Biggest regret in my life is where i choose to live with you
we're not kids anymore.
No title available

Product Placement
art blog(derogatory)
No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Kaledo Art

❣ Chile in a Photography ❣
will byers stan first human second

blake kathryn

Kiana Khansmith
taylor price
No title available
Misplaced Lens Cap
noise dept.
trying on a metaphor

Love Begins
Sweet Seals For You, Always
styofa doing anything
seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Greece

seen from France

seen from United States

seen from Belarus
seen from Türkiye

seen from United States

seen from Yemen

seen from Malaysia

seen from Colombia

seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Indonesia
@coretanss
Biggest regret in my life is where i choose to live with you
Semua orang pasti akan rindu untuk pulang ke rumahnya sendiri, dan tahukah kamu? Sebaik-baik rumah dan tempat pulang adalah hati dan perasaan yang tenang di dalamnya.
Pulanglah, kamu sudah terlalu lama berkelana mencari ketenangan, padahal ketenangan itu begitu dekat.
@jndmmsyhd
That's true, this is what I feel now.
“Semakin tua dirimu, menatap hujan tak lagi tentang kerinduan pada seseorang saja. Melainkan pada hari - hari yang telah lewat, masa muda yang terus berjalan, orang orang yang salah kamu percayai, teman - teman yang tak sengaja kamu lewati karena kesibukan. Mungkin isinya bukan soal penyesalan. Melainkan kerinduan, atas pilihan - pilihan yang tak kamu ambil, sebab waktu menunjukkan betapa mudanya dan cerobohnya dirimu untuk semua pilihan itu dahulu. Semakin tua dirimu, hujan tak turun rintik - rintik dan menimbulkan sendu di hati. Melainkan berangin, menyisakan dedaunan yang berantakan dan hawa lembab yang tak menyenangkan.”
—
Jangan datang
Tolong, hadirmu yang sering di mimpiku membuatku tak bisa melupakanmu. Membuatku terus mengingatmu bersama kenangan di masa lalu.
Menyesal
Ada rasa sesal dihatiku setelah memutuskan untuk pergi darimu
Entah kenapa hati ini ingin kembali padamu, tapi aku sudah terlanjur meninggalkan mu, terlanjur melepasmu demi orang lain.
Sungguh bodoh memang jika dipikir aku pada saat itu, menghindarimu, menyakitimu, mengingkarimu hingga rasanya sampai saat ini aku merasa benar benar bersalah.
Mungkinkah ini balasan untukku karena aku telah meninggalkan kamu yang tulus kepadaku demi orang lain yang sangat tidak lebih baik darimu.
Sejujurnya aku ingin kembali kepadamu, dengan cara kamu menghormati aku, menghargai aku, tidak kutemukan dalam orang yang sekarang aku pilih ini.
Hatiku menyesal, tapi aku tak bisa apa apa, aku sudah melangkah terlalu jauh sekarang, aku merasa tak pantas untuk memintamu kembali.
Sudah beberapa hari ini kamu datang ke pikiranku Entah apa mauku sekarang setelah dulu pernah menyakitimu lalu sekarang aku mengharapkanmu kembali Ahh sudahlah, Dasar aku, tak tau diri memang. https://www.instagram.com/p/B_RbwxdnrZ6/?igshid=cogn7bwaxi91
Rindu tapi tak berani untuk menyapa
Aku selalu bilang untuk love yourself sama orang lain, nyatanya aku malah yg tidak love myself, aku menyakiti diriku sendiri, aku mengkhianati diriku sendiri.
Bukan semuanya salahmu, salahku juga sudah mau denganmu
Hai sayang
Maafkan.. jika selama denganku tangismu menjadi sering
Jangan Jadikan Aku Istrimu, Jika..
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan bosan kamu berpaling pada perempuan lain.
Kamu harus tahu meski bosan mendengar suara dengkurmu, melihatmu begitu pulas. Wajah laki-laki lain yang terlihat begitu sempurnapun tak mengalihkan pandanganku dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu enggan hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun tengah malam. Sedang selama sembilan bulan aku harus selalu membawanya di perutku, membuat badanku pegal dan tak lagi bisa tidur sesukaku.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka dan sedih dan kamu lebih memilih teman perempuanmu untuk bercerita. Kamu harus tahu meski begitu banyak teman yang siap menampung curahan hatiku, padamu aku hanya ingin berbagi. Dan aku bukan hanya teman yang tidak bisa diajak bercerita sebagai seorang sahabat.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan menjatuhkan talak padaku. Kamu tahu betul, kita memang berbeda dan bukan persamaan yang menyatukan kita tapi komitmen bersama.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu memilih tamparan dan pukulan untuk memperingatkan kesalahanku. Sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kata-katamu yang lembut tapi berwibawa
Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu teman-temanmu. Sedang seharian aku sudah begitu lelah dengan cucian dan setrikaan yang menumpuk dan aku tidak sempat bahkan untuk menyisir rambutku.
Anak dan rumah bukan hanya kewajibanku, karena kamu menikahiku bukan untuk jadi pembantu tapi pendamping hidupmu. Dan jika boleh memilih, aku akan memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu akan tahu bagaimana rasanya.
Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti kamu lebih sering di kantor dan berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada meluangkan waktu bersama keluarga. Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku.
Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga karena kita tidak hidup untuk hari ini saja.
Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan memperkenalkanku sebagai istrimu. Meski aku bangga karena kamu memilihku tapi takkan kubiarkan kata-katamu menyakitiku.
Bagiku pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan, bukan hanya seseorang yang sedap dipandang mata. Tapi menyejukkan batin ketika dunia tak lagi ramah menyapa. Rupa adalah anugerah yang akan pudar terkikis waktu, dan pada saat itu kamu akan tahu kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.
Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang. Kamu tentunya tahu kalau kamu juga ikut andil besar dengan melarnya tubuhku. Karena aku tidak lagi punya waktu untuk diriku, sedang kamu selalu menyempatkan diri ketika teman-temanmu mengajakmu berpetualang.
Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih belum bisa menerima kekurangan dan kelebihanku. Sedang seiring waktu, kekurangan bukan semakin tipis tapi tambah nyata di hadapanmu dan kelebihanku mungkin akan mengikis kepercayaan dirimu.
Kamu harus tahu perut buncitmu tak sedikitpun mengurangi rasa cintaku, dan prestasimu membuatku bangga bukan justru terluka.
Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih ingin bersenang-senang dengan teman-temanmu dan beranggapan aku akan melarangmu bertemu mereka setelah kita menikah.
Kamu harus tahu akupun masih ingin menghabiskan waktu bersama teman-temanku, untuk sekedar ngobrol atau creambath di salon. Dan tak ingin apa yang disebut “kewajiban” membuatku terisolasi dari pergaulan, ketika aku semakin disibukkan dengan urusan rumah tangga.
Menikah bukan untuk menghapus identitas kita sebagai individu, tapi kita tahu kita harus selalu menghormati hak masing-masing tanpa melupakan kewajiban.
Jangan buru-buru menikahiku, jika saat ini kamu sungkan pada orang tuaku dan merasa tidak nyaman karena waktu semakin menunjukkan kekuasaannya. Bagiku hidup lebih dari angka yang kita sebut umur, aku tidak ingin menikah hanya karena kewajiban atau untuk menyenangkan keluargaku.
Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar di hidupku yang tidak ingin kusesali hanya karena terburu-buru.
Jangan buru-buru menikahiku, jika sampai saat ini kamu masih berpikir mencuci adalah pekerjaan perempuan. Aku tak akan keberatan membetulkan genting rumah, dan berubah menjadi satpam untuk melindungi anak-anak dan hartamu ketika kamu keluar kota.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir mempunyai lebih dari satu istri tidak menyalahi ajaran agama. Agama memang tidak melarangnya, tapi aku melarangmu menikahiku jika ternyata kamu hanya mengikuti egomu sebagai laki-laki yang tak bisa hidup dengan satu perempuan saja.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu dan rasa penasaran membuatmu enggan mengenalkanku pada teman-temanmu. Kamu harus tahu meski cintamu sudah kuperjuangkan, aku tidak akan ragu untuk meninggalkanmu.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir menikahiku akan menyempurnakan separuh akidahmu sedang kamu enggan menimba ilmu untuk itu. Ilmuku tak banyak untuk itu dan aku ingin kamu jadi imamku, seorang pemimpin yang tahu kemana membawa pengikutnya.
Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir bisa menduakan cinta. Kamu mungkin tak tahu seberapa besar aku mengagungkan sebuah cinta, tapi aku juga tidak akan menyakiti diriku sendiri jika cinta yang kupilih ternyata mengkhianatiku.
Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir aku mencari kesempurnaan. Aku bukan gadis naif yang menunggu sang pangeran datang dan membawaku ke istana.
Mimpi seperti itu terlalu menyesatkan, karena sempurna tidak akan pernah ada dalam kamus manusia dan aku bukan lagi seorang gadis yang mudah terpesona.
Jangan pernah berpikir menjadikanku sebagai istrimu, jika kamu belum tahu satu saja alasan kenapa aku harus menerimamu sebagai suamiku.
You're my night and i'm your morning
Kadang suka kesel sama orang yang suka nyepelin ke bodo amatan kita. Suka ngomong sembarangan gak sopan. Mereka mikirnya ah biarin dia mah gak baperan. Hello.. lu gak tau aja dalam hati sebenernya ingin marah ingin nangis, jangan mentang mentang gue diem aja lu jangan mikir gue gak kenapa kenapa. Sungguh sulit sekali untuk menahan supaya gue jangan marah, jangan nangis, jangan emosi.
“Deep in my heart I know I am a loner. I have tried to blend in with the world and be sociable, but the more people I meet the more disappointed I am. So, I’ve learned to enjoy myself, my family, and a few good friends.”
— Steven Aitchison (via naturaekos)
Kabar mu hanya sebatas whatsapp story
Berpura-pura itu sungguh menyakitkan, berpura-pura tidak peduli lagi padamu padahal ketahui lah aku ingin tau semua tentangmu, kabarmu hari ini hari kemarin dan apa rencanamu untuk esok.
Kuharap kau tak menyerah Berjuang denganku mungkin membuatmu lelah Namun, coba lihat aku siapa tau kau menemukan semangat disana. https://www.instagram.com/p/By0qWG1neEyHMyefgS9f3MK2g8jsn_7SzXwYPM0/?igshid=1eb3iyat4sepr