Hi, tumblr!
The Bowery Presents
Today's Document
No title available

if i look back, i am lost

❣ Chile in a Photography ❣

roma★
Doug Jones

titsay

Origami Around
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

No title available
Misplaced Lens Cap
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

izzy's playlists!
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
No title available
EXPECTATIONS
Color Me Curious

Product Placement
🩵 avery cochrane 🩵

seen from Pakistan
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from India
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Armenia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@baibaibaiti
Hi, tumblr!
03/08/2019
Aula Masjid Al - Furqon, Bekasi Barat
Semenjak saat itu saya banyak belajar tentang kehidupan dan berbagai bumbu-bumbunya. Terimakasih Allah, Keluargaku, dan Suamiku
Tepat usia 25 tahun aku punya teman hidup yang insyaAllah selalu ada di sampingku, yang selalu harus distok makanan, yang selalu lawak kalo lagi makan atau pake baju *hue, yang selalu dipakein masker dan skin care, yang selalu cek cek kalo mau pergi, dan yang ternyata gak lebih rusuh dari aku hehehe, yang selalu pede, yang selalu berjuang *ea dan yang selalu apa ya....
hmm gitu deh, semoga apapun kurang lebihnya kami bisa sama2 saling terima, sabar, ikhlas dan jalanin yaaa walaupun nanti2 kita jumpa ombak di sana ;)
Hello... There!
Sebuah ketidakkompakan... Heheheh maafkan teman seperjuangan, semoga hanya foto yg tidak kompak, tidak untuk yang lainnya
#2
Hai…balik lagi ini setelah genap satu tahun bunur dan buica pegang rakha. Yap…karena mereka berdua sudah lewati tanggal 8 Februari kemarin. Sudah anniv ke satu tahun, ciheee…
Nahlo…makin hari program rakha makin banyak aja, dan emang agak susah buat rakha :( , maklumlah…dia sedang melakukan penyesuaian, apalagi ini masa-masa transisi dari non-verbal ke verbal alhasil perilaku yang keluar jadi makin macam-macam. Umumnya emang begitu, setelah anak bisa melewati masalah verbal, masalah berikutnya yang datang adalah masalah perilaku. Dan taukah bahwa masalah perilaku terkadang menjadi masalah yang melelahkan. Hueh.
Masalah yang muncul sekarang adalah Rakha makin sering nunjukkin betenya belajar dari pagi sampai sore setiap hari, jadi sudah mulai banyak protesnya dengan cara drama nangis-nangis dulu sebelum masuk ruang sesi, berulah di ruang sesi seperti loncat-loncatan, tidur-tiduran dan hal lainnya yang bikin gemes bunur dan buica, huh…rasanya mau cium!
Minggu kedua bulan Januari 2018 malah lebih parah…drama sekali anak itu, lagi mau nya cuma sama bunur, bunur harus jadi terapis, gak boleh jadi asisten terapis yang di belakang, lagi gak mau sama buica, sedangkan harusnya jadwal terapi itu ganti-gantian kan?! Karena bunur dan buica sayang sama Rakha jadi mereka gak mau kebiasaan langsung menuruti apa yang Rakha mau, diusahakanlah dia belajar dengan terapis sesuai jadwalnya, hasilnya? Nangis…nyerang dan mogok belajar, kadang tak bersuara. Duh sedih juga ya, buica bingung sampe nangis karena Rakha gak mau belajar sama buica hahaha (baper dia cupcup ntar balik lagi kok). Pokoknya minggu itu ada aja luka karena serangan Rakha, ya di tangan, ya dihidung…duh nak…terimakasih hadiahnya ya buat bunur dan buica :”
Jadi sebetulnya Rakha mungkin juga lagi penyesuaian sama program-program baru yang emang agak sulit, butuh fokus lebih, baru dia bisa, sedangkan kadang fokusnya sangat mudah teralih :/ padahal kalau dia lagi fokus oke banget itu belajar dan responnya. Apapun yang terjadi, semangatlah buat Rakha dan terapisnya-terapisnya
Masha Allah nya Rakha selalu seneng dan minta dikasih reward berupa bacaan surat-surat pendek. Duh nak… insyaAllah sholeh ya, tetap terjaga kefitrahannya. Kalau Rakha respon benar sering banget dia minta bacain surat An-Nas, Al-Falaq, Al-Fatihah, Al-Quraisy, Al-Kafirun, An-Nasr, Al-Zalzalah, Al-Humazah, Al-Lahab, Al-Ikhlas sambil dia ngikutin walaupun minta bacainnya dan pengucapannya pas ngikutinnya belum jelas pula. Terimakasih ya Rakha, bunur dan buica jadi suka murojaah setiap hari :”)
Unik banget ini emang anak bunur dan buica, selalu terhenyak dengan bacaan Al-Quran, Adzan, dan suka lihat masjid. Alhamdulillah…kata mamanya memang begitu dari masih bayi. Pernah bunur dan buica mau jalan sore bawa Rakha ke masjid buat lihat langsung masjid itu gimana (biasanya teaching materialnya pakai kartu gambar masjid) sekalian ngajak ngobrol macam-macam buat laihan. Gak sangka, tepat depan masjid kelihatan mimbarnya dari luar, Rakha diam, gak kedip, sementara angin sore menggerak-gerakkan helai rambut hitam lebatnya, seakan-akan takjub lihat pemandangan itu, abis itu dia bilang sholat-sholat sambil gerakin tangan seperti mau takbiratul ihram terus rukuk…duh lagi-lagi bikin senyum dan merasa “ya Allah ini anak” gak lama setelah itu adzan ashar berkumandang. Nah, kita harus pergi, karena nanti banyak yang datang ke masjid buat sholat, pasti pada bersih dan wangi, sementara Rakha gak boleh terpapar parfum, bisa loncat-loncat tertawa sendiri dia nanti.
“yuk pulang Ka” kata bunur dan buica. Rakha masih perhatian terhadap dalam masjid itu, masih tetap menatap. Waduh…gimana ini? Bunur dan buica cuma bisa tatap-tatapan. Sedangkan Rakha paling anti jika dilarang. Hmm…terpaksa kita gendong… terus apa dong? Dia meronta-ronta nangis dalam gendongan buica, satu…dua…hmm…berasa nyakarnya…mana kita berdua jalan, dan cukup jauh jalan ke rumahnya itu huahaha padahal mamanya mau anter naik mobil. Akhirnya bunur gantian gendong Rakha, masih nangis dan agak marah sih. Hah akhirnya sampai rumah juga ibu-ibu rempong ini.
Dan uniknya lagi, karena dia selalu diam dan nyimak kalau ada yang bacain Al-quran, jadi kalau lagi ngambek dan mau minum obat mamanya selalu setel audio ayat kursi ,dan bener aja, kalem banget…jadi gak perlu dipaksa-paksa minum obat, lucunya…!
Hah teman-teman sekarang Rakha masih proses belajar nih, sedikit-sedikit sudah bisa bilang apa yang lagi dia mau, perlahan-lahan udah nunjukkin bagaimana reaksi emosinya ke orang-orang di sekitar (khususnya di rumahnya). Sudah masuk program membaca dan berhitung sedikit demi sedikit walaupun itu program yang paling killer menurut dia, jadi suka agak nolak, ya tidak apa, kita jalan pelan-pelan. Semoga tahun ini komunikasi Rakha kedua arah sudah oke dan terus mengalami kemajuan, biar sembuh, cepat sekolah, dan bisa dikurangi diet2 yang banyak itu ya hueheu, doain ya teman-teman :)
Naik Kereta Api
Pada kenyataannya, naik kereta bukan hanya sekedar naik dan turun kereta gitu aja, karena dalam prosesnya selalu aja ada pelajaran yang bisa kita maknai dalam kehidupan sehari-hari *ce elahh:
-Sabar
Kareta emang punya jadwal tertentu ya, tapi jadwal itu kadang gak berlaku kalau kereta sedang terjadi gangguan, alhasil jadilah jadwal itu berantakan dan mengakibatkan keterlambatan pada beberapa menit bahkan jam, dan itu lumayan lama. Jadi di sini bener-bener rasa mau menunggu kita diuji, haduh berat memang apalagi kalau misalnya dari awal kita udah telat dan ditambah keretanya juga telat, belum lagi kalau kita diajak ngetem nunggu antrian masuk stasiun dari kereta sebelumnya atau nunggu kereta jarak jauh yang lewat, tinggallah kita berharap dan berdoa biar acara yang kita tuju juga sedang menunggu sesuatu hueheu! Itu baru urusan dengan jadwal kereta, belum lagi kalo misalnya suatu hari kita harus berhadapan dengan orang yang marah-marah entah karena ke dorong, posisinya gak enak lah dll, sabar…beberapa stasiun lagi kita akan berpisah dengan orang tersebut. Dan sebenarnya kenapa harus marah? Ya mau diapain pun dalam naik dan turun kereta itu berlaku hukum tarik menarik dan dorong mendorong, jadi ya…gitu lah bu
-Kuat
Enggak ada tuh kamus sepi buat kereta (Khususnya kereta pagi ke Jkt Kota, apalagi yang jam 06.30 dan kereta sore ke Bekasi) eh tunggu, jurusan tn. Abang kalo pagi dan jurusan Bogor kalo sore juga sadis gils. Kamus yang ada yaitu : yang penting gue masuk, titik! Kadang suka gak tau kekuatan apa itu yang bisa berhasil bikin 10 orang masuk kereta, padahal keliatan dari luar itu kereta udah penuh pake banget, paling cuma bisa masuk maksimal 3-4 orang lah wkwk kebayang gimana itu badan. Cuma bisa bersyukur kalo misalnya kedua kaki kita sudah berhasil naik, entah posisinya gimana ntar gampang, aduh stress gak sih bacanya haha yaampun tapi emang kalau misalnya orang udah hafal gimana kereta tuh pasti udah tau ya itu sakit banget, tapi kok ya itu udah jadi rasa yang biasa dan justru orang-orang suka ketawa sendiri kenapa bisa sih masuk kereta dengan posisi badan, tas dan lain-lain yang gini banget entah dimana :/ kuat...kuatin aja, pasti kuat wkwk
-Yakin
Untuk tujuan tertentu pasti kita bakal transit-transit dan naik kereta selanjutnya setelah turun dari kereta sebelumnya. kadang, sebelum kereta yang kita naikin pertama itu berhenti, mata kita gabisa diem buat kepo liat tulisan posisi kereta kita selanjutnya lagi dimana, pastinya udah pada pasang kuda-kuda buat lari wkwk apalagi kalo ternyata udah deket. Satu hal yang nyebelin dan greget juga adalah kalo kita turun di jalur yang cukup jauh dari kereta yang selanjutnya mau kita naikin, daaan udah mau datang keretanya, jadi itu pokoknya yang penting yakin dulu deh kalo kita bisa sampe ke itu kereta, hiyaaa! Yakin plus usaha lari sekuat tenaga, sebisa mungkin, semampu kalian *halah* kadang kereta yang baik hati eh maksudnya masinisnya yang agak berbaik hati mau nunggu, gak biarin kita ketinggalan gitu aja, iya kadang :p sama halnya kayak kita berusaha banget masuk kereta dengan kondisi yang menurut kita udah full lah, tunggu deh…yakin dulu, bisa lah ini mah masuk, karena itu kadang tengah masih ada space kok *haha maksa, cuma kadang ada yang berusaha nahan-nahan gitu biar gak terlalu padat, tapi gimana ya, ini sama-sama kok kamu kerja, aku pun kerja, jadi…makasih aja yang udah bantu narik dan dorong. Satu tarikan dan dorongan dari ibu-ibu nyatanya berarti banget buat penumpang pagi haha sedihnya…
-Ikhlas
Udah lari, udah keringetan, abis itu depan pintu keretanya ketutup? Sering banget ini liat yang begini…yaampun semoga ibu, bapak, mba dan mas diberi ketabahan dan keikhlasan untuk membiarkan kereta itu pergi duluan. Mungkin kereta selanjutnya lah yang terbaik untuk kita huhu :”) pasti ada makna dibalik ketinggalan kereta itu, walaupun cukup menyakitkan haha agaknya berlebihan. iya, mungkin Allah suruh kita sholat di stasiun aja dulu, atau suruh istirahat dulu, jajan, berpikir menenangkan pikiran, atau menikmati suasana stasiun yang enak itu, kadang seru aja liat orang lalu lalang. Sudahlah, tunggu aja kereta selanjutnya dengan ngapain aja yang bikin gak nyadar eh bentar lagi keretanya udah datang lagi.
-Tolong Menolong
Ini tadi yang pas sempit-sempitan masuk kereta dengan segala daya dan upaya yang dikerahkan, pasti butuh juga uluran tangan sesama roker alias rombongan kereta. Kalau rasanya itu orang udah sulit banget buat masuk, siap-siap tak jarang akan ada malaikat penolong berwujud manusia yang baik hati menarik tangan kita dari dalam sambil berkata “ayo mba…atau ayo bu…” atau dengan rela dirinya ditarik-tarik demi cita-cita masuk kereta, haduh kocak juga sih ya Allah… kalau gak kuat narik karena kehabisan tenaga, oh tenang, biasanya ada juga satu lagi malaikat penolong dari luar yang dia gak berhasil masuk (kerena kayaknya emang udah over) terus dia bantuin dorong kuat dari luar atau bilangin kita gimana caranya biar kita masuk itu kesana huh…ini namanya tolong menolong kan ya? ^^
-Bodo amat
Biasanya nih, khususnya di hari-hari kerja, orang-orang naik kereta ya buat berangkat kerja dan pastinya mereka rata-rata pakai pakaian yang rapi dong ya. Tapi rapi dari rumah belum tentu menjamin rapi sampai tujuan sih, karena apa? Ya itu tadi wkwk kadang pas keluar pun masih ada yang dorong-dorongan dan lihatlah betapa akhirnya kita yang awalnya rapi jadi agak sedikit gembel hueheu bodo amat ya yang penting selamat sampai tujuan dan sehat wal afiat…
-Ambil keputusan
Mau naik kereta nih, tapi kadang ada dua pilihan, mau sampai rumah cepet tapi berdesakan parah atau nyampe rumah lama, harus nunggu, tapi kondisi kereta yaa agak lowong lah, gak bikin sakit badan. Hayo mau pilih yang mana, putuskan dari sekarang!
Udah gitu aja deh ceritanya, Hoam...panjang juga ya ternyata nyeritain tentang perjuangan naik kereta, capek :( Mungkin akan ada banyak lagi makna dan cerita dibalik naik kereta yang pernah teman-teman alami ya. Misalnya tentang sekereta sama temen, cuma beda gerbong aja tapi gak pernah ketemu-ketemu, terus akhirnya sedih tapi akan lebih sedih lagi kalau ketemu sekarang mungkin ya wahaha :D
sekian, terimakasih yang membaca dan buat yang suka naik kereta, mana suaranya, setuju, kaaan?!?!?! ;)
Pada suatu hari, ada beberapa orang anak, ibu, dan seorang nenek yang menjelma menjadi kelompok dalam sebuah grup bernama "Terapis Rempong" Dan cerita dibalik grup ini sangatlah panjang :")
Tik tok tik tok...
#1
Hallo…terhitung sejak bulan Februari 2017 sampai sekarang awal tahun 2018, ternyata bu nur dan bu ica udh hampir setahun bareng sama rakha! Nanti pas 08 Februari genap setahun beneran, yeee sebulan lagi! Time flies ya!
Dulu, pas bu nur sama bu ica baru masuk pelatihan pas bulan Februari itu, rakha belum bisa ngomong. Belum verbal. Masih banyak babbling (mengoceh), stimming (gerak2, mainin jari), terus masih jadi anak yang dibilang pendiem sama mamanya. Waktu itu bu nur dan bu ica sih merasa Alhamdulillah karena berarti jadi terapis homebase yang punya anak gak banyak macam2 kayak misalnya suka nyerang atau ngamuk gitu. Hari demi hari dijalani sama bu nur dan bu ica dengan rutinitas yang sama, dengan orang –orang yang sama pula. Ada aja perubahan2 yang dialami sama rakha buat ngobatin bosannya bu nur sama bu ica :”) Nampaknya itu anak udah gak pendiam lagi, agak rusuh.
Awal-awal masuk kerja masih ditempatkan di klinik di Bekasi, sempet tinggal di mess dan pulang seminggu sekali, tapi lama kelamaan bu nur dan bu ica bosan juga cuma main di mess. Akhirnya cuma sebulan aja, sisanya mereka PP (Bekasi barat – Bekasi timur ) setiap hari. Bu ica setia banget sama motornya, jadi bu ica betah banget naik motor kalau berangkat. Katanya enak banget PP naik motor, bisa liat jalanan tiap hari kan, gak bosen di mess lagi. Emang dasar bu ica anak jalanan, anak motor huh. Beda kalau bu nur, bisa sih naik motor, cuma pernah nabrak karena kurang hati2, jadi dia belum diizinin bawa motor ke sana, dan tampaknya dia betah banget naik kereta, anker banget, dasar anak kereta hm! Tapi kadang mereka kalau berangkat barengan, janjian terus boncengan gitu.
Bu nur dan bu ica bolak-balik Bekasi timur itu sampai bulan Juni 2017. Pas itu udah cukup banyak perkembangan rakha dari awal masuk terapi. Alhamdulillah :”) kalau diingat –ingat lagi ya, itu betul-betul deh, gimana rasanya harap-harap cemas kalau udah latihan jalanin program, misalnya hari ini rakha belajar gimana dadah atau kiss bye, atau tangan ke atas, tapi besoknya pas dijalanin lagi rakha nya udah lupa lagi (maklum masih satu sesi aja), ya itu emang udah biasa, jadi gaboleh nyerah, namanya juga proses belajar, apalagi ini sama anak yang spesial :” berlanjut ke bulan-bulan berikutnya, setelah lulus program meniru motorik kasar, lanjut ke motorik halus, alhamdulillah ini gak berlangsung lama jadi langsung bisa lanjut ke program sebelum verbal yaitu imitasi motorik mulut dengan latihan buka mulut plus aktivitas meniup yang tujuannya untuk menguatkan otot mulut. Di program ini rakha juga bisa lulus dengan cepat untuk naik tahap ke program verbal, Alhamdulillah!!! Ini emang yang paling ditunggu-tunggu dari sekian rangkaian terapi. Tujuannya kan memang biar anak latihan berkomunikasi lewat apa yang nantinya dia ucapkan, biar bisa menyampaikan apa yang dia mau, apa yang dia rasakan. sampai pada akhirnya bisa lancar komunikasi sama lingkungan disekitarnya.
Bu nur dan bu ica terlalu excited nih kadang, sampe udah lebih dahulu ngajak rakha bilang “A” “I” “U” “E” “O” hihihi tunggu napa ya bu. Ternyata masuk ke program verbal gak semudah yang dibayangkan. Emang sih, karena ini tuh masa transisi dari yang tadinya gak bisa ngomong sampai bisa ngucapin sesuatu, jadi harus bin kudu sabarrrr. Awalnya rakha diajarin sama bu nur sama bu ica buat meniru ngucapin huruf vokal, terus lanjut ke huruf konsonan, terus suku kata, sampai akhirnya kata. Untuk sampai rakha bisa huruf A aja itu prosesnya panjang sekali :” mana anak itu sempat bete karena belum sempurna pengucapannya akhirnya gak di kasih reward, jadilah rakha main ludah sana sini, nyembur air macam mbah dukun baca mantera, sampai buang makanan coba huffff
Setelah lebaran tahun lalu (2017), tepatnya bulan Juli, bu nur dan bu ica pindah terapi ke rumah aslinya Rakha di Depok karena dia udah diizinin untuk full homebase terapi. Horee!!!
~to be continued~
sabar
Setiap hari saya dan bang atau mba gojek menyusuri jalan dari stasiun L.A alias Lenteng Agung menuju perumahan mega cinere, Depok. Dalam perjalanan dengan jarak tempuh kurang lebih 8,9 km itu sering sekali terjadi percakapan sebagai berikut :
G : ini mbak nya mau pulang ke rumah atau kerja ? (secara tujuannya ke perumahan, tapi berangkatnya barengan jam orang kerja)
N : saya kerja mas/mba… iya di rumah kerjanya karena buat terapi anak autis , kayak privat gitu…
G : setiap hari mbak?
N : kayak anak sekolah sih mas/mba, seminggu liburnya 2 hari
G : emang mbaknya ini dari mana?
N : Bekasi
G : @#$%*! (read: JAUH AMAT)
N : iya, tapi karena udah biasa jadi ngerasanya juga biasa aja kok hehe
G : wah mbak, terus itu ngadepin anak gitu harus sabar banget ya? berarti mbak sabar dong ya?
N : wah tapi semua pekerjaan itu emang butuh sabar ya mas/mba :’)
Duh Ya Allah Ya Robbi…Aamiin Aamiin Aamiin…semoga itu senantiasa menjadi doa. Semoga Allah selalu memberikan kesabaran seluas samudera kepada saya dalam menghadapi keadaan-keadaan sulit yang menuntut kesabaran :”””””””””””””””””
Rakha rusuh. Kadang gak sabaran. -_- . . . . . Cerita susulan, segera!
... light....
" Sulitnya menuangkan cerita di sini "
:"(
-11112017 -
Perasaan yang campur aduk. Sedih dan bahagia sekaligus. Ingatan masa kecil dipaksa berputar kembali, yang dulu menemani berantem sampai antar jemput gantian sekarang harus menemani kala mba Anni maju ke depan menemui A Sofyan.
HUHUHU
Ini apalagi... Ditambah suara abi yang begitu sambil menjabat tangan Aa. Kenapa harus parau begitu suara, bi? Tak sanggup adinda... :'
HUHUHU (lagi)
And... This is 'muka gak mau ninggalin rumah' ala Anni Mujahidah
Tapi, untung aja Aa bisa mengembalikan senyum dan tawa itu lagi *huehe *uhukk
Ini mau tau kenapa? karena ada sedikit percakapan antara A sofyan sama penghulunya
P: "Nah... Sekarang kalau ditanya, apa saudara sudah punya istri?"
A: "Belum" (jawab langsung, ga mikir2, ga sadar jadi gini deh)
Hellaaaawwww Aa -_____-
Seketika ruangan riuh tawa akakakaka
Cucmey moment tapi deh ya ini :
Ini juga... Balik lagi senyumnya :) alhamdulillah...
Ini juga gak kalah sedih dan haru... Saat harus melepaskan putra putri nya untuk berjuang memulai hidup baru
W/ family
Dannn... Alhamdulillah
بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْكَمُاَ فِيْ خَيْرٍ“
Baarakallaahu laka, wa baarakallahu ‘alaika, wa jama’a bainakuma fii khaiir. “Artinya Semoga Allah karuniakan barakah kepadamu dan semoga Ia limpahkan barakah atasmu, dan semoga Ia himpun kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Daud, Tirmdzi dan Ibn Majjah).
Anni dan Sofyan dalam balutan warna biru...
The last pict, sama temen aku
Kebalik balik lah
Rindu kampus... Hueheue :')