Prokrastinasi
Sejauh yang kualami, salah satu pemicu kebiasaan menunda-nunda pekerjaan adalah rasa malas. Rasa malas pun ada pemicunya. Salah satunya adalah mood atau suasana hati.
Biasanya, kalau sesuatu yang harus kita kerjakan atau selesaikan itu bukan sesuatu yang kita inginkan atau kita minati, maka kita akan cenderung malas mengerjakannya. Kemudian kita memutuskan untuk menunda mengerjakannya. Menunggu sampai benar-benar ada niat untuk menyentuh pekerjaan tersebut.
Pada saat menunggu itu, pasti kita akan merasa terbebani. Pundak juga terasa berat. Selalu kepikiran, bahkan sampai suntuk dan stress. Belum lagi jika kita berpikir bahwa pengerjaannya harus sempurna. Akibatnya, kita menghabiskan waktu hanya untuk memikirkan bagaimana mengerjakannya dengan sempurna. Setiap hari hanya dipikirkan saja, tapi tak kunjung mencoba untuk mencicil mengerjakan.
Selain itu, kebiasaan menunda pekerjaan juga disebabkan karena merasa masih punya banyak waktu.
"Ah nanti sajalah, masih ada waktu sebulan."
"Nanti deh, masih ada waktu seminggu."
Pas sudah mepet deadline baru ada niatan mengerjakannya. Akibatnya, yang harusnya pekerjaan kita bisa jauh lebih baik, jadi terkesan asal selesai. Yang tadinya sudah ada niatan ingin memberikan yang terbaik, ternyata hanya mampu mengerjakan ala kadarnya. Kenapa? Karena terburu-buru dan sudah tak ada waktu.
Jika kita sadari, menunda pekerjaan punya dampak yang merugikan, terutama bagi diri sendiri. Pertama, kalau kita terus-menerus menunda pekerjaan, maka hal itu akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan menunda pekerjaan biasa disebut dengan istilah prokrastinasi. Kalau sudah menjadi kebiasaan, maka akan melekat pada diri kita dan susah untuk dihilangkan.
Kedua, karena kita memiliki kebiasaan prokrastinasi, maka kita pun akan disebut sebagai prokrastinator. Ya, prokrastinator adalah sebutan bagi orang yang suka menunda pekerjaan. Maukah kita jika kita dicap sebagai prokrastinator?
Ketiga, semakin ditunda, pekerjaan juga akan semakin menumpuk, pikiran pun juga akan semakin suntuk. Percayalah, menunda pekerjaan hanya akan membuat pikiran menjadi tambah stress. Kalau sudah stress, makan terkadang terasa tidak enak, tidur pun tak nyenyak. Merasa terbebani dan tidak tenang karena masih punya tanggungan yang harus diselesaikan.
Keempat, kebiasaan menunda pekerjaan juga akan merusak kepercayaan orang lain yang telah diberikan pada kita. Sebagai contoh, ketika kita bersepakat untuk mengerjakan satu proyek penelitian dengan seorang teman. Misalnya pengerjaannya memakan waktu selama 2 bulan. Kemudian, karena penelitian tersebut tidak sesuai dengan minat kita, dan kita juga merasa punya banyak waktu, maka kita terus saja menunda mengerjakannya. Sampai pada akhirnya, apa yang menjadi tugas kita tidak bisa terselesaikan dengan baik. Bahkan, kita tidak banyak membantu dalam proses pengerjaannya karena kehabisan waktu. Sehingga, di kesempatan yang akan datang, orang akan malas untuk bekerja sama lagi dengan kita. Kita mungkin tidak akan diajak lagi untuk mengerjakan penelitian selanjutnya, sebab orang sudah beranggapan bahwa kita tidak bisa mengerjakan dengan baik. Saat itulah kita telah kehilangan kepercayaannya. Padahal, tadinya mereka sudah percaya bahwa kita mampu. Sayangnya, kita menyia-nyiakan kepercayaan itu. Rugi sekali, bukan?
Maka, mulai saat ini, jika punya tugas apapun yang harus diselesaikan, jangan lagi menunda untuk mengerjakannya. Apalagi dengan alasan malas dan tidak mood. Berikan yang terbaik untuk orang-orang yang telah percaya pada kemampuan kita, dan jangan buat mereka kecewa.
Hapus kebiasaan menunda-nunda pekerjaan itu dengan cara memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Sebab, untuk bisa melakukan yang terbaik pasti butuh waktu dan persiapan yang matang, sehingga hasil pengerjaannya tidak asal-asalan. Jadi, tidak ada alasan untuk membuang-buang waktu dengan percuma. Segera kerjakan dan jangan hanya dipikirkan.
Sempatkan untuk mengerjakan, bukan mengerjakan ketika sempat.
Ah iya, ada nasihat dari salah seorang teman yang hingga hari ini masih kuingat. Dia bilang,
"Mood booster terbaik adalah tanggung jawab."
Semoga kita bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab, terhindar dari kebiasaan prokrastinasi, dan bisa menyelesaikan dengan baik apapun yang telah ada di pundak.
(28 Februari 2024| 16:37 WIB)











