Tak semua bagian dari hidup kita harus diceritakan kepada orang lain, ada yang harus disimpan sendiri, ada yang harus dikisahkan, dan ada yang hanya bisa kita ceritakan pada seseorang yang istimewa bagi kita.
Dulu, belum terlalu mengerti mengapa harus memahami kalimat-kalimat ini, tapi seiring berjalannya waktu dan usia, barulah tahu, ternyata perjumpaan kita dengan banyaknya manusia, dan beragamnya latar belakang mereka, menjadikan kita harus waspada dan memilih kisah mana yang layak kita bagi kepada mereka.
Aku pernah berjumpa pada seorang yang introvert luar biasa, menutup dirinya dengan sangat-sangat menutup. Namun karena seringnya berjumpa, seringnya aku mengajaknya bicara dan terkadang ia menjadi teman yang mendengarkan semua kisahku, aku memang ekstrovert, mungkin bisa dibilang ekstrovert parah.
Pada satu titik, ia membuka sebagian kisah hidupnya, ia menangis...
Dan aku baru pertama kali melihatnya menangis sembari bercerita, dan aku akhirnya tahu mengapa ia begitu banyak diam. Bukan karena pahitnya luka masa lalu, atau sakitnya hidup di masa lampau. Tapi... ah, aku bingung menjelaskannya.
Dan kamu tahu, bisa jadi, seseorang yang terbiasa menjadi pendengar yang baik, ia juga butuh didengarkan kisahnya. Dan sesekali, seseorang yang terbiasa bercerita, ia harus menjadi pendengar yang baik, agar lebih arif dan bijaksana dalam mendengar dan berbicara.
@jndmmsyhd







