Hari Senin, 28 Juni 2021. Sore-sore saat suami pulang kerja, aku baru aja buka pintu depan, Aa yg masih di halaman langsung bilang, "Neng, jangan deket-deket Aa, yaa.."
"Kenapa? Positif yaaa?!" Aku langsung aja kepikiran untuk bilang begitu.
"Hahaha..." Respon pertamaku adalah tertawa. Saking bingungnya mau ngomong apa lagi, dan kita berdua akhirnya tertawa bersama. Kocak emang.. wkwk
Aa nakes di puskesmas. Ya emang gak bisa dihindari, sudah pasti selalu berhubungan dengan orang-orang sakit. Hari Selasa, tanggal 22 Juni 2021, semua staf di puskesmas tempat Aa bekerja diswab. Karena sebelumnya ada yang terkonfirmasi positif covid di sana. Dan hasil swab itu baru keluar seminggu kemudian, hari Senin tanggal 28 Juni 2021.
Ya, namanya kita suami isteri, selama rentang waktu menunggu hasil swab itu, sudah pasti Aku dan Aa kontak erat banget. Gak patut ditiru sih, harusnya setelah diswab jangan dulu kontak erat dengan siapapun. Kecuali hasil swabnya langsung keluar seketika itu pula.
Ya sudah, akhirnya kita isolasi mandiri berdua di rumah aja sampai tanggal 5 Juli 2021, terhitung 2 minggu dari hari Aa diswab. Untungnya sekarang aku lagi libur semester, jadi selama rentang seminggu dari Aa diswab itu aku stay di rumah aja. Keluar rumah cuma ke atm terus minimarket. Insya Allah selama keluar rumah aku tetap melakukan prokes.
Oh iya, walaupun Aa positif tapi dia tidak menunjukkan gejala dan tidak ada keluhan apapun. Keadaan tubuhnya seperti biasa saja, tidak ada yg berbeda. Begitu pula aku.
Malam harinya, kita sudah melaporkan dan koordinasi dengan pihak desa. Kemudian besoknya, kami didatangi oleh pihak desa dan tim medis dari puskesmas (puskesmas ini berbeda dengan puskesmas tempat Aa bekerja). Aku pun akhirnya diswab dan tinggal nunggu hasilnya.
Lama-lama.. yang awalnya kita ketawa bareng. Aku malah jadi kepikiran kemana-mana. Apalagi sekarang aku lagi hamil 36 weeks. Bagaimana kalau aku juga positif covid? Apalagi udah dekat-dekat ke waktu persalinan gini. Bagaimana bayiku nanti? Yang membuat aku jadi panik juga adalah terakhir kali saat aku kontrol kandungan waktu uk 33 weeks, dokter bilang kalau kehamilanku mengalami pengapuran plasenta dan bb janin dibawah normal. Udah deh makin stres aja aku.
Lebih bingung lagi, hari Kamis tanggal 1 Juli nantj adalah jadwal aku kontrol kandungan lagi. Pokoknya bagaimanapun, aku harus kontrol. Aku khawatir dengan keadaan janinku. Meskipun gak ada keluhan apapun, tapi kan untuk memeriksa pengapuran plasenta dan bb janin ini, satu-satunya jalan yaa harus di USG. Gak bisa dikira-kira sendiri.
Benar-benar berat rasanya, sampe susah tidur karena kepikiran. Susah ternyata memberikan semangat ke diri sendiri. Walaupun Aa selalu kasih support dan motivasi, tapi ujung-ujungnya aku malah sedih, melow dan nangis. Aku gak bisa bayangin mereka-mereka yang positif covid tapi disertai gejala. Ya Allah... Mereka kuat banget.
Semoga, semuanya baik-baik saja dan segera dapat kami lalui. Alhamdulillah, sampai detik ini Aa tidak merasakan keluhan apapun. Begitu juga aku. Semoga selalu begini sampai isolasi mandiri selesai dan Aa dinyatakan sembuh dan semoga hasil swabku menyatakan negatif. Aamiin.
Dimanapun dan siapapun yang sedang berjuang melawan covid-19, semoga selalu dikuatkan dan bisa diberikan kesembuhan seperti sedia kala. Aamiin.
Mohon doanya yaa semuanya..
30 Juni 2021, 4:25 am. Aku yg gak bisa tidur dari jam 1:30 am.