“i was one thing, now i’m being another”
hello vonnie
untitled

izzy's playlists!

roma★

oozey mess
noise dept.
No title available
Noah Kahan
art blog(derogatory)

pixel skylines

@theartofmadeline
official daine visual archive
No title available
h

ellievsbear
ojovivo

❣ Chile in a Photography ❣
Game of Thrones Daily
Doug Jones
d e v o n
seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from Jordan
seen from Venezuela
seen from Ecuador

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Belgium

seen from Philippines

seen from Belgium
@cuteasbitch
“i was one thing, now i’m being another”
I'm the saddest song on your playlist you wouldn't repeat
UL
Kamis, 17 maret 2016 00.59 WITA
Hujanpun turun bersamaan dengan menetesnya air mataku di ujung pelipis mata. Aku yang terbaring mulai larut dalam tangisanku. Entah mengapa malam ini tak ada rasa kantuk yang seharusnya kurasakan sejam yang lalu. Titik-titik hujan bagaikan musik lembut yang menemani malamku. Pikiranku jauh ke arah sana. Tertuju kepada lelaki yang kemarin aku temui. Tak ada yang tak beres sampai malam itu. Malam dimana dia mengecup bibirku di tempat gelap dengan hanya seberkas cahaya dari lampu kuning redup di pinggiran jalan sana. Lelaki yang kudambakan semenjak pertama kali aku mengenalnya. Aku sadar akan hal bodoh ini. Dia adalah lelaki playboy yang memiliki kekasih. Dada ku makin terasa sesak seraya membaca dia sedang asyik melontarkan kata-kata manis kepada seorang gadis dan dengan sadar dia tau bahwa aku pasti membacanya. "Dasar bodoh" sesekali aku memukulkan ibu jariku ke layar handphone yang aku genggam. Terlarut dalam emosi dan kesedihan. Aku mengusap air mata yang mulai berhenti menetes. Beribu pertanyaan muncul dalam benakku. Pikiranku mulai kacau. Akupun beranjak dari tempat tidur menuju laci tepat di hadapanku. Tak ragu aku mengambil beberapa pil dari plastik lalu meneguknya dengan air teh yang sudah kusediakan sejak tadi. Kembali ke tempat tidur lalu aku memejamkan mata berharap esok ingatanku tentangnya lenyap. 01.29