SEBUAH KONTEMPLASI: PILGUB BERSUASANA HARI PENUH CINTA
Pilgub DKI kali ini menurut saya begitu spesial. Mengapa? Sesederhana karena waktunya berdekatan dengan hari penuh cinta yang kita lebih familier dengan Valentine. Tapi selain juga karena di Pilgub DKI kali ini saya sudah tak lagi memilih ‘kucing dalam karung’. Saya tahu mana Cagub 2017 yang benar-benar cinta Jakarta dibalik segala perbedaan yang dimilikinya.
Bicara tentang cinta, kita semua tahu bahwa yang namanya cinta itu layak untuk diperjuangkan. Dibalik semua persamaan yang sesuai dengan kriteria kita, pasti ada perbedaannya. Tapi satu hal yang penting untuk diperhatikan saat memilih ‘cinta’, harusnya itu sesuai dengan pandangan hidup dasar kita. Misalnya: punya hobi yang sama, punya pemikiran yang sama tentang hidup dan kesamaan lain yang bila dibanding dengan perbedaan yang dimiliki, perbedaannya tidak lebih signifikan daripada persamaannya.
Lalu apa hubungannya cinta dengan Pilgub kali ini. Saya cuma mau memaparkan sebuah pemikiran sederhana saya. Agnes Monica memang pernah bilang ‘Cinta itu tidak ada Logika’ tapi sejujurnya itu tidak sepenuhnya benar. Coba kalian tanya saat memilih pasangan hidup, apakah Dia Anda pilih tanpa berdasarkan logika? Kalian mungkin saja tampak begitu berbeda tapi pasti dibalik perbedaan itu ada satu persamaan yang cuma Anda yang tahu. Atau dari semua pilihan yang ada (kalaupun di masa itu Anda punya banyak pilihan) Anda memilih satu yang sesuai dengan objektif hidup jangka panjang Anda.
Nah, dari sini jelas bukan? Bahwa siapa pun pilihan Anda, pastikan Anda memilih seseorang yang punya passion yang sama dengan Anda. Punya visi, pandangan hidup dan kecintaan yang sesuai. Dan satu hal yang tidak boleh terlupakan, orang ini harus tulus dengan segala hasrat dan kecintaannya itu. Bukan sekedar janji palsu, layaknya buaya darat sedang ngegombal ke Anda. Tapi orang yang bila setelah Anda memilih dia dan Anda berdua ‘mengikat janji’, Anda yakin dia bisa mewujudkan semua janji indah itu. Jadi dia gak cuma baik depan tapi juga jujur di belakang.
Di Hari Pilgub besok, semoga Anda memilih seseorang yang punya ‘cinta’ sesungguhnya dengan Jakarta. Peduli bukan karena faktor-faktor eksternal seperti uang, dia anak siapa, atau dia pernah punya kedudukan apa, tapi sesederhana karena Ia benar-benar punya cinta yang tulus untuk membangun kota ini. Orang yang bila Anda pilih, dia harus memberikan masa depan yang cerah dengan mempercayakan kota ini 5 tahun ke depan. Anda lebih sejahtera hidup di sini, orang-orang di sekitar Anda juga disejahterakan, hidup sosial Anda menjadi semakin baik tapi hidup personal Anda sekaligus juga meningkat kualitasnya.
Bila di masa lampau, Anda pernah salah memilih (baik pasangan hidup atau gubernur). Kali ini karena demi kepentingan 20 juta warga lainnya, ada baiknya Anda lebih bijaksana. Pilihlah seseorang yang bukan hanya ‘nampak baik’, tapi karena dari dalam hati Anda, Anda tahu bahwa orang ini adalah orang yang tepat untuk Anda percayakan bisa membawa hidup Anda dan kita bersama di Jakarta lebih baik.
Bukankah itu semua cara yang kita inginkan dalam memilih pasangan hidup? Untuk kali ini… Pastikan Jakarta mendapat ‘soulmate’ yang tepat. Karena bila Jakarta bisa hidup dengan pasangan yang tepat, niscaya itu bisa membuat setidaknya 90% tersenyum lebar (karena saya yakin masih akan ada sisanya yang harus nyinyir karena gak kebagian jatah preman).
Kitalah 90% itu. Kitalah penentu nasib kota tercinta ini. Jadi jangan hanya demi mewujudkan hal yang tampaknya baik, kebahagiaan Jakarta menjadi korbannya. Jakarta pun butuh kasih sayang yang tulus, sama dengan Anda. Jadi, Selamatkan Jakarta dan Selamat Hari Kasih Sayang untuk Anda semua.