RangkumRasa #22 : Bertaut Rasa
Terang tak harus riuh, redup pun mampu menyapa jiwa
Jauh bukan berarti menjauh, dekat tak selalu terlihat mata
Kita bertaut dalam sunyi, menautkan hati pada Sang Maha Cinta
Meniti waktu, memeluk makna dalam tiap hembusan semesta
Liku hidup tak senantiasa bersuara
Ada perih yang menari, ada luka yang menabur hikmah
Namun kupercaya—di balik getir, tersembunyi berkah
Dalam tiap liku, sang Alam menulis skenario indah
.
Rasa ini tak lahir dari logika
Ia tumbuh dari pasrah, dari relung jiwa yang merunduk
Tersungkur bukan kalah, terdiam bukan menyerah
Melainkan jeda untuk memahami makna arah
.
Kupeluk semesta dalam syukur
Menyulam cinta pada yang tak kasat
Bertaut rasa dalam tiap degup, dalam langkah yang getir namun pasti
Karena sejatinya, kita hidup untuk kembali, bukan sekadar mencari
.
Pada manusia kuletakkan segenap pengertian
Mereka cermin, bukan musuh yang perlu dihindari
Kita berjalan bersama, walau kadang beda jalan, beda makna
Namun satu hal yang sama: sama-sama ingin bahagia
.
Apa artinya setia bila tak diuji jarak?
Apa artinya cinta bila tak dibasuh sabar?
Aku memilih percaya—pada keajaiban yang tak kasat
Karena di sanalah bertaut rasa, antara langit dan segala hasrat
.
Selamat bertaut pada akhir juli ❤️












