2022
Kalau dirangkum dalam satu kata, highlight 2022 versi aku adalah penolakan. Baik yang datang dari pihak lain, maupun dari diri sendiri atas apa yang terjadi sama aku dan apa yang aku rasakan. Penolakan ini muncul di aspek-aspek hidup yang vital, mulai dari pekerjaan sampai urusan hati.
Tahun ini ada banyak hal yang rasanya emang belum jadi jatahku, belum waktunya dikasih aku, atau mungkin emang bukan buat aku dan nanti akan diganti sama Allah. Tahun ini rasanya kayak ditantang sama Allah "Mau ngeluh dan nyerah atau mau bersyukur sambil terus usaha?"
Gustiiii, kenapa susah banget ya belajar merasakan dan menerima? Terima dulu bahwa tahun ini peruntunganku memang bukan di hal-hal yang nggak aku dapet. Terus pelan-pelan rasain sedihnya, rasain kecewanya, dan belajar nikmatin semua rasa yang carut-marut. Dari situ, aku mungkin bisa lihat ada hal-hal lain yang udah aku dapat tanpa banyak usaha, bahkan mungkin tanpa sadar aku dapat dengan mudah. Hal-hal yang memang jatahku. Kalau bisa begini, mungkin hidupku setahun ke belakang bisa lebih mudah.
Tapi buat apa menyesali dan berandai-andai. Di 2023 aku harap aku bisa mulai mensyukuri hal-hal yang memang jatahku dan menerima kalau ada beberapa hal yang memang belum atau bukan buat aku. Belajar ikhlas dan percaya sama rencana Allah karena Ia Al-'aliim, Maha Mengetahui dan aku cuma partikel kecil dari semesta yang udah dikasih porsi buat ngejalanin peranku di bumi Allah.
Aku harap di tahun depan yang tinggal 2 hari lagi, aku bisa mulai menerapkan hal-hal yang aku pelajari di tahun ini. Aku harap aku, kamu, dan kita semua bisa memulai hidup baru sebagai manusia yang utuh dan bahagia.
Here's to happier years ahead!







