hoshizora orchestra
almost home
NASA

Janaina Medeiros

PR's Tumblrdome
Not today Justin
Peter Solarz
Sade Olutola
art blog(derogatory)
occasionally subtle
Game of Thrones Daily
YOU ARE THE REASON

@theartofmadeline
RMH
No title available
styofa doing anything
hello vonnie
Keni
One Nice Bug Per Day

titsay

Discoholic 🪩

seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States
seen from Brazil

seen from Iraq

seen from Iraq
seen from Iraq
seen from Australia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Saudi Arabia

seen from Australia
@chiroissant
hoshizora orchestra
Uring-uringan
Toya merasa emosi seorang An akhir-akhir ini berbeda dari biasanya.
"Soal komite kedisiplinan lagi?" lamunan An buyar kala seorang pemuda bersurai dwiwarna datang menghampiri dirinya.
"Apa?" An masih mencerna maksud dari kalimat yang ditujukan padanya itu.
"Kamu uring-uringan begitu, soal komite kedisiplinan lagi?" Toya—pemilik surai dwiwarna itu mengulang pertanyaannya.
An mengedipkan matanya beberapa kali. "Eh, itu.. Apa begitu kelihatan?"
"Hmm, kurasa tidak begitu kelihatan jika kamu menanyakan hal itu pada yang lain." Toya menggelengkan kepalanya, menjeda ucapannya sejenak.
"Namun begitu kelihatan jika kamu menanyakan hal itu pada diriku." Toya mengakhiri ucapannya dengan senyum tipis. An terdiam sebentar mendengar ucapannya.
"Kenapa?"
"Karena aku selalu memerhatikanmu, Shiraishi." Toya tersenyum, menepuk kepala An sebentar. Wajah An sontak berubah menjadi merah padam, benaknya kini sibuk mencari kata yang yang cocok untuk membalasnya.
"Seperti kamu yang selalu memerhatikanku, benar kan?" tubuh An membeku, lidahnya terasa kelu. Tenggorokannya tercekat, kini sepatah kata pun tak dapat keluar dari bibirnya itu.
— Sebuah fanfiksi TouAn karya Chithira Nara
Dua Toga Kelulusan
Gandengan tangan yang diimpikannya kini sudah dimiliki yang lain.
Ribuan toga dilemparkan ke udara. Tawa serta tangis haru memenuhi atmosfer ruangan gedung. Semua wajah memancarkan sinar kebahagiaannya. Rangkaian bunga ucapan selamat atas kelulusan SMA Kamiyama terpampang dimana-mana.
Ruangan gedung tampak sesak. Dengan susah payah Emu menyelinap kesana-kemari dengan senyum yang tak kalah lebar dibandingkan dengan yang lainnya.
Netra merah mudanya menyapu keseluruhan sudut ruangan, mencari seseorang yang sejak tadi ia nantikan kehadirannya. Senyum manis itu semakin lebar taktala matanya berhasil menangkap sosok yang dicarinya.
"TSUKASA-KUN!" Teriakannya menggema di langit-langit ruangan. Dengan cepat Emu berlari, bersiap untuk memberi pelukan kejutan sebagai simbol kebahagiaan seperti biasanya.
"Oh, Emu?" Tsukasa—sosok lelaki yang semenjak tadi dicarinya menoleh, membalas senyum lebarnya.
Dengan tangan yang sedang asyik menggandeng gadis bersurai biru mudanya.
Emu memelankan larinya, batal memberi pelukan kejutan. Senyum manis masih terpatri di wajahnya. Gadis bersurai merah muda pendek itu mengucapkan selamat dengan pelan, lantas berbalik mencari keberadaan teman lainnya.
Dia lupa kalau dirinya kini hanya gadis yang hanya bisa menahan sesak dibalik kebahagiaan orang yang tidak menganggapnya tidak lebih dari teman.
— Sebuah Fanfiksi (Fanfiction) TsukaEmu ft. TsukaShizu karya Chithira Nara
uploading my old fanfiction ikz
perlu pake art gak ya
since elon continued to k*ll twt I'll post my art for ruinene week here too
stress