Bunga
Dulu aku termasuk salah satu perempuan yang mengaku tidak suka bunga. Selalu berpikir bahwa bunga itu tidak penting. Sesuatu yang sifatnya tersier dan cenderung buang - buang uang. Sebab bunga hanya untuk dipandang. Karena gak semua bunga punya bau harum. Menurutku, lebih baik uangnya dialokasikan untuk jajan. Sebab dengan jajan, perut kenyang, hati pun senang.
 Tapi semua berubah ketika Papa beliin aku bunga setelah wisuda. Terlepas dari fakta bahwa bunga itu dibeli ketika udah mau pulang dan lagi sale karena prosesi wisuda sudah selesai. Ternyata perasaan dibelikan bunga dengan dibelikan makanan itu berbeda. Sulit dijelaskan. Rasanya, ya bahagia, menyenangkan. Hanya kata itu yang bisa aku gambarkan. Sekarang, stigmaku tentang bunga berubah. Bunga itu cantik. Bunga itu indah dan menyenangkan.Â
Aku ingin membagikan perasaan bahagiaku untuk ibuku. Memberikannya bunga, yang merupakan sesuatu yang menyenangkan, adalah salah satu caraku untuk membuat Ibu tersenyum. Memang bukan bunga mahal. Memang hanya bunga biasa, bukan yang teristimewa. Tapi aku yakin beliau sama sepertiku, bahagia.










