07.42 wita
Gerimis subuh.
Manusia seringkali terlupa, bahwa bukanlah dirinya yang menggenggam takdir. Namun, urusan takdir adalah ranah kehendak Tuhan. Sedangkan titian ikhtiar adalah ranah seorang hamba atas seizin-Nya.
Waktu seringkali tampak berpihak pada kehendak, dengan terwujudnya apa yang paling disemogakan. Namun juga berlaku sebaliknya, waktu juga terkadang memilih berpihak pada penundaan.
Karena beberapa hal ditunda, seringkali manusia merasa gagal dan tidak beruntung. Padahal, bisa jadi didalam pengetahuan Allah yang meliputi segala sesuatu, manusia itu sedang diselamatkan dan terlindung dari keburukan kehendaknya yang tidak ia ketahui. Padahal, bisa jadi di dalam balutan takdir yang rahasia, manusia itu sedang diarahkan kepada arah langkah yang membawa keberkahan meski saat ini yang tampak dari zahirnya adalah sebuah penundaan yang mengecewakan.
Diantara bulir gerimis subuh yang berjatuhan dari awan-awan mendung yang tertahan sejak tadi malam. Bersama semilir hembusan angin yang selalu mengandung fatwa kebesaran Tuhan....semoga apa yang senantiasa dilandaskan pada pintu-pintu doa akan bermuara pada jalan menuju kebaikan di dunia dan juga di akhirat. Selamat melandaskan prasangka baik kepada-Nya diatas hamparan takdir yang ada, semoga ketentraman akan dan selalu menyusupi serta mencukupi ruang rasa.
Gerimis, 13 Oktober 2022 05.15 wita
Gerimis Subuh (II)
Subuh kembali gerimis seiring denyut nadi pagi yang mulai menyapa kehidupan. Suara hembus angin terdengar menabrak dedaunan, membawa hawa dingin dan banyak kenangan untuk berdatangan ke beranda ingatan.
Pikiranku berjalan maju mundur, merenungi tahun-tahun yang terus berlalu menjauh. Dalam lintasan kehidupan yang fana, seakan kemarin aku masihlah seorang remaja yang tak paham makna hitam dan putih dunia. Namun pada hari ini yang nyata, ku dapati aku adalah seorang dewasa yang masih tertatih——menghadapi dunia, lajunya waktu, orang-orang asing yang ku temui dan keramaian yang seringnya menyerap banyak energi diri——semua hal itu membuatku bersedih dalam sunyi.
Namun pada satu lintasan takdir yang bersinggungan, aku menemukan dirimu diantara milyaran manusia di dunia yang rasanya seperti menemukan satu tujuan jauh yang sedia ku tempuh untuk perjuangkan hingga akhir.
Menemukan dirimu diantara milyaran manusia, seperti jawaban atas doaku pada suatu gerimis subuh di masa lalu. Menemukan dirimu diantara milyaran manusia, memberiku pemaknaan rasa cukup—untuk berhenti pada rumah hatimu, tidak tersesat lagi, tidak mencari lagi dan kini aku pulang. Meski di luar sana dunia berisik, tapi aku tahu di rumah hatimu selalu memberi tentram.
Rabu, 19 Oktober 2022 05.42 wita
Oktober
Oktober yang selama ini selalu berdebar penuh tanya, kini telah menjelma sebagai tengadah doa yang menyebut sebuah nama,
Tak ada keselamatan yang sempurna melainkan hanya dalam penjagaan-Mu yang Maha kuasa——untuk seluruh denyut rasa yang memenuhi ruang hati...semoga senantiasa nyawa rasa ini hidup dalam dekapan-Mu yang membawa tentram dan barokah.
Dalam jarak yang membingkai lajunya waktu dan dalam waktu yang menggulirkan seluruh harap menuju-Mu,
Takdir telah mengukir satu pertemuan, yang selama ini tak pernah mampu terduga oleh hati apalagi tersentuh oleh akal diri,
Hadirlah dirinya sebagai satu untuk segala, dan segala untuk satu—beserta rasa cukup yang mengiringinya.
Perlahan-lahan, luka telah menawar menjadi pelajaran berharga dan segala kesalahan menjelma sekumpulan hikmah pembangun jiwa untuk menjadi lebih bijaksana.
Untuk segala penerimaan darimu yang tanpa tanda tanya dan curiga, terima kasih. Untuk segala kelabu diriku yang tak mampu ditiadakan, semoga maafmu tak pernah jemu menutupi seluruh kekuranganku.
Bersama hujan Oktober yang terus mengiringi akhir tahun dan hembusan angin yang membawa ketenangan batin, semoga aku selalu mensyukuri segalamu setiap waktu di hadapan-Nya.
Rumah, 26 Oktober 2022 17.52 wita
Mengapa penting untuk tahu dan memiliki batasan diri dalam sebuah hubungan interpersonal? Agar ketika kau merasa tersakiti atau dikecewakan oleh dirinya, entah karena salah ataupun khilafnya, kau tetap mengingat dan berkesadaran penuh bahwa kau berharga dan begitu dicintai dengan sangat oleh dirimu sendiri dan keluargamu.
Mengapa penting untuk tahu dan memiliki batasan diri dalam sebuah hubungan interpersonal? Agar kau paham bahwa bahagiamu tidak harus selalu bergantung penuh pada bagaimana sikap dan respon dirinya terhadap dirimu. Bahwa jika sikapnya tak sesuai angan dan responnya tak selalu menyenangkan, maka ruang lapang untuk memaklumi di hatimu akan begitu menguatkanmu.
Mengapa penting untuk tahu dan memiliki batasan diri dalam sebuah hubungan interpersonal? Sebab batasan diri adalah penanda, bahwa kau tahu tujuan hidupmu dan mengenal dirimu. Ketika kau mengenal dirimu dengan baik, kau akan mampu membedakan apa yang kau butuhkan dan apa yang kau inginkan untuk meraih tujuanmu. Mana garis batas yang bisa kau kendalikan dan pertahankan. Mana garis batas yang mestinya kau lepas dan relakan. Mana garis batas yang menyelamatkanmu dan menjagamu tetap aman. Dan mana garis batas yang membahayakanmu dan berujung menyakitimu.
Batasan diri akan membuatmu mampu menyaring segala hal dengan rasional. Batasan diri akan membuatmu paham bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi dan....memilih mencintai seseorang artinya memilih mencintai ketidaksempurnaan. Mencintai ketidaksempuraan selalu memerlukan keikhlasan. Sehingga maaf dan kesempatan pun mudah kau berikan saat berhadapan dengan hal dan keadaan yang tak sesuai kenyataan. Selain itu, dengan tahu batasan dirimu, kau pun memahami bahwa kendali ekspektasi berada di tanganmu, sedangkan hasil ekspektasi berada diluar kuasamu. Maka berekspektasilah sewajarnya dan letakkan pada tempatnya (di sisi-Nya), sebab jika berebihan, tentu akan mudah patah dan dikecewakan, kan!
Usai hujan, 3 Oktober 2022 21.57
-Nasihat dari seorang Sahabat rasa Saudari
Hamparan masa depan yang putih berkabut, pengetahuan manusia akan takdir yang sangat sedikit dan sangat terbatas, kebingungan-kebimbangan yang datang silih berganti mewarnai pilihan hidup..semua itu menyadarkan betapa lemah dan tidak tahu apa-apanya diri ini akan apa yang terjadi, satu detik ke depan.. dua detik ke depen..apalagi perihal esok hari.
Apakah yang dijalani saat ini adalah pilihan terbaik? Kita selalu mendoakannya dalam hati agar Allah ridha.
Namun jika pilihan itu berujung menjadi hal yang disesali, apakah kita telah salah memilih? Mungkin. Tapi hidup adalah soal simpul yang terkait erat antara pilihan (kehendak) dan takdir (ketetapan). Sekalipun jika di masa depan, pilihan hari ini akan menghadirkan penyesalan. Maka tetap terselip pelajaran berharga meski dibalut rasa kecewa. Pun sebaliknya, jika pilihan hari ini menghadirkan banyak kemudahan di masa depan, semoga itu adalah bentuk rahmat-Nya, dan bukan sebuah ujian yang sedang menyamar sebagai kesenangan. Bismillah, tunjukilah Kami jalan yang lurus Rabbi.
Rumah, 12 Oktober 2022 16.26 wita
Repost dari IG mbak Kalis Mardiasih
Ada yang bilang, pernikahan dan cinta adalah perkara berbeda. Katanya, kamu bisa menikahi seseorang puluhan tahun tapi tetap menginginkan seseorang yang lain. Bener nggak sih?
Bagaimana agar kita yakin menikahi orang yang kita cinta dan mencintai orang yang kita nikahi? Dalam Islam, fondasi pernikahan yang utama adalah sakinah: ketenangan. Marahnya tenang, nasihatnya tenang, sedihnya tenang, apalagi bijaknya. Susah sih, tapi bukannya nggak bisa. :)
Dan dalam Islam pula, kita percaya bahwa cinta bukan milik kita. Cinta (mawaddah) akan dihadiahkan oleh Allah dalam hati masing-masing pasangan setelah sakinah kokoh. Cinta yang milik Allah itu, kita harapkan hadir kepada kita dengan cara menjadikan akhlak penuh cinta sebagai kata kerja terhadap pasangan. Makanya setiap hari kita berdoa:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Al Furqan ayat 74).
Ini yang doa kudu dua-duanya tentu ya. Termasuk mengupayakan sakinah agar sampai kepada mawaddah, nggak bisa satu orang saja. :)
Mawaddah (Cinta, hadiah dari Allah) itu yang konon membuat pasangan langsung kerasa kalau ada yang sakit di tempat yang jauh, mawaddah yang bikin pasangan langsung paham kalau ada hal yang kita nggak sreg, saking udah saling kenal satu sama lain.
Lalu tibalah di puncak paling tinggi dari cinta dalam pernikahan yakni wa (Rahmah). Saat kita menua, mulai bertambah banyak kekurangan, saat bisnis jatuh dan terpuruk, saat menunggu kehadiran keturunan lalu ada social pressure. Rahmah atau kasih sayang (titipan Allah) yang selalu bisa memaklumi, selalu bisa menerima, selalu bisa mengangkat dan menguatkan satu sama lain. Bisa kok, menikah sekaligus saling mencintai seumur hidup. Bisa kok terus menumbuhkan cinta sepanjang pernikahan.
Rumah, 11 Oktober 2022 10.33 wita
Jeda.
Ada yang harus meratapi perihnya kehilangan lebih dahulu, baru bisa menghargai setiap peristiwa dan pertemuan.
Ada yang harus melewati badai dahsyat lebih dahulu, baru kemudian menghargai setiap proses dan mengerti arti ketangguhan.
Ada yang harus melewati banyak kesakitan hidup lebih dahulu, baru kemudian mensyukuri setiap aliran nikmat di dalam dirinya yang selama ini terlupakan.
Ada yang dihadapkan pada banyak kegagalan beruntun lebih dahulu, baru kemudian memahami pentingnya niat yang lurus, keikhlasan dalam setiap amal kebaikan serta pentingnya keberserahan saat mengukir jejak perjuangan.
Nafas berhembus, jantung berdetak, darah mengalir...
Wajah kian lama kian menua, tubuh kian hari kian merenta dan.....jam dinding terus memutar waktu sebagai penanda juga pengingat diri tentang hakikat hidup yang sementara.
Siang dan malam, terasa begitu sekejap. Poros kehidupan berputar dalam ketetapan takdir yang tertuang dalam lembaran rahasia yang tintanya telah mengering... menuntun setiap pejalan kehidupan pada sebuah kepastian tujuan, ialah untuk kembali pulang...
Di tengah lajunya perubahan pikiran yang terjadi, gejolak rasa yang sering bekerja diluar kendali dan kecemasan yang datang tanpa permisi. Adakah kiranya kau menelisik jauh ke dalam diri sendiri, sudahkah kau basuh debu-debu yang melekat itu dengan sebenar-benarnya pengakuan dosa? Sudahkah kau bersihkan mata hatimu sebelum kau berjalan lebih jauh lagi? Agar jelas apa yang kau tuju dan selamat perjalananmu.
Di tengah pusara hidup yang terus berlalu, Adakah kiranya kau merenungi dimanakah kini kau berdiri pada jalur kepulanganmu? Sudahkah kau berada pada jalan yang lurus? Ataukah tanpa kau sadari kau sedang tersesat duhai jiwa?
Jika kini terasa lelah, riuh dan ingin merebah jiwamu. Maka ambilah jeda dari kesibukan yang terus menghampiri. Lalu ihatlah ke dalam dirimu sendiri melalui teropong kesunyian, agar kau perbaiki apa yang rusak, agar kau basuh apa yang kotor dan agar kau luruskan apa yang mungkin bengkok dalam dirimu. Selamat menyelam, selamat mencicipi tenang.
Jejak baru, 1 Oktober 2022 20.03 wita
Keputusan.
Ada yang memilih bertahan, ditengah ketidakpastian sebuah hubungan. Berharap esok, mungkin ada penjelasan melegakan dari seseorang. Berharap esok, seluruh keraguan padam dan warna pekat di hati menjelma terang.
Namun, detak-detik terus berlalu, menelan hari hingga tahunan, tak kunjung jua nampak arah tujuan. Ingin pergi meninggalkan sosoknya namun seribu ingatan yang telah dilalui bersama terus menahan. Ingin mengakhiri, namun dirinya terus meluluhkan segenap keteguhan hati.
Sekuat daya berupaya terus bertahan, namun bukankah masa depan memerlukan kompas agar pasti kemana semestinya melangkahkan kaki juga kemana seharusnya melabuhkan hati?
Seringkali pergi adalah pilihan terbaik. Tatkala ketidakpastian yang selalu menghadang, ketika beberapa pertanyaan meminta keyakinan sudah diajukan.
Waktu begitu berharga jika dihabiskan untuk mengupayakan seseorang yang tak mampu memberi kepastian. Hati mungkin mampu memberi banyak kesempatan terhadap seseorang. Namun sang waktu tak memiliki kesempatan untuk memutar detik yang terus berlalu juga terus melaju. Seberharga itu waktu, seberharga itu juga dirimu.
Rabu, 28 September 2022 20.15 wita
Kesabaran yang indah.
Suatu hari di sebuah negeri, tersebutlah ada bunga yang teramat indah. Konon katanya, bunga itu bernama—surgawi. Namun, keindahan adalah sesuatu yang seringnya bersyarat untuk didapatkan. Maka tidak semua orang berhasil menyaksikan keindahan bunga itu.
Perlu bersabar dalam menyiramnya. Bersabar, terhadap musim yang tak pernah terencana. Bersabar, terhadap badai-badai yang bisa datang kapan saja. Menguji keikhlasan jiwa, apabila setelah ditunggu sekian lama, keindahan bunganya tak kunjung mekar di depan mata setelah puluhan hingga ratusan tahun merawatnya.
Tanamlah bunga itu di tanah hatimu...tungguhlah dengan sabar, tunggulah dengan tangguh... semoga ketika ia mekar, kau tahu bahwa kesabaran akan selalu berakhir indah bagi jiwa-jiwa yang menunduk dalam taat dan berserah pada Allah, jika tak kau saksikan mekarnya di dunia, maka semoga Allah ridha memberimu kesempatan menyaksikan keindahan bunga-Nya di tempat yang tak mengenal waktu dan abadi di sisi-Nya.
Jumat dalam balutan hujan, 9 September 2022 13.05 wita
Tangguh.
Hatimu tangguh—saat kau mampu mempertahankan kesederhanaan hidup dan ketaatan pada-Nya di tengah dunia yang terus menuntut untuk mengejar kesempurnaan dan memicu ketersesatan.
Tanpa kau sadari, mungkin kau tergelincir dalam jurang-jurang ketidakbaikan.
Tanpa kau sadari, mungkin kau sibuk mempermasalahkan aib dan kesalahan orang lain.
Tanpa kau sadari, mungkin kau sibuk mengomentari kehidupan orang lain.
Tanpa kau sadari, mungkin kau iri atas pencapaian-pencapaian hidup orang lain.
Ketidaksadaran-ketidaksadaran diatas, tanpa sadar...membuat hidupmu gelisah, merasa tak pernah cukup dengan apa yang sudah ada padamu dan menjadikan definisi bahagia sebagai sesuatu yang amat mahal untuk dirasakan.
Padahal bahagia itu dekat dan tenang tak pernah jauh.. ada pada hati yang fokus untuk terus memperbaiki diri, berupaya selalu bertaut mengingat-Nya dan terus belajar pandai bersyukur atas segala karunia-Nya.
Rumah, 11 September 2022 16.00 wita
Terlupakan.
Mereka yang mengenalmu takkan mengingatmu selamanya. Suatu hari nanti, segala hal tentangmu akan terlupakan dengan begitu mudahnya dari muka bumi ini—dengan pasti.
Karena memang begitulah hukum kehidupan bekerja, setiap masa dan peristiwa akan membuat seseorang mengingat orang-orang dan hal-hal yang berarti.
Namun setiap orang memiliki jatahnya untuk dikenal dan dikenang, sebab berlalunya waktu akan membuat seseorang melupakan apa yang telah hilang dan pergi dengan atau tanpa disadari. Meski bagi keluarga terdekat, yang raganya telah hilang akan selalu dan tetap memiliki nyala rindu tersendiri di sudut hati.
Kematian menjadi salah satu pengingat terbaik untuk membersihkan kacamata dalam memandang hidup, yang mungkin tanpa sadar telah keluar dari jalur hakiki yang semestinya. Ketika dihadapkan pada kesakitan tubuh, bayangan kematian seakan begitu dekat dengan urat nadi. Seakan-seakan masa depan meredup. Padahal bukankah kita seharusnya memandang bahwa kematian selalu dekat?
Ada banyak hal di dunia ini bekerja diluar kehendak manusia, ingin merawat selamanya, namun takdir berkata telah habis masanya. Ingin menahan tetap tinggal sekuat tenaga, namun garis takdir bukanlah kuasa manusia.
Kesedihan pasti akan berkunjung untuk waktu yang begitu panjang di rumah hati. Saatnya ruang penerimaan dibenahi untuk memaknai arti ikhlas yang selama ini tak asing terdengar di telinga. Bahwa seringkali "kepulangan" adalah obat dan "kesembuhan terbaik" dari sebuah kesakitan yang menimpa raga.
Sendu, 13 September 2022 21.42 wita
.....Kepada Nabiru di penghujung waktu:
Dalam sajak, ia seperti nafas yang berhembus dan hidup pada tiap-tiap paragraf.
Dalam sajak, binaran matanya seperti sabit yang mengapit sinar pagi yang terbit.
Dalam sajak, jarak-jarak terlipat dan tujuan terasa begitu dekat.
Dalam sajak, rindu tumpah ruah mengisi ruang masa dan waktu.
Dalam sajak, belenggu resah terlepas pada tepian dini hari...lalu kandas.
Dalam sajak, ia adalah doa-doa yang menjelma kidung pengantar tidur...tak henti untuk didekap dan dirapal hingga lelap.
....Kepada Beenara yang terselubung oleh jauh:
Dalam sajak, ia adalah bisikan yang menggaung kencang dalam sanubari pikiran.
Dalam sajak, aku karam.
Dalam sajak, aku takut...namun aku ingin bertaut.
Dalam sajak, kudapati dia pada tiap goresan-goresan pena....tiap lembaran yang berlalu menjadi terasa begitu berbeda.
Pada awal juga akhir setiap bab kudapati perasaanku tetap sama kala menuliskannya.
Aku melebur.
Emosiku mengalir mengucur, lalu kudapati separuh diriku juga berada pada tiap goresan huruf yang sama.
Dan baru kuresapi kini...bahwa pada seluruh kata yang luruh tertuang..bersamanya dalam setiap lembaran cerita, membuatku merasa jadi bermakna.
Ditulis oleh @kkiakia x @idolovescience-blog
Sore kamis, 15 September 2022