. Akhirnya kita memilih untuk bahagia meski tak ada kata kerja saling diantaranya, tak ada makna aku dan kamu yang tengah bahagia dalam ucapan selamat untuk kalian. Mulai dari pargraf ini kita berakhir menjadi pilihan terakhir masing-masing.
hello vonnie

祝日 / Permanent Vacation

if i look back, i am lost
YOU ARE THE REASON
No title available
Game of Thrones Daily
art blog(derogatory)
Monterey Bay Aquarium
cherry valley forever
TVSTRANGERTHINGS

⁂
Sade Olutola
dirt enthusiast

No title available
styofa doing anything
tumblr dot com

shark vs the universe
Show & Tell

Origami Around
sheepfilms
seen from Malaysia
seen from United States
seen from India
seen from United Kingdom
seen from Italy

seen from France
seen from Germany

seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Canada
seen from China

seen from United Kingdom
seen from Georgia

seen from United States

seen from Germany

seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from Italy
seen from Portugal
@coffeedrinkers
. Akhirnya kita memilih untuk bahagia meski tak ada kata kerja saling diantaranya, tak ada makna aku dan kamu yang tengah bahagia dalam ucapan selamat untuk kalian. Mulai dari pargraf ini kita berakhir menjadi pilihan terakhir masing-masing.
Hai, nona.
Yah, pada akhirnya kita sama-sama memilih untuk bahagia, mengubur mimpi untuk bersama, menjauhkan masing-masing kita untuk menjadi pilihan.
Jujur, ada perasaan lega dalam hati setelah melihat senyum bajagiamu.
Intinya, aku bahagia melihat kita yang memilih untuk bahagia meski tak bersama. Selamat bahagia nona. 😉
Bagaimana bisa kau merasa kehilangan pada sesuatu yang bukan milikmu?
Semoga Kamu Ada di Ujung Jalan
Seperti yang selama ini kuyakini, bila hidup bukan tentang pilihan, memang persimpangan-persimpangan itu akan datang tapi tak peduli jalan mana yang kita pilih selama itu dijalani dengan baik tak akan ada yang salah tidak perlu pusing memikirkan harus memilih yang mana. Ambil aja terserah, toh sama baiknya dan memang beberapa kali aku terapkan. Kalau ada pilihan-pilihan yang sama baiknya, aku tidak pernah berpikir panjang, kan sama-sama baik.
Tapi kali ini berbeda, aku sedang berada di persimpangan lagi. Sebelum menjumpai pilihan yang ada di depan mata ini, aku sempat bertemu denganmu di jalan sebelumnya. Kita berkenalan, berbicara sebentar, meyapa sesekali dan menumpuk beberapa harap. Kini, aku merasa ada yang keliru, pikiranku memberatkan sesuatu tapi aku tidak berani mengakuinya. Seperti kebanyakan manusia, sudah tahu salah masih saja mencari pembenaran.
Aku masih menimbang-nimbang,memulai pemikiran jalan mana yang sekiranya akan kau lalui juga,penasaran bagaimana jalan yang sedang kau lalui, apa yang kamu tuju. Yah aku sedikit buta arah kali ini bimbang akan kekhawatiran yang kubuat-buat sendiri, tapi aku mengakuinya. Aku hanya khawatir kamu tidak ada di jalan yang akan kupilih berikutnya. Kali ini aku membuat kesalahan sekalipun aku tahu jalan manapun yang aku pilih, sama baiknya. Ada atau tidak adanya dirimu di sana, sama baiknya.
Tapi aku berharap, kamu ada di jalan yang akan kupilih setelah ini, tapi aku juga tak mau diburu waktu.
Aah!! Harapan!!
Cerpen : Hujan Reda
Kudengar, seseorang yang bernama Hujan itu ternyata menyimpan perasaan kepada seorang. Kudengar itu dari sudut matanya, dari bagaima ia tengah asyik memandang matahari yang ia sembunyikan untuk dirinya sendiri dalam balutan kelabu dan sebagian orang namai mendung tapi bagiku ia tak sekelabu itu, justru ia tengah berbunga-bunga menikmati tenggelam jatuh cinta dengan caranya sendiri.
Hujan adalah seorang perempuan yang tidak pandai berbohong, tidak pandai menyembunyikan perasaannya namun ia juga bukan tipe orang yang mudah untuk memecah suasana, berkelit ia dengan pola pikirnya yang kolot. Baginya perempuan harus menunggu, tak patut ia menyapa terlebih dulu. ia pendam semua kekaguman itu dan tanpa ia sadari kini perasaannya kepada lelaki itu seperti matahari, terang benderang. Siapapun yang mengenal Hujan, sudah pasti mereka bisa menerka bila Hujan sedang jatuh hati pada seorang laki-laki.
Kurasa kini ia terlalu sering menuliskan perasaanya karna ia memang tak pandai dalam tegursapa, aku sering membacanya. Hujan yang begitu polosnya tentang cinta, seperti melihat kisah cinta anak SMA. Penuh liku, lebih banyak lucunya. Namun, aku tahu. Perasaan Hujan tidak bercanda, ia memang seperti itu adanya. Perempuan yang tidak pandai menyembunyikan perasaan. Bukankah banyak yang seperti Hujan?
Dan lelaki itu, adalah lelaki yang sial. Ia terlambat menangkap hujan yang turun begitu deras. ia terlalu nyaman dalam teduh, hingga tak menyadari di luar sana hujan tengah mengguyur riuh, hingga reda, ia keluar tetapi hujan telah tiada dan lelaki itu bertanya-tanya “seperti ada yang berbeda?”, ia bingung dengan sesuatu yang berubah di luar rumah tapi ia masih tak menyadari apa. Tanah yang basah, aroma yang berbeda, dan sejuknya suasana, dengan bodohnya ia bertanya “ada apa? apakah ada sesuatu yang salah?”.
Suatu hari, perasaan Hujan reda tak berbekas. Mengetahui jika perasaannya hanya turun tanpa arti ditempat yang salah, tempat yang tidak bisa menumbuhkan apapun kecuali pelajaran untuk dirinya sendiri, yah kini ia sudah tumbuh menjadi perempuan yang berbeda, tak ada yang sia-sia memang bahkan dalam urusan cinta, tak sesuai harapan bukanlah suatu kegagalan dan kini Hujan telah menjadi perempuan yang berhasil belajar dari kesalahan.
Di lain waktu aku bertemu dengan lelaki itu juga, di sebuah kedai buku. Melihatnya melipat-lipat halaman buku, seperti menemukan paragraf yang mewakili perasaannya. Sepertinya kini ia telah memahami tentang apa yang telah reda.
Hujan telah reda
Eligere
Orang selalu bilang hidup itu tentang pilihan, setiap orang memilih jalannya masing-masing, memilih caranya masing-masing tapi pernahkah seseorang memilih untuk gagal, memilih untuk tak pernah menjadi apa-apa?
Bila segala sesuatu itu memang tentang pilihan dan setiap orang akan memilih menu yang ditawarkan pramusaji, takdir yang ini sepertinya cocok buatku, aku memesan keluarga seperti ini dan aku memilih sekolah disini, aku memilih bekerja seperti ini. Tunggu yah kak, pesanannya akan segera diantar. Jawab si pramusaji. Lalu kita akan hanya menunggu dan menunggu hingga tak pernah dilahirkan, karena pilihan-pilihan itu memang tak pernah ada.
Kita tetap saja akan dilahirkan, dibesarkan oleh orang tua yang tak kita tunjuk, dengan cara yang tak kita pilih, lalu tiba-tiba saja dihadapkan pada keadaan yang tak selalu menyenangkan.
Jadi, masihkah ragu untuk memberi pemakluman bagi setiap kegagalan? Masihkah ragu berbagi empati untuk setiap sakit hati?
Hidup memang begini, kita memang memilih apa yang telah dipilihkan.
Apakah aku benar-benar pernah membuat ibuku bangga? Mulai dari tangis pertama lalu acara-acara kelulusan dan wisuda hingga gaji pertama. Apakah aku pernah membuat beliau bangga? Terkadang terbesit bila sebenarnya aku tak pernah benar-benar membuat ibuku bangga tapi beliau bangga akan pencapaiannya yang berhasil membawaku ke dalam tiap-tiap tahap itu.
Aku puisi penuh diksi ku
KITA~
Aku jatuh cinta padamu tanpa sempat bertanya mengapa.
Kita dalam kata
Entah berapa tahun sudah aku bersembunyi.
Merasakanmu dengan nyeri pada dada sebelah kiri.
Menjadikanmu kata dalam sajak dan serangkaian bait-bait puisi.
Tapi kini siapa lagi yang peduli, sajak dan puisi.
Orang-orang sibuk merangkai kata menjadi senjata, saling melukai dan menipu diri.
Tapi,
Aku tetap saja suka menggapaimu dalam kata, kata-kata yang mengisi kekosongan yang tak engkau tempati dalam harfiah kita.
Kata membawaku berlari seakan disitu ada kita.
Memaksaku lebih lama menahan diri, mengajariku cara jatuh cinta dengan tak mengucap apa-apa, memeberikanku pelarian tangisan tanpa air mata.
Semuanya akan baik-baik saja, aku akan jatuh dan bangkit lagi seperti yang sudah-sudah.
Hehehe memangnya apalagi yang bisa kuharapkan dari kita dalam kata?
Selalu ada saja tentangmu yang membuatku merasa baik-baik saja, hingga aku terjatuh pada kenyataan bahwa kita ini FIKSI
Cerpen : Damnant
Perasaan ingin memiliki tanpa tapi, menerima segala sesuatunya tanpa tanya. yah perasaan yang sangat menyiksa bila tak dapat untuk mengungkapkannya, hanya mampu untuk berpangku harap dan berakhir pada relung gelap.
Aku paham bagaimana alurnya jatuh cinta hanya dengan stereotype yang ditimbulkannya, entah bagaimana cara perasaan ini bekerja sehingga perasaan cinta hinggap dan entah mengapa pula perasaan ini patah dengan sebab yang entah, seolah-olah harap yang hinggap lenyap tak diterima. Aku mulai merasa bila terkadang semesta memang terlalu seru dalam bercanda.
Kau mulai mengingat kembali semua pengorbanan yang telah kau lakukan–dan mengharapkan balasan. Sampai-sampai, setiap doamu seolah mendikte Tuhan agar kau dan dia dipersatukan. Memohon sebegitunya untuk melipat apa yang disebut jarak, seolah kau dan dia dalam satu tanpa jedah ditengah kolotnya dunia, naif sekali kamu.
"Sayang"
Maaf tapi seorang pecundang yang tak mengerti kapan harus akhiri dunia mimpi tak pantas untuk kau tangisi.
Tentang kita dimasa lalu.
Aku tak tau ini akan terjadi lagi atau tidak tapi bertukar cerita dari sisi masing-masing tentang kita selalu jadi candu.
Tolong, tolong tunggu aku yang sekarang merasa tak pantas untuk dirimu
"C₁₀H₁₄N₂"
Seandainya orang-orang itu mengerti, terkadang manusia bersembunyi dari dunia, menunda pekerjaan, bukan karena ia tak mau tapi lebih ke arah ia belum siap, ia merasa kecil, ia butuh waktu lebih dalam persiapan atau mungkin menunggu kesempatan. Jadi tolong berhenti bertanya kapan kerja, kapan nikah dan sekarang kapan pulang. Semua pertanyaan itu menyedihkan dan itu bukan bentuk perhatian.
N : Lucu kan, jadi kita kenal uda lama banget. Tapi dia baru berani ngungkapin perasaannya kemarin. Ga nyangka aja sih aku, kalo dia nyimpen perasaannya selama ini.
T : Lebih lucu lagi kalo temen kecilmu suka sama kamu, walaupun ga dari kecil juga sih, dia sadar kalau secara ga sengaja selama ini dia uda suka sama kamu. Diam-diam dia pendam perasaannya karena takut kehilangan kalo diungkapin sekarang, takut bakalan jauh kalau patah ditengah jalan. Tapi dia lupa ada hal yang lebih serem daripada patah setelah perasaannya diungkapkan, sebelum dia berani ngungkapin perasaannya sebelum angannya itu berjalan perasaannya udah patah.
N : iya sih, untung aja dia ngungkapin perasaannya hehehe.
T : iya emang aku lebih lucu daripada dia kok.