untukmu yang telah menambatkan rasa pada hati yang baru
mungkin aku terlalu egois jika sekarang aku berani menyematkan rindu
namun apa daya? batin ini selalu kembali memanggil namamu
memori ini terus memutar kenangan-kenangan usang yang telah lalu
untukmu yang telah hilang dari batas jangkauanku
bolehkah jika aku menerka-nerka bahwa kala itu kita adalah sepasang rasa yang pernah saling mendamba?
ketika semesta memberi kesempatan tak terduga pada kita berdua
untuk dapat sekedar saling bertukar nama, canda dan tawa
walau pada akhirnya waktu yang penuh dengan ketidakpastian memberi kita jawaban,
memberi kita jarak untuk kembali menjadi asing
untukmu yang pernah menawarkan lembaran halaman segar untuk menuliskan cerita baru
terimakasih telah menawarkan hal paling berharga yang tak sempat kuisi dengan cerita yang baik-baik
terimakasih untuk sederet perhatian-perhatian kecil yang kau limpahkan
dan maafkanlah aku jika pernah menorehkan luka pada sukmamu yang tak dapat kau nalar
maafkanlah karena aku terlalu membebaskan egoku untuk menolak rasa yang saat itu mulai tumbuh
untukmu yang telah melupa
aku hanya dapat ikut bahagia melihatmu bersamanya kini
dia yang mungkin lebih segala-galanya dariku
dia yang tak pernah menolak rasanya terhadapmu
kini aku hanya sepotong penyesalan
yang merindu dalam ruang kosong yang sepi
yang selalu berharap bahwa ketidakpastian waktu
akan membawa kita kembali
bukan untuk saling melukai
namun hanya untuk sekedar berbincang tentang rasa yang pernah tertunda
-untukmu dan serangkaian lantunan indah yang kau mainkan bersama para dawai-