373
Lepaskan saja
Kepada nafas yang sering tertahan di dalam dada, lepaskan saja tak mengapa. Meski air mata akan ikut juga terlepas dari tempatnya. Namun—paling tidak—hati di sisimu akan merasa lega.
—29 | Nora Kajantaka
seen from United States
seen from Serbia
seen from United States

seen from Canada

seen from Canada
seen from Canada
seen from Türkiye
seen from Serbia
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Vietnam
seen from Indonesia
seen from China
seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Germany
seen from Türkiye
373
Lepaskan saja
Kepada nafas yang sering tertahan di dalam dada, lepaskan saja tak mengapa. Meski air mata akan ikut juga terlepas dari tempatnya. Namun—paling tidak—hati di sisimu akan merasa lega.
—29 | Nora Kajantaka
Misi Melepas
Sepertinya berhasil misi yang dibuat akhir ini. Berhasil untuk menganggap dia ada tapi cukup sebatas itu saja. Berhasil untuk tetap diam dan hanya melihatnya sekilas walau kadang disertai detak jantung serta arah rasa yang tidak karuan. Berhasil untuk tidak bersinggungan lagi haha. Semoga masih berhasil sampai bisa menerima hal yang nyata tanpa perlu meneteskan air mata.
nb: sepertinya kalah dari misi setiap dia membalas story' ku rasanya masih sama apalagi waktu tiba tiba chat bilang gabut, cukup buat aku senyum senyum sendiri
Jangan pernah melepas orang yang belum bisa kamu lepas, karena itu akan berimbas pada orang yang setelahnya
Elakkan sesekali buat perbandingan antara perkara dulu dengan yang baru. Sebab, itu akan buat kita susah nak ke depan. Sebolehnya lepaskan, maafkan dan jadikan perkara lalu sebagai pengajaran dan usahakanlah yang terbaik pula untuk apa yang sedang kita ada dan lalui sekarang.
?
Memoriku mendadak berhenti di suatu tempat, saat di bulan ini, setahun yang lalu. Saat kepingan masa lalu itu menumbuhkan benih-benih tanda tanya seiring langkahnya menjauh.
Aku sebenarnya tak ingin menoleh ke arah sana, namun aku kembali menemukan banyak hal baik dari tiap derap langkahnya yang kian mengecil.
Bahwa akhirnya aku mengerti, segala pertanyaan tak selalu datang bersama jawaban.
Disaat aku mulai mengais-ngais tanah tempat tanda tanya tumbuh itu, meminta kepada Yang Maha Pasti untuk menurunkan jawaban agar sampai pada tanganku yang terbuka, aku tak kunjung menemukan sisa-sisa kepingan petunjuk yang akan ku susun menjadi puzzle yang jika disatukan bernama jawaban.
Walaupun katanya, seperti sepasang kaki dan sepatu, pertanyaan pasti harus disertai dengan jawaban, keduanya berpasangan. Kalau tidak, tanda tanya itu akan selamanya menggantung, menunggu jawaban yang tepat melengkapinya seperti puzzle yang akan mengakhiri keduanya. Berakhir menjadi pernyataan, atau sebab-musabab.
Segala pertanyaan tak selalu datang bersama jawaban.
Lalu pada air mata yang kesekian, mengantarku pada suatu titik dimana aku lelah hanya untuk mencari jawaban pada pertanyaan yang kukira tak akan pernah terjawab. Kenapa? Bagaimana? Siapakah? Sejak kapan? dan lain-lain.
Mereka memang tak terjawab secara langsung. Tidak. Tidak semudah kamu bertanya lewat mesin pencari di layar kaca.
Lalu akhirnya aku berhenti, terdiam dan termenung. Dan saat itu, perlahan akupun menyadari bahwa jawabannya adalah berbalik pada diriku sendiri.
Segala pertanyaan itu tidak akan pernah terjawab, sampai kapanpun.
Jawaban itu berupa lain, ternyata ada di dalam diriku sendiri saat aku melihat hal-hal dibalik semak-semak peristiwa. Bahwa sesungguhnya, jawaban itulah yang akan kusimpulkan sendiri, menjadi rangkaian jalan hidup yang sedang dan akan kulalui.
Dan akhirnya, aku tersenyum lega, memandang ke arah depan kembali, menghembuskan napas keikhlasan dan mengubur tanda-tanya itu kembali, agar mereka bersemayam lalu bersemi.
"Bahwa tak semua tanya
Datang beserta jawab
Dan tak semua harap terpenuhi.
Ketika bicara juga sesulit diam,
Utarakan,
Utarakan,
Utarakan."
-Banda Neira
(@ber-senandika )
Mari kita terbangkan perasaan ini ke awan. Angkat yang tinggi. Biarkan menguap, hilang, lenyap dari peradaban~
tepat pada malam ini bumi di wilayah ku tengah menangis
sama hal nya akan hatiku, mungkin kamu tahu.. jika mataku telah mengakhiri kesedihannya dengan menangis akan kepergianmu,tetapi lagi lagi hatiku justru tak kunjung mengakhiri kesedihannya terhadap dirimu. dia terlanjur sakit bahkan menangis dan menjerit kesakitan atas luka yang kau tinggalkan. Aku tahu kamu bakalan tidak mengerti maksudku ini, mengapa begitu? karena kamu sudah bahagia, bahagia dengan si pujaan hati yang kamu tunggu tunggu, dan aku? ah sudahlah… aku tidak ingin membicarakannya.
aku cuman berharap, semoga kamu tidak pernah merasakan sedih dan sakit nya kehilangan orang yang kamu sayangi, dan semoga selalu bahagia..
meski tanpa aku,yang tetap menjadi pengagummu.. dalam diam.
-c
Untukmu disana, sudah berulang kali aku memantapkan hatiku untuk seutuhnya menghapus rasa ini kepadamu tapi nyatanya sulit, sulit ketika aku harus menerima kenyataan jika kamu tak lagi menjadikan diriku sebagai tempat yang selalu kamu banggakan,aku juga tidak bisa lagi kamu anggap sebagai rumah tempat kamu berteduh. Aku hanyalah seorang perempuan dimana hatinya sudah patah sepatah patahnya karena kamu,kamu tidak tahu itu bukan? aku tahu kamu tak akan tahu perihal ini. aku cuman ingin katakan kepada kamu satu hal..
“ jangan patahkan hati perempuan yang lainnya yah,selain diriku. ”
selamat malam, potongan hatiku yang telah pergi(: