Minggu di sepanjang jalan satu arah pusat kota terasa membosankan. Langit abu-abu cenderung hitam berkolaborasi dengan sial. Bagaimana bisa, mulai dari konter smartphone di timur dan barat jalan, dealer motor keluaran jepang, minimarket merah biru, hingga toko jam yang berderet-deret memutar lagu yang sama. Mau menolak mendengarkan telanjur masuk kuping, lebih parahnya sudah merasuk dalam pikiran. Bodohnya, setelah sampai rumah, saya membuka aplikasi pemutar musik online, mencari lagu tersebut, menyetel dan mengulanginya. Beberapa saat kemudian seseorang datang berkunjung dan berkata "Mas, kalau mau masuk rumah, ketok pintu dan ucapkan salam, bukan menyanyikan Mahalini". Tersadar dari lamunan sampai mengamati keadaan sekitar dan spontan menjawab pernyataan tersebut "Maaf, saya lupa naruh kuncinya".
Nganjuk, 19 Februari 2023







