Sebuah Catatan Menuju Kehidupan Baru (4)
Tentang semangkuk sup panas di pagi hari...
Hai Boo, jika tiba saatnya kita setelah menikah nanti; mungkin aku akan sering membuatkanmu sup panas di pagi hari. Selain untuk membantumu meredakan flu-mu yang tak kunjung sembuh, membuat sup juga perkara gampang menurutku.
Suatu hari nanti setelah menikah, mungkin akan kau dapati sup yang ku buat tidak seenak sup buatan mama kamu. Tidak perlu sungkan untuk mengiyakannya, aku pun menyadarinya kok.
Di awal-awal pernikahan mungkin kau akan mencicipi beragam macam rasa sup yang kurang pas. Selain karena palet kita yang berbeda, ya kau tahu sendiri kan aku lebih sering memegang tuts keyboard daripada pisau dapur.
Bisa jadi sup yang ku buat nanti akan terlalu pedas. Selain karena terlalu banyak lada, bisa jadi itu terjadi karena kita bertengkar pada malam sebelumnya -atau kau lebih suka menyebutnya dengan berbeda pendapat-
Mungkin saja suatu kali sup yang ku buat terlalu manis hingga kita diabetes bersama. Biasanya itu karena aku lupa menaruh gula dua kali, atau ya mungkin saja karena aku lupa diri setelah terlalu bergembira bersamamu seharian.
Suatu saat bisa pula terjadi supku keasinan, jika kita terlalu berambisi mengejar yang kita mau sampai kita kelelahan. Saking lelahnya kita sampai tak disadari keringat kita menetes pada sup yang sedang ku rebus.
Tapi yang paling aku takutkan adalah jika pada suatu pagi sup yang kubuat hambar, tak ada rasa samasekali. Aku takut itu artinya kita tak lagi merasa satu sama lain. Jika itu terjadi -kuharap tidak akan pernah-, kamu bantu aku yaa untuk memberi rasa pada supku supaya tidak lagi hambar. Kita sama-sama memberi rasa yang sedap pada sup, dan pada hari-hari kita.
Oh ya.. Setelah mengalami berbagai macam rasa sup yang tidak pas itu, aku tetap yakin kok suatu hari nanti pada akhirnya aku berhasil membuat sup yang sempurna. Yang pas segala macam isi dan rasanya, hingga kamu tidak ragu untuk menambah porsi makanmu. Kau kan tahu kalau belajarku selalu pelan. Ya pada akhirnya aku belajar kan setelah mengalami banyak sup yang gagal. Ku harap kamu juga bersabar yaa dengan proses belajarku.
Sabar yaa. Satu per satu.
Sabar yaa. Tenang.
Bandung, 24 Feb 2020












