fatamorgana #05 ㅡ the end, this time.
setelah semuanya berlalu, sampai lah kita di titik akhir.
karena sudah mendapat kepastian (secara tidak langsung), kini saatnya meninggalkan sesuatu yang tidak akan terjadi di belakang.
kalau tidak mungkin terjadi, ya buat apa di harapkan? menghabiskan energi dan tenaga.
aku orangnya memang begitu, kalau sudah dapat kepastian (baik secara langsung atau tidak), aku akan dengan mudah berhenti menyukai orang itu.
seakan otak dan hati langsung sinkron, “udah, buat apa dilanjutin? nggak ada gunanya.”
“pasrah gitu aja?” “masa ngga diperjuangin sih?” “halah, ginana mau dapet pacar kalau gitu aja udah nyerah?”
bukannya tidak berjuang atau apa tapi kalau memang orang yang kau harapkan tidak mengharapkanmu, maka untuk apa kau perjuangkan.
sungguh, menghabiskan tenaga, energi dan yang paling penting, waktu.
aku jadi ingat, pernah menulis ini di tahun 2012 (kala itu aku masih kelas enam, bayangkan!)ㅡgiving up doesn’t mean you’re weak. sometimes it means you are strong enough to let him/her go.
jadi, untuk kalian, terima kasih sudah membaca seri fatamorgana. singkatnya ini cuma sepenggal kisah kasih di sekolahㅡkisah kasih hidupku sih.
tidak apa-apa kalau kalian mau menyerah karena menyerah bukan berarti semuanya akan berhenti disitu. mungkin dengan menyerah, kalian akan dapat yang lebih baik.