“The cost of not following your heart is spending the rest of your life wishing you had.”
— Unknown
ojovivo

⁂

No title available
we're not kids anymore.

★

oozey mess

Andulka

titsay

ellievsbear

Janaina Medeiros
art blog(derogatory)
YOU ARE THE REASON
I'd rather be in outer space 🛸
will byers stan first human second
taylor price
🪼
todays bird

PR's Tumblrdome
Cosmic Funnies
d e v o n
seen from Syria

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands

seen from Portugal

seen from Ireland
seen from Brazil

seen from South Africa
seen from Greece

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@cloudyredroses
“The cost of not following your heart is spending the rest of your life wishing you had.”
— Unknown
Just drink the poison until you get dizzy. Heal by the medicine from doctor's prescription.
archived. see yaa. let open new pages :)
I know you just pretending to don’t like her.
Who’s doesn’t likes fresh fish?
Even the blind one if they know how great the fresh fish are will take the consequences to eat.
I know something hidden from me.
You don’t have to explain it.
I know the truth is.
Why are you lying?
Does her doing something that makes you feel important?
The puzzles will be completely done after I put one by one to the box.
Hopefully I could get the chance to complete it before I or maybe you go.
Hi, I’m back because I need my world back. I don’t want you to be mine. I just need to stay alive while I doesn’t.
Stayed
Lebih mudah bagiku untuk menyingkirkan orang yang sudah menyakiti.
Aku tau mungkin ini hanya harapan saja tapi bisakah kita tetap bersama dan tidak pergi sampai kita bersepakat untuk tidak lagi saling menyapa?
Aku yakin, aku hanya menjadi bahan tawamu saja.
Bukan aku yang kamu inginkan. Bukan juga aku yang kamu harapkan.
Kamu hanya berusaha mengimbangi perilaku yang aku lakukan saja kan?
Kamu hanya menerima apa yang aku suguhkan, iya kan?
Kamu hanya berusaha menghargai semua yang aku berikan. Iya kan???
Apabila memang seperti itu..
Tolong.. yakinkan aku untuk menyudahi semua usaha yang tanpa sadar terus aku lakukan.
Tuhan yang berkuasa atas hati setiap hambanya. Tuhan juga yang menjauhkan dan mendekatkan setiap hambanya.
Tapi bila aku boleh memilih, izinkan aku untuk dapat lebih lama bersama denganmu.
Menikmati setiap waktuku ketika bersama denganmu.
Tuhan... Tolong izinkan aku menjadi pilihan dia yang aku pilih..
Repeated (?)
Jangan heran bila aku mampu menebak apa yang kamu rasakan.
Anggap saja itu hanya lelucon semata untuk memecah hening.
Bila kamu tidak sepaham dengan ucapanku, anggap saja aku memang seorang yang menyebalkan sesuai dengan sangkaan dari pikiranmu itu.
Tapi sering kali apa yang dapat aku rasakan ini adalah sesuatu yang valid.
Aku mampu merasakan apa yang ingin aku rasakan.
Aku mampu membuat perasaanmu menjadi lebih baik akan tetapi bila kamu lebih memilih menyimpannya seorang diri, aku bisa apa?
Yang berhak atas perasaan itu adalah kamu sendiri bukanlah aku atau orang asing lainnya.
Bila memang menginginkan ku untuk diam dan pergi, tidak perlu memperlakukan ku seperti bayangan.
Cukup dengan berkata yang sesungguhnya saja aku akan mengikutinya.
Berikan rasa sakit yang sesungguhnya bila memang kamu menginginkan ku untuk pergi menjauhi mu.
Aku tidak lagi mau menuliskan nama siapapun dan cerita siapapun didalam sebuah tulisan.
Dan bila kenyataannya aku menuliskan cerita itu pada secarik kertas atau pun pada sebuah laman bacaan umum, bisa dipastikan cerita itu akan berakhir dengan cepat dan tidak lagi memiliki cerita lain seperti yang sebelumnya pernah terjadi.
Terima kasih telah memberikan pelajaran walaupun singkat.
Terima kasih karena telah membiarkan ku masuk untuk sekedar membaca tanpa suara.
Terima kasih sudah menyediakan tempat untukku bersandar sejenak dikala lelah.
Terima kasih karena sudah mampu membuatku melihat bagaimana seharusnya aku bersikap kepada setiap orang yang berbeda.
Terima kasih karena memberikan pelajaran yang bukan hanya teori tapi juga praktek nyata.
Terima kasih karena tidak mengucapkan selamat tinggal dan tetap membuka pintu untuk siapapun masuk dan mengetuk pintu tersebut.
Benar katamu. Aku memang seorang yang berlebihan. Berfikir lebih, bersikap lebih, bereaksi lebih dan berharap lebih.
Memang yang seharusnya tidak bisa menjadi milikku tidak aku paksa apapun alasannya.
Terulang kembali untuk yang kesekian kali dan pelajaran itu dengan mudah aku lupakan tetapi rasa yang pernah datang selalu mengusik rasa trauma untuk ikut bertamu satu persatu.
Kisah ini pun tidaklah nyata. Hanya aku yang mengharapkan sesuatu yang mustahil terjadi. Kisah ini hanya pemanis sebelum aku memulai cerita baru yang membuat terkesan.
Kata orang, apapun yang ditakdirkan untuk pemiliknya, sejauh apapun dia pergi, pasti akan menemukan jalan untuk kembali ke pemiliknya dan bila tidak kembali, mungkin kamu memang bukan pemilik aslinya.
Benar begitu kan konsepnya?
Hi.. I’m back. But feeling lost.
Tikus Elit
Tikus-tikus elit yang bersembunyi dibalik meja kayu mahal telah terbangun
Terbelalak sudah mata mereka menatap mangsa yang sudah ditandai
Menggosokkan sepasang telapak tangan seakan menyambut makanan enak datang
Tidak ada satupun dari mereka yang bersuara ketika makanan tersebut telah habis disantap
Mereka kembali tertidur dengan perut yang membesar karena terlalu kenyang menyantap semua mangsanya
Tertidur.. Hingga mereka lupa untuk terbangun.
Aku
Serasa ingin menertawakan diri sendiri karena ulah yang telah diperbuat
Kebodohan hingga kemalangan yang terjadi bisa jadi murni karna kesalahan diri ini mengambil keputusan
Menjadi wanita egois, cuek tapi perhatian itu lah aku.
Menjadi seorang yang ingin dianggap berbeda dan istimewa itu juga aku.
Bukan aku bila melihat orang yang ada di depanku saat itu bukan dengan tatapan yang sinis. Terlebih untuk mereka yang aku anggap sebagai “pengganggu”.
Hai..
Mungkin suatu saat nanti kamu akan kembali membuka link tulisanku
Aku tidak mau mengatakan bahwa aku rindu kamu
Aku hanya ingin aku juga bahagia dengan pilihanku dan dia yang memilihku
Sama seperti kamu yang memilih dirinya
Beberapa pria berusaha mendekati ku
Aku yang tidak memiliki kemauan untuk mendekati dan menanggapi pendekatannya hanya berusaha bersikap baik
Mereka beberapa kali bertanya kapan aku bisa pergi keluar bersama dan sekedar menawarkan tumpangan untuk mengantar pulang ke rumah bersama
Tapi aku menolak.
Bukan karna aku tidak tertarik
Aku hanya masih menghargai perasaan ini yang masih terasa perih bila harus merasakan sakit yang kesekian kali
Aku juga merasa cukup hati ini merasakan sakit
Aku tau merindukan itu begitu berat..
Aku cukup paham dalam membiarkan rindu ini memeluk erat diriku dalam diam.
Aku cukup pandai berpura-pura menanti sebuah harapan baru yang indah yang entah kapan akan datang.
Aku cukup pandai berkeluh kesah kepada Tuhan ku untuk semua perasaan yang tumpah saat aku berbincang denganNya.
Tuhan ku Maha Baik
Tuhan ku Maha Memeluk
Tuhan ku Maha Menenangkan
Tuhan ku selalu tau kapan aku akan datang dan bercerita denganNya
Ia selalu menantikan cerita cerita ku disetiap harinya
Ia memelukku erat, memberikan aku ketenangan, memberikan aku rasa aman, memberikan aku perasaan yang tidak dapat aku jelaskan dalam sebuah tulisan
Dan aku selalu memiliki Tuhan ku untuk bercerita juga mendengarkanku..
Terima kasih Tuhan.. Telah menyelamatkan jiwa ini dari rindu yang begitu berat..
Masa
Kamu tau pasti semua memiliki masa..
Hidup, sebuah hubungan, kepemilikan suatu barang atau hal lain yang ada di bumi.
Semua bermasa.. Cepat atau lambat semua akan hilang dan akan berganti dengan yang lain.
Seperti saat ini, aku yang merasa kehilangan mereka. Mereka yang biasa menemaniku dikala senang dan sedih, telah memiliki dan memilih jalannya.
Aku pun bermasa. Suatu rasa dari perasaan yang merasa cukup untuk hadir ditengah mereka yang sudah memilih jalannya sendiri.
Aku tau diri. Semua bermasa..
Aku yang hanya sendiri saat ini, berbagi suka dan duka bersama media sosial.
Salam hangat ku untuk mereka yang telah berhasil memilih masa nya.
I likes candle. Why? Even the fire looks so dangerous but it still usefull for light up the dark.