Maafkan saya karena sudah terlalu jauh menilaimu dengan baik.

No title available
dirt enthusiast
Alisa U Zemlji Chuda
Monterey Bay Aquarium

shark vs the universe
TVSTRANGERTHINGS
No title available
RMH

Kiana Khansmith
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
d e v o n
Peter Solarz
I'd rather be in outer space 🛸

pixel skylines
tumblr dot com
Cosmic Funnies
Today's Document

@theartofmadeline
One Nice Bug Per Day
AnasAbdin

seen from Germany

seen from Türkiye
seen from Italy

seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Germany
seen from China

seen from Belarus

seen from Italy

seen from Canada

seen from Portugal
seen from Brazil

seen from United States

seen from United States
seen from Italy

seen from United States
seen from Australia
seen from United States

seen from Malaysia
@ca-pucinus
Maafkan saya karena sudah terlalu jauh menilaimu dengan baik.
Beberapa orang menjadi alasan orang lain untuk bertahan. Saya harap, kita semua dapat bergantung kepada diri sendiri ketika harus bertahan.
Rasanya ditinggalkan masih sama. Sama - sama membuat dada saya terasa sesak. Seperti ada yang mengganjal. Seperti ingin meledak. Bertanya apakah ini benar adanya?
Saya ditinggalkan oleh salah satu member Grup Idol Korea yang saya pilih untuk saya beri dukungan. Meskipun bukan ditinggalkan seperti orang - orang yang mengenal saya secara pribadi, tapi rasanya begitu sesak.
Belum ada 3 tahun saya mengenalnya, mengapa saya sudah ditinggalkan? :(
Sebelum saya memutuskan untuk menjadi salah satu orang yang mendukung mereka, saya ingat bahwa saya meyakini diri untuk tetap kuat dan tegar jika suatu saat hal seperti ini terjadi. Tapi ternyata? Air mata saya tumpah juga. Saya merasa sakit juga. Dan rasanya sama seperti yang sudah - sudah. 1, 2, 3 jam tak berkesudahan.
Kini saya bingung, bagaimana menyudahi nya? Saya ingin melepasnya. Membiarkan nya hidup bahagia dengan jalan yang dia ambil. Teman - teman nya juga sudah merelakan demi kebahagiaan nya.
Sebagai manusia yang sering di tinggalkan, saya seharusnya sudah paham bagaimana harus menyikapinya. Tapi saya rasa saya memang butuh waktu untuk menangisi dan meyakinkan diri bahwa dia akan tetap baik - baik saya meskipun sudah berdiri sendiri tanpa bayang teman - teman nya.
Mark, I really love you and Members really loves you and will supporting you till the end of time.
마크씨, 사랑한다 <3
2026년 4월 3일에
-루마이샤-
Goodluck, Mark.
- 2026년 4월 3일, 마크씨는 엔시티에서 졸업했습니다
Good Luck on your own path, Mark Lee.
(2026년 4월 3일, 마크씨는 엔시티에서 졸업했습니다)
Didalam bising, saya menemukan hening. Hening yang berisik. Lelah. Tetap saja berisik. Mengganggu.
Tidak dapatkah mereka diusir pergi? Saya lelah.
SIAPA YANG DAPAT MEMELUK DIRI INI LEBIH ERAT?
Hampir setiap harinya saya memulai hari dengan menarik nafas sangat panjang. Berharap di hari itu tidak ada hal - hal yang membuat saya tercengang serta kaget berkepanjangan. Berharap semua berjalan tanpa ada interaksi yang menimbulkan masalah yang di ada - ada.
Singkatnya, hanya berharap sebuah ketenangan tanpa kebisingan yang mengusik satu hari panjang.
Minggu, 8 Maret 2026 pukul 21.11 WIB
Pagi tadi saya berniat untuk meninggalkan sebuah ingatan tentang seorang laki - laki yang sempat berhasil membuat saya merasa menemukan "jodoh" nya. Ya memang benar itu hanya perasaan saya saja, karena memang ternyata tuhan tidak menggariskan saya sebagai pengisi ruang kosong dihidupnya.
Saat tengah menulis, saya menyimpannya kedalam draft. Saya fikir menuliskan nya membutuhkan banyak persiapan energi dan tenaga yang bisa saya dapatkan setelah berbuka puasa. Tepat sebelum saya menulis ini, saya melihat draft tulisan lain yang juga masih saya simpan. Dan ternyata? Ingatan saya tentang pernah menulis sedikit tentangnya disini benar, tapi belum sampai saya bagikan.
Oh, memang laki - laki itu sepertinya hanya cukup sampai saya simpan sebagai draft saja. Saya rasa ini bukan sebuah kebetulan, lagi - lagi takdir Allah yang membuat ini semua terjadi.
Kini laki - laki itu sudah mengikat janji dengan wanita yang dipilihnya. Dengan begitu, semua keraguanku tentang nya seharusnya sudah berakhir. Keraguan apakah pertemuan kami kembali itu merupakan pertanda baik ataukah pertanda buruk.
Lagi dan lagi saya harus menjadikan semua yang terjadi sebagai sebuah pelajaran. Bahwa yang datang kembali belum tentu untuk kita miliki. Memiliki banyak kesamaan bukan berarti berjodoh. Justru itu sebagai warning atau tanda bahwa terkadang setiap jodoh bertemu itu dari saling mengisi sisi berbeda satu sama lain.
Selamat berbahagia, laki - laki yang saya cintai namun tidak untuk dimiliki.
진짜 오랜만에 여기서 포스팅을 안썼다!
Banyak sekali hal yang terjadi 2 tahun belakangan sejak postingan terakhir saya disini.
또 놀라운 일들이 많이 일어났다.
Seperti biasa, banyak hal mengejutkan hadir kembali kedalam hidup saya. Sesuatu hal yang sebenarnya sudah pernah terjadi di masalalu namun kembali terjadi di masa sekarang.
The first one is, saya menerima kembali orang yang awalnya seperti sahabat karib namun ternyata dia hanyalah orang yang iri terhadap hidup saya yang menyelinap dan berkamuflase sebagai seseorang yang menganggap dirinya peduli dengan hidup saya.
Perbuatan baik itu tidak salah, namun memaafkan dan berusaha berpikiran positif terhadap orang yang di masalalu mengacak - ngacak hidup kita dan menerimanya kembali masuk dan terlibat kembali ke hidup kita itu sungguh terasa sebagai sebuah dosa yang kita lakukan kepada diri kita sendiri. Semoga allah maafkan perbuatan baik saya yang ternyata menjadi perbuatan dzolim terhadap diri saya sendiri. aamiin.
The second one is, saya menerima kembali orang yang sudah menyakiti hati saya di masa lalu lalu maafkan nya dengan sepenuh hati saya. Orang - orang terdekat saya dan terdekat nya sangat amat tahu betapa saya sangat membenci sikap dan tindakannya yang sangat merugikan. Namun Qodarullah, allah melembutkan hati saya untuk memaafkan kesalahan dan tindakannya yang menyakiti hati saya.
Qodarullah Qodarullah Qodarullah. Semua terjadi betul - betul atas kehendak Allah.
Terimakasih sudah berani memperlakukan ku sebagai "wanita" malam ini. :)
Aku cuma mau cerita kalau Kedai Kopi Rumahan ini merupakan salah satu tempat yang direkomendasikan nya kepadaku.
Sudah memasuki dini hari dan isi kepalaku masih ramai dengan penyesalan hari kemarin dan kemarinnya lagi. Sesak sekali rasanya.
Dear Ahn Bo Hyun,
Banyak hal yang ingin aku sampaikan. Tetapi aku terlanjur hanya ingin menangis. Menangis bahagia karena dapat bertemu kamu sedekat ini!
Sehat dan bahagia selalu ya. <3
Ada hal yang masih mengganjal di hati. Ada ingatan yang masih mengganggu. Akan coba ku urai satu demi satu.
Semakin bertambahnya usia ternyata aku banyak menaruh harapan kepada manusia. Saat itulah aku tersadar bahwa aku semakin lelah menghadapi makhluk yang bernama "Manusia".
Aku menjadi orang yang senang menyendiri. Kemanapun, dimanapun, kapanpun, aku lebih senang "sendiri". Ya, aku jadi sering merasa lelah dengan keramaian.
Di tempat yang ramai sekalipun aku lebih sering merasa sepi. Aku sering ingin pergi ketempat yang jauuuuuuh seorang diri.
Bukan. Konotasi disini bukan aku ingin mati.
Aku hanya lebih ingin beristirahat dari ramainya isi kepala dan cemasnya hatiku ini. Saat memejamkan mata, hatiku seperti teriris, sedih, takut, cemas, akan semua hal negatif yang sudah lama berlalu maupun hal yang belum terjadi.
Aku lelah atas semua yang terjadi didalam hidupku.
Aku lelah atas semua yang terjadi kepada hidup orang lain yang ceritanya aku ketahui baik disengaja karena diberi tahu, maupun tidak sengaja diberi tahu orang lain.
Aku lelah atas semua hal yang bukan menjadi tanggung jawabku. Aku lelah. Aku lelah. Aku lelah.
Jika lelah, manusia biasanya akan menyuruh untuk istirahat. Tapi entah mengapa untuk beristirahat saja terkadang aku masih takut.
Ku tarik nafas panjang, ku atur perlahan seraya berkata "I am okay. 괜찮아. Kamu gak apa apa." Berkali - kali ku coba, cemasku mereda. Tetapi bukan berarti hilang.
Saat kuliah, mereka bertanya "kapan lulus?". Setelah lulus, mereka bertanya "kapan kerja?". Setelah kerja, mereka bertanya "kapan menikah?". Setelah menikah, mereka bertanya "kapan punya anak?".
Manusia tidak akan berhenti bertanya selama masih memiliki mulut, hati dan pikiran. Dan hanya akan berhenti bertanya ketika, "Mati".
Itulah hidup.
Mengapa kau senang memberiku informasi tentang rumah dan lingkunganmu? Padahal kuncinya jelas tidak untukku. Setegar itukah kamu melihat hati dan perasaanku? Atau sebodoh itukah kamu tidak dapat melihat kemana arah hatiku? Atau setega itukah kamu sengaja melakukan semua itu?