Hai kawan, Kau tahu, pernah kau berujar dengan lirih dan lugas. Menyibak derai-derai kaca, menggenggam akar dan mencabutnya dari lumpur yang fana. Kau tak membasuhnya, kau melemparkan bara yang dingin, nan membara. Kau tancapkan dengan aksara, dari maknanya terngiang suara. Perjalanan kita singkat kawan, di syahbandar jauh kau telah berlabuh. Suatu masa kami akan menuju tempat yang kau tuju, ya kami semua. Entah kita berbagi cerita, atau sekedar pengembara yang seolah tak mengenal muka. Yang kutahu, dalam ingatan kami tak akan lupa.
Bandung, 5 Oktober 2020













