Ifyou read this post, may God want you to know that i miss you so badly. But, i cant do nothing about this situation. I miss your laugh and kindness to me even though still any doubt in my head.
NASA
AnasAbdin

JVL

tannertan36
Stranger Things

pixel skylines
tumblr dot com
wallacepolsom
Not today Justin
todays bird
Game of Thrones Daily
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Keni

Andulka
No title available
Jules of Nature
will byers stan first human second
🪼
No title available
DEAR READER
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Canada

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Austria
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Singapore
seen from United States

seen from Germany

seen from Brazil

seen from Germany
seen from Singapore
@byours
Ifyou read this post, may God want you to know that i miss you so badly. But, i cant do nothing about this situation. I miss your laugh and kindness to me even though still any doubt in my head.
Izin mengucap
Hehehe..
Entah kenapa rasanya sangat ringan menertawakan diri sendiri.
Kalau dipikir-pikir betapa beratnya hidup, kerasnya cobaan, dan batu yang terus menerjang tanpa henti. Tak membiarkan pundak berehat dan hati meneduh sejanak. Namun, selalu saja ada kebahagian terselip di antaranya, yang membuat ku terus bertahan atas segala kondisi yang ada.
"Bersyukur"
Masih diberikan kesempatan untuk memperbesar kapasitas hati dan diri dibersamai dengan nikmat yang tak henti.
Salut akan raga dan jiwa yang terus bertahan dibalik sakitnya mental tertekan. Mampu melampaui semuanya meski dengan bekas luka yang mendewasakan.
Kepada pembaca ini. Percayalah, kamu bisa, kamu mampu. Pasti ada jalan atas setiap sesat, ada jawaban atas setiap tanya, dan ada kabul di dalam setiap doa. Teruslah berusaha sampai tak ada lagi keringat yang bercucur.
Terimakasih untuk semua orang yg mendorongku sejauh ini. Mendorong manusia batu nan keras kepala dengan pendiriannya dan tak pernah meninggalkan disaat berat dan susah.
Liriknyaa related banget, kadang apa yamg kita lakukan terhadap orang itu kadang tak berbalas. Sampai dititik ini yang bisa dilakukan adalah memaafkan diri sendiri dan mengikhlaskan
aku pun bisa meletakan semuanya
Paradox
Kita yang datang mereka yang pergi, kita menetap, mereka pergi, mereka datang, kita masih saja menetap, mereka selesai, kita bahkan baru memulai. Kita seperti tersesat di lingkar waktu yang salah, tak mampu berputar normal, hanya mampu mengulang dan terus terulang.
Kita seperti masuk di lubang hitam, kita ada di tengah-tengah proses yang tak mampu kita protes, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus akrab dengan rasa sakit, harus terbiasa dengan kesabaran, air mata yang menetes adalah pelengkap menuju detik ke enam puluh dalam satu putaran menit.
Kita dipaksa untuk tak asing dengan rasa rindu yang menggebu, memaklumi segala rasa yang semakin kaku, dan gemetar yang tak tertahan menahan temu. Kita dipaksa mengalah sejenak melawan ego, hanya demi mengacuhkan rentang yang semakin membentang.
Kita tak mampu keluar bukan karena kita tak sanggup, bukan karena kita memaksa, kita justru memilih berada di bawah tanduk kejenuhan demi sebuah hasil yang cukup untuk mengutuk ketakutan dan penasaran.
Bahkan semesta seperti selalu mendukung kita untuk segera menyatu, dengan keanehan kita yang sebelumnya tak pernah bertemu, tiba-tiba menjadi sepasang kekasih yang saling mengucap rindu.
Banyak ucapan baik yang kita katakan, banyak do'a yang kita harapkan, banyak kelakuan yang kita perlihatkan, banyak keinginan di masa depan yang bisa kita perbincangkan. Baik buruk adalah sebuah jalur, bisa atau tidaknya kita menemukan alurnya, tergantung seberapa sabar kita menjalaninya.
Tentang jarak, sepertinya hanya itu-itu saja yang selalu aku keluhkan, aku yang rindu akan kecanggungan kita saat memulai sebuah percakapan, atau tatapan-tatapan itu yang membuatku semakin sayu, dan tentang aku, yang selalu takut akan ada orang lain yang bisa lebih dekat denganmu.
Akan tetapi, daripada kita terus saja mempermasalahkan sesuatu yang belum terjadi, kenapa tidak saling menguatkan saja, bukankah itu lebih baik ?
Tenang, kita, akan baik-baik saja .
@badutcerdas — 5 Agustus 2019, Kisah Nyata Dalam Mimpi
Serpihan [2]
Sedih yaa hancur berkeping-keping.
Harus memungut kembali seepihan serpihan, menyusun lagi, terluka lagi, dan masih harus dipaksa berusaha.
cobalah mengerti.
disaat seperti ini siapa yg pantas untuk mengeluh. jika sudah malas yasudah. kalau memang tidak mau berusaha, tak apa. aku bisa apa. lelah harus bangkit setelah dijatuhkan berkali-kali dan diminta untuk memulai. tolong hati butuh kalibrasi setelah rusak. kalau seperti ini terus, hanya daku yang berjuang
Serpihan
serangkaian cerita hidup seperti menuju ke keresahan lain saat yang satu selesai. harapan terkadang tak berbayar dengan apa yang dikorbankan. Kecewa layaknya uang kembali yang lumrah disetiap cerita.
Rasanya diposisi insan yang seharusnya mendapat maaf. mendapat kelembuatn disaat hatinya sedang genderang perang terbakar amarah. Namun, kenyataan berbicara lain. seperti terbalik, harus terus menerus memahami kondisi, mengucap maaf meski tak salah, dan mengalah disaat dirinya harus didengar. BOSAN, kata sifat yang tepat mendeskripsikan 1000 ketidak adilan.
Akan percuma rasanya berdebat berjam-jam namun tak kunjung menemukan jalan terang. nikmat sekali melihat oposisi berlaku seolah ia yang sangat terpukul, padahal aku disini yang babak belur.
bermain kata dengan kalimat perizinan, namun apalah arti. yg diucap telah dilakukan sebelum kata *iya* tercamkan.
Pergi hilang. menghapus semua. seolah-olah tak akan ada dampak dimanapun. esoknya dengan santai seperti tak ada badai semalam. memikirnya membuatku malas. apa arti semua ucap, alih alih sudah terlalukan dan terlupakan.
pada akhirnya keharusan akan muncul. keharusan untuk menjadi pemaham yang baik. bukan rumit, hanya saja kamu berputar di dirimu saja. perhatikan lah sudut pandang dan posisi lain. seperti ini sakitnya selalu ada. meski sudah berbaikan, rasanya tetap ada. sakit berkelanjutan
Thank U, Next
Langit Menggelap, lampu - lampu yang tadinya berpendar mulai padam satu persatu. Jalanan mulai lenggang, hanya menyisakan mobil mobil yang kembali ke peralihannya.
Yang Terjaga mulai memejamkan mata, mengistirahatkan jiwa-jiwa lelah dalam tekanan batin dan pikiran. Perlahan terbuai dalam nyamannya lelap, terbawa kedalam ketenangan batin. Harap cemas apa yang terjadi hari ini terlupakan, sakit yang dirasa mulai sembuh, luka yang ada mulai mengering, dan doa untuk yang terbaik diesok hari terkabulkan saat terbangun nanti.
Terimakasih untuk raga dan hati yang selalu kuat dan tahan menopang jiwa yang melemah, lelah dengan keadaan, dan keluhan batin tak berujung. kamu luar biasa bisa sampai sekuat ini. Istirahatlah sejenak dari hiruk pikuk kehidupan yang tak akan pernah usai.
Rasanya selalu ada alasan untuk menyerah, tempat untuk berhenti, dan keinginan menyudahi. namun, hati berkata lain. disaat alasan itu muncul di dimensi lain pun selalu ada alasan untuk bertahan, kata yang menguatkan, dan harapan yang menjanjikan. akhirnya lagi-lagi jiwa ini memilih untuk tetap selalu berada diposisi bertahan penuh harap.
Terimakasih untuk 20 tahun berjuang bersama melawan segalanya dan selalu bertahan atas segala riungan masalah yang bertubi-tubi muncul akhir-akhir ini. kita adalah kolaborasi yang terbaik. kau raga yang kuat dan kokoh denganku jiwa yang tegar dan penuh pemahaman
New Chapter
Tak disangka, ternyata dilembaran buku selanjutnya ada kamu disana.
Kamu yang bahkan hampir tak pernah terbesit, masuk dalam runtutan cerita yang abstrak ini.
Datang membawa warna, membuat goresan kisah lebih apik. warna baru yang tak pernah ku lihat sebelumnya.
membuat runtutan kisah yang memainkan hati dalam satu lingkup waktu antara senang dan menyebalkan, diantara hitam dan putih, dan berakhir dengan tawa.
Entah, akan bagaimana bagian ini terbuat, bagaimana alur ceritanya, dan bagaimana nanti ujungnya. Yang aku harapkan adalah menjadi cerita baru yang tak pernah ku alami sebelumnya.
Setidaknya, ketika bagian ini selesai. Dan buku ku simpan dalam jejeran buku pada perpustakaan hidupku nanti, dapat ku pilih dan ku baca ulang kembali. ternyata kamu pernah ada. pernah disini, datang membawa hal yang kucari dan memberi hal yg aku butuhkan.
tak ada kata lagi, rasanyaa ingin kuserahkan pena ini, biarkan kau menulis di lembaran-lembaran buku ini sesukamu. aku hanya ingin melihat bagaimana cerita yang kau buat. aku hanyalah seorang penggemar yang menunggu author favorite nya merilis buku yang ia tulis.
apapun yang kau tulis. itu yg aku terima, tidak menuntut dan siap membaca berkali-kali.
terimakasih,
untuk setiap rangkaian kata dalam bagian buku ini.
w/Love
Should I tagged this chapter?
Dunia tak boleh tau kamu sedang babak belur. Dunia hanya boleh tau kamu masih tegak dan tak hancur selepas badai menerjang.
— Taufik Aulia
Bertahanlah Sehari Lagi
Mungkin ini berat. Mungkin rasanya menyiksa hingga mati terasa jauh lebih baik ketimbang bertahan melewati ini semua. Aku mengerti. Aku tau ini semua terasa tidak adil. Seakan berusaha adalah percuma. Seolah tiap tenaga hanya tak lebih dari sebuah usaha untuk menahan luka lebih lama.
Namun begitulah hidup. Setiap orang akan merasakannya, dipaksa melepas apa yang begitu digenggam dengan bahagia, dipaksa ikhlas ketika sudah berjuang sekuat tenaga. Aku tau ini berat, begitu berat. Tapi percayalah, semua ini akan berlalu. Berubah jadi menjadi lebih baik.
Waktu akan menyembuhkan segalanya. Sulit memang rasanya untuk kembali percaya setelah semua kecewa. Namun biar bagaimanapun hidup akan tetap berjalan, waktu akan selalu menyembuhkan luka. Dan kelak semua akan kembali baik-baik saja.
Kau hanya butuh bertahan satu hari lagi. Setiap harinya.
Tak usah terburu-buru untuk bangkit. Pelan-pelan saja. Melangkahlah perlahan. Tanamkan sedikit kata-kata dalam kepala bahwa terkadang ada hal-hal yang tak mungkin kita dapatkan sekeras apa pun kita telah berusaha.
Bertahanlah.
Sehari lagi.
Biarlah emosiku dan kecewaku aku yang tangani. Kamu tak perlu. aku khawatir jika begini, justru aku yang akan dijauhkan. biarlah hati ini yang lelah. asal tetap ada
Byrs
million
Nyatanya yang merasakan perih bukan hanya diri ini, pasti banyak juga hati-hati di luar sana yang terluka,mungkin lebih parah. bukan mau membandingkan tapi ingin membuat diri ini kuat, dengan terus merasa beruntung bahwa setidaknya masih dalam kondisi yang baik baik saja hingga saat ini.
karena yang bisa menguatkan diri adalah diri sendiri.
😟
Time waits for no one
Yang Datang bersama doa - doa. Yang Menemani membawa kisah.
Terimakasih telah memberikan terang, biarlah esok hari terus berganti.
Jika pada ujungnya hanya kecewa yang ada, tak apa. ada sebuah pelajaran yang dapat ku dapat. mendewasakan diri tak hanya soal menyikapi masalah yang ada. tapi juga soal bagaimana memahami diri sendiri.
Ternyata kebahagian bukan soal harapan yang terpenuhi. tetapi bagaimana cara diri ini memilih. Jika nanti akan pergi, tak perlu pamit. Biarlah diri ini terbiasa perlahan. Karena waktu tak pernah menunggu siapapun, biarkan terus berjalan, jangan buat diri ini terjebak dimasa itu, masa berat dan menyulitkan. jika sakit nanti yg terus terasa tak apa. lama kelamaan semua akan membaik, setidaknya aku tidak terlarut terus menerus.
Bukankah adalah hal baik memanfaatkan sisa waktu yang sekarang ada? karena kedepan tak ada yang dapat di sentuh semuanya terlalu abstrak untuk diraba apalagi diharapkan.
Ketika usaha tak lagi ternilai. Namun tetap saja dilakukan. Percayalah, nilai keegoisanya sudah ia tekan serendah-rendahnya untuk mempertahankan hubungan yang ada.
- 17:43 KRL
- who you are for me? -
DRA Berjalan di tepi trotoar di kota metropolitan, dihiasi oleh banyak moment dan bagian yang melengkapi satu dengan yang lainnya. Ketika melihat pohon pucuk merah, mungkin itulah gambaran dari dirimu, ketika orang berlalu lalang dengan kesibukannya, tanpa mereka sadari kamu ada. Namun, diketidaktahuan orang akan dirimu tidak menghilangkan kebaikan yang ada di dalam dirimu. Kau tetap berdiri disana membersihkan udara di tepian jalan, menyejukan pemandangan di tepi jalan, memberikan suasana nyaman bagi mata yang melihatnya. Bermanfaat, karena terlalu bermanfaatnya sampai - sampai orang melupakan dirimu. But that doesn't making you down. Kau tetap secerah ketika terik matahari menerpa. Ketika yang lain senada berwarna hijau, kau memiliki daya tarik tersendiri yang orang lain kamu miliki. Merah dikala yang lain hijau. Perbedaan itu tidak membuatmu nampak usang ataupun jelek, justru hal itu yang membuatmu semakin menarik. Terimakasih untuk segalanya. Tetaplah menjadi seperti pucuk merah yang bermanfaat dan selalu menghiasi hari - hari siapapun. Tetaplah baik walaupun tiada orang yang mempedulikan. but one important things that you should know! kita selalu ada untukmu dikala yang lain melupakanmu 🍂 - Noer Syahbani