When my life is in chaos, i need you more and i dunno why
noise dept.
No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

No title available
hello vonnie

oozey mess
TVSTRANGERTHINGS

izzy's playlists!
Misplaced Lens Cap
NASA
One Nice Bug Per Day

blake kathryn
🪼

Discoholic 🪩
AnasAbdin

❣ Chile in a Photography ❣
$LAYYYTER
taylor price

pixel skylines
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from Brazil

seen from United States

seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from Portugal
@arndx
When my life is in chaos, i need you more and i dunno why
Semoga doa-doa yang kulangitkan
Yang kerap terucap pada sepertiga malam
Dengan linangan air mata dan penuh kepasrahan
Bisa aminkan oleh Dia sang As Salaam
I want to talk to my parents about you, but I can’t
One random night, my Papa texted me, “To be honest, your Mama and I really want you to find a partner—the one you’ve always dreamed of.”
When he said that, I felt so strange, like he could read my deepest thoughts.
The thing is, I’ve never really been close to my Papa. He’s always been present in my life financially—giving me a good education, a home, and everything I needed to live—but emotionally, we’ve always felt distant. He’s quiet, cold, and rigid person, so we never talk about personal things.
So when he said that, I dunno… Maybe he had a gut feeling that something was off, or maybe he was just worried.
Also, there’s one thing he once said that keeps replaying in my mind.
“When it comes to finding a partner, you should share things often with Mama and I. If there are any problems or difficulties…”
And honestly, I really want to talk to them about you. I want them to pray for you—for us. I want them to ask God, wholeheartedly, that we’ll end up together as husband and wife.
People say a parent’s prayer carries a special kind of power. Maybe that’s why I want their blessing so badly.
But I dunno… I still don’t have the courage to tell them about you. You know I want you so bad, but I’m afraid it would only break their hearts, knowing that you chose to leave without a second thought. And I doubt my parents would be willing for me to be treated like that.
After finishing White Nights by Dostoevsky, I’m kinda worried about myself. The young man’s feelings feel really familiar—to the dreamer, the loneliness, and sometimes being stuck in the past.
These past few days, I’ve been thinking about it a lot. The line between solitude and loneliness feels so thin, and I’m afraid that loneliness is quietly growing and will slowly eat me away.
Gue suka rambut panjang, auranya jadi sangaaatttt feminim. Tapi, gue rasa rambut bob pendek lebih cocok dengan jiwa gue yang cuek, idgaf, dan free soul(?). Bener-bener gatel banget pingin potong pendek.
Sayangnya keinginan gue belum bisa direalisasikan karena ada janji sama diri sendiri terkait suatu hal :(
Di tahun-tahun sebelumnya, aku sama sekali belum kepikiran untuk menikah. Belum berani membayangkan diri sendiri duduk di pelaminan, memiliki tanggung jawab sebagai seorang istri. Alasannya tentu karena masih banyak keraguan terhadap diri sendiri, ketakutan akan kemungkinan terburuk, dan mental yang masih belum dewasa.
Tapi, setelah ketemu manusia satu itu, mulai terbesit keinginan untuk menikah dan merasa lebih siap. Entah dapet keyakinan dari mana..... Ajaib ya? Aku pun heran sama diri sendiri.
Apakah karena orangnya yang bikin aku yakin? ATAU karena emang mental yang ternyata udah lebih mateng aja? I dunno. Meski pada akhirnya hubungannya kandas juga, tapi keinginan itu masih ada.
Entah bersama manusia itu atau orang lain, semoga niat baikku untuk beribadah diaminkan sama malaikat dan diijabah sama Tuhan, serta dimudahkan prosesnya. Aamiin.
As a person, I want to be an independent woman who can do anything by myself. I want to work and make my own money, have lots of hobbies, go anywhere alone, eat out by myself, and just enjoy my own company.
But when I’m a partner in life—girlfriend or wife mode—I kinda wanna be that spoiled brat LOL. I wanna be spoiled, clingy, adored, and fully loved. I wanna be led, not the leader.
I want my man to be more dominant in the relationship. Not in a bad way, but in a way where he can be a provider. A man who can make decisions and take initiative, not just be a yes man. A man who can say, “I know you can do everything by yourself, but let me do it for you.” :”)
I want my man to be responsible—with God, himself, me as his partner, and his family.
I want my man always there with me through everything and be my safest home.
I want my man to plan a cute date. Nothing fancy, just taking me to my favorite bookstore, going with me to a museum or art gallery, watching my favorite singer or band together, having a gym date, or even just hopping on public transport and going on a random stroll.
And if he’s too busy to go out and has to spend the weekend working from home, I’d still love to be there with him. He can focus on his work while I do my own thing like reading a book or watching a movie. Maybe I can cook or bake something for him. As long as we’re in the same space, that’s enough. I’d still count that as quality time.
Ayah: Kamu akan kesepian...
Ilona: Rasa sepi itu selalu menyerang setiap orang yang menikah maupun tidak menikah. Barang kali rasa sepi akan terasa lebih perih bagi mereka yang mengalami kegagalan dalam perkawinan. Mereka terbiasa berbagi, lalu mereka terpaksa menjadi sendiri.
- Leila S. Chudori, Malam Terakhir.
Perihal kamu, aku gak lagi minta yang muluk-muluk ke Tuhan. Aku gak lagi minta “kemungkinan tentang kita”. Aku cuma minta agar Tuhan menjaga kamu di mana pun kamu berada, dimudahkan tiap urusan dan langkahnya, serta selalu ditenangkan hati dan pikirannya biar gak overthinking terus.
“That day, I woke up and put in my 28th dress. I went to a wedding where no one asked me to hold the bouquet, fold a place card or hold their dress while they peed. Everything was perfect. And I didn’t care because right then, the only thing that mattered was the person waiting for me at the end of the aisle. And he was looking at me the way I’d always hoped.”
- Jane on 27 Dresses
Growing up means you shouldn't be the person who's always chasing, begging or putting all the effort anymore. It shouldn't be one sided, whether in love or in friendship. Just walk away. Don't disrespect yourself. You don't deserve to be treated like shit.
Gue selalu menanamkan keyakinan bahwa gue HARUS selalu baik sama orang lain. Kalo orang minta bantuan apa, sebisa mungkin akan gue bantu. Terus, gue juga selalu berusaha untuk merayakan hal-hal kecil, terlebih buat orang-orang yang gue sayang. Entah itu keluarga, temen atau pasangan gue.
Tapi, ada kalanya perbuatan baik yang gue lakukan gak selalu dibalas dengan kebaikan juga. Ternyata lama-lama itu bikin gue sedih dan merasa gak dihargai. Mungkin karena di otak gue udah tertanam kalo lo baik sama orang, dia juga akan baik sama lo. Realitanya? Gak selalu gitu, malah kadang cuma dimanfaatkan. Gue terlalu naif ya?
Akhirnya gue merubah pola pikir. Gak ada salahnya berbuat kebaikan, toh gak ada ruginya. Justru mengharapkan dibalas kebaikan seakan-akan kayak gue gak ikhlas berbuat baik. Anggap aja lo berbuat baik untuk kepuasan diri lo sendiri.
Untuk sekarang, kalo pun kebaikan gue gak dibalas, berarti cukup tau aja. Gue bakal tetep diam, berbuat baik, tapi secukupnya aja, gak jor-joran kayak sebelumnya. Kemudian, gue menjauh perlahan.
The moment I stop giving you my full effort is the moment you start losing me.
I’m sad. I dunno if it’s because I’m getting PMS or because I’ve been carrying a heavy burden in my heart for so long. And there’s no one who can truly understand my soul.
Gue beneran paling gak suka telponan/video call. Entah kenapa berasa kayak drainning parahhhh. Kalo telponan karena pingin cerita "penting", gue masih sangat oke banget, tapi kalo cuma karena lagi bosen/iseng, gue mending gak dulu karena gue gak punya energi sebanyak itu :((
Kalo dipikir kan gak ada bedanya ya kayak lo ketemu orangnya langsung, tapi gak tau aja, tetep kurang suka. LOL.
Makanya gue agak amazed kalo nemu orang yang "berhasil" bikin gue betah telponan/video call sampe berjam-jam dan bisa tiap hari.
Semakin dewasa, ternyata hubungan asmara orang-orang beneran se-absurd itu ya? Ya pacaran beda agama, gagal nikah, yang udah pacaran lama ternyata punya gebetan lain, yang nikah ternyata punya pacar juga. Gue kira itu cuma cerita di luar sana, ternyata circle pertemanan gue pun gak jauh-jauh dari cerita itu. Jujur shock banget. Mungkin gue yang terlalu polos dan terlalu lempeng aja. LOL.
Gue nyari pacar satu aja susah, ini yang udah punya pacar, bahkan nikah pun punya pacar juga. Pantes gue gak kebagian :)) Gue pun gak mau menghakimi, pasti setiap orang punya alasan kenapa dia bisa berperilaku gitu (meski gue tidak membenarkan dan mendukung perilaku mereka juga ya).
I just pray to God, "may those kind of love, relationship, and marriage will NEVER find me." Ya Allah, cukup satu aja yang seiman, se-amin, dan sekufu buat seumur hidup. Aamiinn.
Setelah bertahun-tahun lamanya, gue kembali jatuh cinta hingga menjadi "gila". Tapi, pada akhirnya hati gue dibuat patah tak karuan, sialan bukan?
Doa Baik Untuk Diri Sendiri
Tuhan, jodohkanlah aku dengan laki-laki baik pilihanmu, tidak dengan kematian.
Jika memang ini belum waktunya aku bertemu dengan jodohku, tolong lancarkan dan ikhlaskan jalanku. Beri aku kebahagiaan yang berlimpah, rezeki yang mengalir deras, kelilingi aku dengan orang-orang baik, bantu aku fokus untuk membahagiakan diri sendiri, dan mewujudkan wishlist dan bucket list yang aku punya.
Maka dari itu Tuhan, ketika nanti tiba saatnya Engkau pertemukan aku dengan jodohku, aku mau ia bertemu dengan diriku versi yang paling baik, siap, sabar, dewasa, dan penyayang. Aamiinn.