Tidak perlu menjadi sempurna untuk memenuhi ekspektasi orang lain, cukup sederhana tapi kamu menjadi diri sendiri
Xuebing Du
Claire Keane
Keni
🪼

Kaledo Art

祝日 / Permanent Vacation

@theartofmadeline

No title available
d e v o n
trying on a metaphor

pixel skylines
RMH
Show & Tell

⁂
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

No title available

Love Begins

tannertan36
Misplaced Lens Cap
tumblr dot com

seen from Switzerland
seen from Mexico

seen from Russia

seen from Belarus

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States

seen from Sweden
seen from United States
seen from United States

seen from Algeria
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@aurorapagi
Tidak perlu menjadi sempurna untuk memenuhi ekspektasi orang lain, cukup sederhana tapi kamu menjadi diri sendiri
Barangkali bahasa ikhlas paling luas adalah "dijalani" tanpa memaki keadaan ~
Jika hari ini tidak indah, yakini esok akan lebih cerah. Jika semesta terasa tidak memihak, yakini dalam hal apapun kamu layak.
Segala hal yang baik pun buruk menurut kita, tak akan melebihi atau mengurangi takaran menurut-Nya. Semua sudah dicukupkan dengan porsinya masing-masing~
Pasosore wanci maturan hate nu hese jempe, dikeukeup ku sariak layung, dipoles ku endahna carita anu ngan saukur urang nu miboga.
Tetaplah membumi, meski ujian semakin melangit
Dialektika Mencintai
Titik nadir suguhkan hadir ke permukaan
Mengoyak dasar menumbuh resonansi
Pernahkah kau hilang rasa sebagai manusia?
Manis candamu, pahit meramu keheningan
Citra mu formalitas, diputar balik popularitas
Kau mengejar fatamorgana, hilang seketika
Ambisi merajai pikiran, kau dibuat tak karuan
Otakmu mulai tumpul, segala beban kau pikul
Benar adanya jika bekerja tanpa rasa
Ironi, apakah cinta mengandung dialektika penuh makna?
Sekeras apapun kita beradu argumen, tetap saja, cara terbaik menyelesaikan masalah adalah menurunkan ego masing-masing..
Pada setiap kekhawatiran yang kita genggam, Allah menjanjikan kebahagiaan baginya yang senantiasa bersabar
Jika pertemanan bisa saling menyamankan, kenapa harus bersama yang tak ada jaminan bisa menjadikan kita jauh lebih baik?
gerimis-pagi
Dina melang, anjeun datang nembongan na impenan Mepende hate nu hese jempe Ngusap damis semu tiis Ngusap ci mata nu pinuh ku dosa Ngeukeupan raga dipoles ku katresna Deudeuh teuing .... Kuring sorangan, tapi teu ngarasa nyorangan Nalusur jalan moro harepan Miceun mangsa anu pinuh ku dodoja Tah didinya kawani dibaturan ku kasieun Tah didinya sagala kesabaran diuji Tapi harita torojol anjeun datang deui: "Anaking, dina mangsana tumiba sing jadi jalma anu berguna, kanggo agama tur teu lali ka lemah cai. Bral geura papag kabagjaan!"
i-b-u //
Gedung pasca sarjana lantai 2, gaduh sekali dipenuhi mahasiswa pasca yang mungkin sedang mengerjakan tugas, tesis/disestasi sampai ngobrol dengan rekannya. Mata ku tak kuat menahan kantuk, tadi malam sempat tidur pukul 01.30. Entahlah insomnia ini kerap kali muncul akhir-akhir ini. Tidur larut malam menjadi hal biasa, bukan untuk nugas, tapi kenyataannya mata sulit tertidur.
Aku memiliki ruang yang besar dalam pikiranku, sering ku sebut itu MIND PALACE. Ruang itu amat berharga, yang cara kerjanya terkadang tak terkendali, segala hal terkumpul di sana. Dari mulai problem pribadi, sosial, belajar sampai karir. Saat ini yang terlintas dalam pikiranku adalah IBU. Entah harus menggunakan kalimat seindah apa untuk menunjukan bahwa manusia terbaik itu memang benar-benar ada. Kalimat saja mungkin tida cukup, tapi mari kita sederhanakan dengan satu kata yang kita kenal CINTA.
Satu tahun delapan bulan sudah terlewati, beradaptasi dengan kondisi baru ternyata bukan hal mudah. Kehilangan mengajarkan kami khususnya aku pribadi, bahwa hidup masih harus terus berjalan. Ini bukan sebuah masalah, yang menjadi masalah adalah ketidakmampuan kita dalam menerima kenyataan. Tapi sikap Ibu tidak pernah menunjukan ketidakmampuan, matanya berbicara segala hal, tentang lelah dan cinta penuh peluh, tapi setiap tindakannya selalu menguatkan. Menunjukan bahwa itu adalah perjuangan.
Aku selalu menjadi orang yang tidak pernah pandai mengucap CINTA di hadapannya tapi setidaknya lewat tulisan ini aku uturan sekecil-kecilnya cinta yang aku miliki untuk Ibu. Karena faktanya, tetaplah cinta yang ia miliki lebih besar dari apapun. Terlepas dari bertambahnya peran ibu saat ini, ibu pernah bilang kekuatan untuk bertahan salah satunya adalah dari buah hati, bagiku, Ibu lah yang menjadi sumber kekuatan terbesar itu hidup di rumah kami.
Bu, ibu tau ketakutan apa yang aku miliki saat ini? kehilanganmu, Bu. Demi apapun, itu menjadi hal yang paling aki takutkan. Bahkan lewat obrolan sederhana mengenai kehilangan pun aku kerap kali marah. Pokoknya dengan cara apapun, usaha dan ikhtiar, doa ku tetap sama:
“Ya Allah. Sehatkan Ibu ku. Beri kasih sayang kepada kedua orangtua ku. Jaga terus Ibu. Titip bapa di sana ya Allah. Jadikan kami keluarga yang bahagia hingga ke jannahMu Ya Rabb. Jadikan aku anak yang sholehah yang bisa membawa Ibu dan Bapak ke surgaMu ya Rahman.”
Aamiin Yra. Selamat hari Ibu, MAMAH!
Dear, senja .... Rintik hujan sempat hadir sebelum kau datang Sore itu aku berdialog dengan waktu Bernegosiasi dengan langit Agar kamu selalu ada setelah mentari tenggelam Senja yang menjingga, Bercerita pada sepasang mata perempuan tak bersuara Kamu berbisik, "Temui aku di waktu yang sama" Lagi-lagi rindu tak bicara soal waktu Tapi soal perasaan Sesering apapun aku menemui mu Ketika rasa berkata rindu Cukup kataku: “Aku menunggumu, senja"
sejauh apapun mencari, kamu selalu berhasil membuat saya kembali
Sejak pertama kali saya mengenal seseorang di luar diri saya, dan tanpa alasan di buat jatuh, sejak saat itu saya yakini ini bukanlah sebuah rencana tapi ini adalah takdir. Entah setelah tulisan ini saya terbitkan di sini, takdir akan membawa cerita ini pada jalan yang mana dan pada alur yang seperti apa. Jelasnya saya tidak pernah menyesal dipertemukan dengan orang-orang yang berhasil membuat saya lebih mencintai diri saya sendiri.
Dan kamu salah satu orangnya …
Ini adalah tulisan yang ke sekian kalinya (lagi) sejak ya lumayan lama, sedikit kaku untuk memulai menuliskan namamu (lagi). Saya pun mengalami hal yang sama tuan, awalnya saya pikir dengan membuka hati pada yang lain bisa membuat kita tidak saling mengenal. Tapi nyatanya, sejauh apapun mencari, kamu selalu berhasil membuat saya kembali. Dari awal tidak saling mengenal, kenal, didekatkan, dijauhkan, didekatkan lagi, kemudian dijauhkan, terus menerus begitu yang entah akan berujung kapan dan seperti apa. Rasanya jika dituliskan dalam sebuah novel, sama larisnya dengan novel Dilan mikik Pidi Baiq atau kalau dibuat sinetron mungkin telah menghabiskan berepisode-episode. Faktanya, kita tidak se-drama itu benar?
Ya terlalu naif rasanya jika masih menggalaukan hal yang seperti ini, kita sudah sama-sama dewasa untuk bisa jauh lebih memahami diri kita masing-masing. Ini bukan perihal perasaan yang kita miliki, yang bahkan sebenarnya sampai saat ini saya masih meragukan rasa apa yang kita punya. Apapun itu, bersama atau tidak, kita bisa menjadi dua orang yang bahagia entah saling membahagiakan atau dengan jalan masing-masing.
Sejak chat mu masuk di ruang obrolan, kamu berhasil membuat rasa itu hadir lagi. Rasanya setiap tanya yang kamu ajukan, selalu berhasil membuat saya menjadi seseorang yang kamu rindukan. Yang paling berhasil adalah, untuk ke sekian kalinya lagi, kamu membuat saya jatuh. Ini tak mudah, rindu kamu berat, dan kamu tahu itu.
Berpura-puralah kita tidak memiliki rasa apa-apa sampai kita lupa bahwa kita sedang berpura-pura, karena apa? Karena banyak hal yang sebenarnya tidak perlu dijelaskan dan diutarakan, hanya perlu dirasakan atau dihilangkan. Dulu saya pikir hidup itu tidak pernah abu-abu, hanya mengandalkan pada dua pilihan yaitu hitam dan putih. Kamu tahu? Sebenarnya kita bisa membuat opsi lain dalam hidup, bukan hanya hitam dan putih tapi juga warna lain. Perihal abu-abu, bolehkah kita bicarakan lewat temu?
gerimis-pagi, desember 2017
wisuda upi 2017 Puncak kebahagiaan dr sebuah usaha ternyata bukanlah hasil tapi proses dan perjuangan. Hari ini wisuda gelombang 3 diselenggarakan, bahagia melihat tawa mereka yang berbahagia, tapi ambisi pun menyala berharap tahun depan saya memakai toga dan bisa membawa keluarga. Untuk satu waktu, saya kadang tidak memiliki motivasi untuk lulus cepat dan tepat waktu. Ya semacam pemikiran irasional. Tapi di sisi lain, saya punya tanggungjawab untuk menuntaskan apa yang sudah saya mulai. Ya ini bukanlah sebuah beban pekerjaan tapi ini adalah tanggungjawab. Saya kembali menarik nafas begitu dalam, baiklah, coba berdamailah dulu dengan diri sendiri. Tenang .... Hari ini, orang lain atau kakak tingkat saya sudah merasakan hasilnya, saya hari ini berniat bimbingan dengan dosen pembimbing ke 2. Entah kenapa, jantung kerap kali bekerja lebih cepat saat hendak menghadapnya. Terkesan berlebihan, tapi kenyataannya demikian. Bermodal membawa 9 lembar bab 1 dan keberanian yang kuat, saya teguhkan untuk memiliki motivasi yang kuat bisa lulus tahun depan!. Dulu sedikitpun gak pernah terpikir bagaimana haru biru dan euphoria wisuda, sedikitpun gak pernah kebayang bagaimana sulitnya bimbingan skripsi, bagaimana riweuhnya menjadi mediator antara pembimbing 1 dan 2. Huh perjalanan ini belum apa-apa, wajar mungkin yaa masih sering ngeluh cuman gara-gara susahnya nyatuin frame 1 dan 2, susahnya acc judul, susahnya bikin latar belakang, waduuh jadi segala dibaca, mulai aja belum. Yaaa buat siapapun yang baru memulai skripsi, mari menguatkan diri bahwa semua akan wisuda pada waktunya. semangat ya, kamu gak sendiri!
Ramai dan gaduh pikiranku menembus setiap detak waktu. Aku berjalan mencari arah, pikiranku hilang dirajai kekhawatiran, aku menemukan kesunyian lagi. Berbaris setiap kegelisahan dan kegundahan, mengisi setiap hela nafas yang ku hirup. Aku menangis meringis dalam kesunyian dan tawaku mengukir di setiap mata yang melihat. Aku menemukan diriku yang lain untuk ke sekian kalinya, merasa tak berdaya, terkoyak oleh emosi yang tak terkendali. Aku, siapa?
Tidak ada yang benar-benar baik-baik saja. Hidup kadang terlihat menggelitik, kita menganggap hidup orang enak, orang pun menganggap hidup kita enak, padahal nyatanya kita hidup dengan masalah kita masing-masing. Kita dihadapkan dengan problem-problem yang terkadang tak menemukan solusi. Bedanya ada beberapa dr kita yang pandai menyembunyikan keluhan, sisanya hanya pandai berkeluh dan mengeluh.