Bosan
Tahun keempat kerja remote, empat tahun pula stuck di rumah.
Ingin kulepaskan ini dan pergi, bekerja di kantor lagi, bertemu orang-orang.
Sumpek.

❣ Chile in a Photography ❣
TVSTRANGERTHINGS

titsay
hello vonnie

★
Sade Olutola

JVL
🪼
YOU ARE THE REASON
Alisa U Zemlji Chuda

Origami Around

Product Placement

Discoholic 🪩
Jules of Nature
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

roma★
trying on a metaphor
we're not kids anymore.
No title available
Peter Solarz

seen from Singapore
seen from United States
seen from Jamaica

seen from Mexico
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Brunei
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@catatansetiaphari
Bosan
Tahun keempat kerja remote, empat tahun pula stuck di rumah.
Ingin kulepaskan ini dan pergi, bekerja di kantor lagi, bertemu orang-orang.
Sumpek.
It's the right time. Perfect time.
Hei, waktu berubah, tak sama waktu yang silam
Tiada yang meminta seperti ini
Tapi menurutku Tuhan itu baik
Merangkai ceritaku sehebat ini
Senin, 8 Februari 2021
Ketika rindu menggebu-gebu Kita menunggu Jatuh cinta itu biasa saja
Senin, 18 Januari 2021
Dan diriku bukanlah aku Tanpa kamu tuk memelukku Kau melengkapiku Kau sempurnakan aku
Dan diriku bukanlah aku Tanpa kamu menemaniku Kau menenangkanku Kau melegakan aku
Senin, 11 Januari 2021
Hari ini, sambil bekerja dan mendengarkan musik di Spotify secara random, saya mendengar sebuah lagu dengan lirik dan komposisi yang bagus sekali.
Sanggupkah kau dan aku memulai kembali Merangkai hati yang hancur berkeping-keping
Tidak akan ada yang sia-sia
Tidak akan ada yang sia-sia
Saya menganggap diri saya termasuk orang yang telat lulus kuliah.
Penyebabnya, saya kuliah S1 Ilmu dan Teknologi Kelautan di IPB sejak lulus SMA hingga akhir 2011. Setelah itu, karena bosan dan ingin belajar ilmu sosial, saya ikut SNMPTN lagi dan akhirnya diterima di program S1 Ilmu Sejarah Unhas. Saya lulus tepat waktu, yaitu pada September 2016, namun tetap saja ada perasaan tertinggal…
View On WordPress
Selasa, 20 Oktober 2020
Kau belah dadaku, mengganti isinya. Dihisap pikiranku, memori terhapus. Terkunci mulutku, menjeritkan pahit.
Ahad, 18 Oktober 2020
Sehabis pulang dari makan di RM Nelayan di Jalan Ali Malaka, aku membuka handphonemu. Aku buka Notes dan menemukan catatan. Baru hari ini kutahu bahwa kamu menunaikan amanahku untuk mencatat keseharianmu ketika dipindahkan ke RS Sayang Rakyat, meskipun yang sempat kau tulis baru sehari.
Kamu ini paling jago bikin aku terisak. Setiap malam aku tidur berdua bersama Aruna. Setiap aku tidur, aku sadar bahwa kamu sudah hidup di bawah naungan Allah secara langsung. Namun setiap aku bangun, selalu saja jiwaku goyah karena mencarimu. Aku tidak mendapati ragamu lagi di pelukku.
Kanda rindu.
Jumat, 16 Oktober 2020
Tunggu kanda di sana.
Selasa, 15 Oktober 2019
Kangen istri, anak.
Rabu, 20 Februari 2019
Malam, pukul 20.18, aku sendiri di perpustakaan. Aku sekarang bekerja sebagai wartawan dengan posisi reporter di majalah Gatra. Kantornya, hmm, agak antik, namun sejauh ini aku nyaman bekerja di sini. Salah satu hal yang paling kusuka adalah mengikuti rapat perencanaan, alias sidang redaksi. Awalnya rapat itu diadakan setiap selasa, namun dua pekan terakhir ini diubah menjadi rabu. Jadi tadi juga ada sidang redaksi. Cukup panjang, dari pukul 14.00 hingga 17.00. Mereka yang hadir antara lain Bang Nur Hidayat, Aki (Hidayat Gunadi), Aditya (AKI), Putri Kartika Utama, Basfin Siregar, Sandika Prihatnala, G. A. Guritno, Sujud Dwi Pratisto, Pak Jumadi, Meigitaria Sanita, Aulia Putri Pandamsari, Egy Fadliansyah, dan dua anak magang: Yori dai UIN Jakarta (Jurusan Hukum Ekonomi Syariah) dan Tahi Tambunan (Jurusan Broadcasting dari sebuah kampus di Depok). Selesai rapat, salat, dan bersama Egy, Gita dan Aulia pergi makan bakso di Raos (aku lupa nama lengkapnya) di dekat lorong kecil TMP Kalibata. Menjelang selesai makan, Aulia mengajak pergi ke IFI Prancis untuk ikut talk tentang almarhumah NH Dini. Tapi waktunya sudah mepet, jadi batal. Kami kembali ke kantor, jalan kaki, salat magrib. Aulia sepertinya pulang duluan, sedangkan aku langsung ke Perpus. Di sana aku menemukan buku sejarah lisan berjudul Menelusuri Jejak Ayahku karya Harsono Tjokroaminoto yang diterbitkan ANRI. Merasa bosan, buka youtube, cari lagu Puritan karya Homicide yang tiba-tiba kuingat, padahal lagu itu sudah lama, mungkin lebih dari 10 tahun lalu. Aku memulai kembali menulis di sini karena sempat, bukan karena mau menulis rutin lagi. Aku kadang ngeri juga membayangkan apa yang kulewati setiap hari akan jadi sejarah yang tidak tercatat. Oh iya, tadi pagi hingga siang aku menghadiri acara kumpul alumni AS di Kedubes AS yang baru, di Medan Merdeka Selatan. Tempatnya nyaman juga. Ketemu bang Putra Aditya, orang Minang yang sudah jadi koordinator YSEALI sejak 2016. Aku sebenarnya sedang menunggu hasil pengumuman akhir YSEALI Media Literacy Workshop yang akan diadakan di Myanmar bulan depan -belum ada kabar jelas. Ketika buka website kedutaan, aku lihat posisi YSEALI Coordinator di US Mission to ASEAN yang ditinggalkan Stella sudah diiklankan. Aku diam-diam mengisi formulir elektroniknya dan mendaftar.
Catatan ini aku tulis di Perpustakaan Gatra. Selesai ditulis pukul 20,33 WIB.
Jumat, 15 Juni 2018
Katamu yang begitu kampungan. Baik, I've marked it.
Rabu, 6 Juni 2018
Entah kenapa aku selalu ketakutan setiap malam menjelang tidur. Menjelang mata tertutup, aku selalu teringat akan berbagai hal, terutama tentang kematian.
Apa yang terjadi pada manusia setelah mati? Apakah ketika jantung berhenti dan kita mati, kesadaran (conciousness) kita masih ada? Mengapa dunia ini ada? Dimana awal dan akhirnya?
Rabu, 6 Juni 2018
Aku hanya menuntut yang sederhana saja. Kamu hafal beberapa kalimat suci dan buka mata lebih lebar untuk melihat kenyataan dunia ini.
Jumat, 1 Juni 2018
Kebohongan besar dimulai dari kebohongan kecil.