#4 Khawatir
Tulisan saya tersendat dua hari dan baru dapat rilis lagi hari ini. Bukan tanpa sebab, dua hari yang lalu alhamdulillah saya telah melalui tahap pertama menuju gelar sarjana. Sedikit beralasan memang, namun memang ternyata tidak semudah yang diperkirakan. Sekali lagi, manusia memang hanya bisa berencana dan melakukan yang terbaik. Termasuk saya dalam merencanakan menulis setiap harinya dalam Bulan Ramadhan ini. Harus tersendat karena hal tadi.
Kekhawatiran terhadap praduga memang terkadang melebihi kenyataannya. Persiapan demi persiapan saya lakukan untuk menghadapi sidang yang lalu. Ketakutan akan pertanyaan yang sulit, ketakutan akan Dosen Penguji yang hebat menurut pengalaman teman menjadikan takut semakin hebat. Mulai dari pinjam baju putih, dasi hitam, pointer, sepatu hitam, hingga ikat pinggang. Bahkan pomade yang saya pinjam demi kerapian rambut agar tidak acak-acakan. Hingga kekhawatiran tidak ada teman yang hadir menyambut sidang. Maklum, biasanya setelah sidang akan banyak teman yang memberi bunga atau bingkisan sebagai ucapan selamat.
Pertanyaan demi pertanyaan muncul di pikiran dan kucari jawabannya. Khawatir sangat bila muncul pertanyaan sulit yang tidak akan bisa saya jawab. Kucari kemungkinan pertanyaan yang muncul sekaligus kemungkinan jawabannya.
Teman, memang hal yang sangat dibutuhkan saat itu. Mulai dari mencarikan kemungkinan jawaban, menemani persiapan ruangan, hingga hanya menyemangati sebelum sidang.
Ternyata, kekhawatiranku terlalu besar. Kejadian tidak semenakutkan bayangan, semua lancar.
Kekhawatiran selalu dibutuhkan untuk meyakinkan bahwa kita perlu bantuan, penguatan, persiapan. Ketakutan memang selalu dibutuhkan agar kita sadar bahwa ada banyak sekali yang ada diatas kita, bahwa kita perlu teman untuk mengahdapi semuanya.
Dan lagi, kekhawatiran ini tidak akan selesai sampai di sini, akan banyak kekhawatiran akan hari esok, tentang pendadaran, setelah lulus, setelah menikah, setelah punya anak, setelah tua, dan setelah setelah pada selanjutnya. Yang pada akhirnya kekhawatiran ini muncul, tentang amal perbuatan kita. Apakah akan cukup untuk memasukkan kita ke Surga-Nya ?
Maka, Selamat membuat persiapan yang matang untuk kekhawatiran selanjutnya. Dengan teman, atau hanya sendirian.
Semoga dapat melewati kekhawatiran dengan senyuman.
Yogyakarta, 2 Juni 2017
�


















