Aku tumbuh, menjadi bunga yang ku tau tak seorangpun mau menyiramiku.
Aku mekar, menjadi bunga yang tak seorangpun mau tersenyum sambil melihatku.
Aku layu dan mati, menjadi bunga yang tak seorangpun berharap melihatku mekar di taman lain.
-aya
occasionally subtle

if i look back, i am lost

Andulka

★
Cosmic Funnies
Xuebing Du

No title available

⁂

No title available

❣ Chile in a Photography ❣

Love Begins

Kiana Khansmith
Claire Keane
ojovivo
DEAR READER

titsay

@theartofmadeline
Sade Olutola
Stranger Things

izzy's playlists!

seen from Brazil
seen from France
seen from Iraq
seen from Brazil

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from France

seen from South Africa
seen from Italy

seen from South Africa
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from India

seen from Paraguay
seen from Uruguay
@ayaaa-posts
Aku tumbuh, menjadi bunga yang ku tau tak seorangpun mau menyiramiku.
Aku mekar, menjadi bunga yang tak seorangpun mau tersenyum sambil melihatku.
Aku layu dan mati, menjadi bunga yang tak seorangpun berharap melihatku mekar di taman lain.
-aya
Aku melepaskannya.
Ditengah riuh hati, disela tangis yang ku paksa mereda, pada semua perasaan yang benar-benar untuknya. Aku melepasnya.
Keadaan begitu kejam, dia membunuh perasaan yang sedang mekar-mekarnya, dia menghantam kembali luka yang sedang berusaha sembuh. Tidakkah itu lebih kejam?
Memikirkan perasaanku yang masih sama, aku muak, mempertanyakan, mengapa ini tak jua menemukan titik pulang?
Aku mencintainya, semua tentangnya. Pada akhirnya, aku berharap, perasaanku ini, masih kamu tempatnya pulang.
Beberapa orang, tidak akan paham rasanya ingin lupa, namun tidak bisa.
Beberapa orang lainnya tidak akan paham rasanya ingin pergi, namun tidak bisa meninggalkan.
Bukan, bukan karena di sana masih banyak harapan. Tapi, karena ada ingatan yang tidak akan berulang kisahnya, ada bahagia yang tak akan berulang rasa senangnya, ada luka yang tak akan sama sedihnya.
Lupa bukan sekadar perkara melangkahkan kaki dan beranjak pergi. Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan.
Kita sadar, bahwa beberapa kesempatan memang sudah selesai, atau memang masanya yang sudah berhenti. Namun, ketika kita sadar bahwa perjalanan kemarin bukan hanya sekadar pelajaran hidup, disitulah kita sulit melangkah pergi meninggalkan.
'Waktu bisa menyembuhkan' .
Sialnya, mereka tak pernah mengatakan bahwa ada luka yang tak akan memudar, bahwa ada ingatan yang tak akan hilang, bahkan ada rasa sakit yang tak akan pernah sembuh.
Beberapa kehilangan, tidak pernah hilang.
Beberapa jejak, akan membekas selamanya.
Beberapa kenangan, memang abadi selamanya.
Karena akhirnya, ada cerita yang sekalipun orangnya pergi, memorinya masih ditempat yang sama.
-aya
Hidup lebih tenang ketika kita tetap membiarkan siapapun yang ingin pergi daripada memohon manusia itu untuk kembali dan memperbaiki
-aya
Kita memastikan semua baik-baik saja, sampai akhirnya ternyata dunia membuktikan bahwa ialah air yang paling tenang namun ketika badai, dialah yang tak segan-segan menenggelamkan.
-aya
Ketika aku harus meminta maaf, karena telah mencintaimu.
Apakah kamu sadar kalau itu adalah perasaan yang sakitnya tidak kira-kira?
"Konon katanya, setiap laki-laki akan mengalami patah hati yang mengubah pandangannya tentang cinta seumur hidupnya."
Lalu bagaimana mereka mendefinisikan dirimu sebagai tawa dan riang, sementara yang ada dalam dirimu hanyalah luka dan patah.
-aya
Sial, lagi-lagi salah jalan. Kadang bingung mau diterusin atau berhenti sekalian.
Lalu, bisakah aku berhenti?
Hiduplah dengan seseorang yang membawa bahagia se-sederhana apapun. Sebab, jalan di depan tak selalu indah.
Semoga kelak yang dibersamai justru bisa membawa pulang dan memperbaiki apa-apa yang luka dan patah.
-aya
Jangan memilih hidup dengan yang tak sejalan, yang tak pernah menjelaskan, dengan yang tak pernah meminta maaf dan tolong.
Setelah bersama, hidup hanya untuk kedepan, tidak untuk memutar ataupun berhenti. Maka hiduplah dengan yang sepaham, sebab kalau salah arah yang membersamai justru bisa membawa pulang dan kembali.
-aya
Sepertinya, rasa sepi akan abadi dalam hidupku.
Kalau pada akhirnya, sendiri tanpa siapapun adalah jawabannya. Ku harap, selama itupun aku akan tetap baik-baik saja.
Sayangnya aku harus menjadi sempurna, untuk tetap selalu cukup.
Saat aku tau kau tak cukup dengan aku yang begini saja, perlahan hari demi hari, aku berusaha menerima keadaan bahwa mungkin esok hari, kau bisa melepasku pergi dengan mudah.
-aya
Aku pikir dia mencintaiku dengan sebaik-baiknya cinta.
Namun, kulihat kembali usahanya terhadap seseorang di masa lalunya, ternyata. Aku masih kalah.
Pikirku, "Mengapa hanya kepadaku, kau begitu mudah menyerah".
-Aya
Bahkan ketika aku tau arah jalan untuk kembali, sialnya aku memilih tersesat dan hilang arah.
-aya