Alhamdulillah, masih diberi kesehat dan kekuatan..
$LAYYYTER
cherry valley forever

⁂
No title available
DEAR READER
we're not kids anymore.

祝日 / Permanent Vacation
Xuebing Du
Not today Justin
Game of Thrones Daily
h

No title available
Cosimo Galluzzi

izzy's playlists!

@theartofmadeline

Product Placement
Three Goblin Art
hello vonnie
macklin celebrini has autism
NASA
seen from Iraq
seen from United States
seen from Chile

seen from United Kingdom
seen from Bolivia

seen from Türkiye

seen from Germany

seen from United States

seen from Netherlands

seen from India
seen from United States
seen from Algeria
seen from Türkiye

seen from Bulgaria
seen from United States
seen from France

seen from Germany

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Türkiye
@danapradana32
Alhamdulillah, masih diberi kesehat dan kekuatan..
Minggu pagi, 5 April 2020 - melawan mager!
Sabtu pagi, 4 April 2020
Semesta kadang memberimu kesini agar kau berjalan kesana.
Yang Sudah Pasti Ada = HARI INI, Sekarang..
Tentang jodoh, ah, ini sangat sensitif. Ada yang beranggapan bahwa suami dan istri, pasangan yang telah dinikahi, adalah jodoh. Ada pula yang berpendapat, jodoh tak selalu menyatu.
“Jatuh cinta itu takdir. Menikah itu nasib,” begitu kira-kira celoteh Sujiwo Tejo, dalang edan yang kini telah menjelma selebritas di dunia maya. Tapi, faktanya, pertanyaan paling abadi adalah, ”Kapan nikah?”
Seolah, menikah itu satu-satunya jalan menuju kebahagiaan. Padahal, belum tentu, ternyata.
Mereka yang telah mempunyai pasangan, yang mengunggah potret-potret kemesraannya ke media sosial justru dianggap sedang menutupi ketidakmesraannya di dunia nyata. Seseorang yang menulis puisi-puisi murung ditengarai tak senang hidupnya.
Kita menjadi makhluk amfibi yang hidup di dua dunia. Yakni dunia nyata dan dunia maya. Padahal kehidupan di dunia nyata saja fana, apalagi kehidupan di dunia maya. Tapi, kita menikmati itu. Kita suka menjadi akun.
Sejak memasuki era dunia dalam genggaman, kita gemar menghabiskan waktu lebih lama di depan layar gawai. Berkumpul pun tak menjamin kita saling menatap mata ketika berbicara. Mahfum saja, kita juga sedang sibuk berbincang dengan seseorang atau sekelompok orang di seberang, di ruang percakapan digital atau linimasa.
Teknologi komunikasi berhasil mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Kita berevolusi menjadi makhluk sosial yang sekaligus antisosial.
Namun ada yang ternyata tak pernah bisa ada dalam genggaman. Ia adalah waktu. Waktu adalah anugerah Allah yang tidak dapat dipegang. Sekali datang, seketika pergi.
Tiap kali tiba, waktu selalu tiba-tiba. Namun, waktu tidak pernah terlambat. Ia selalu tepat, dan oleh karena itulah kita sebut tepat waktu.
"AT THOYYIBUNA LITH THOYYIBAT WATH THOYYIBATU LITH THOYYIBIN"
Semesta pun bersaksi, disaat dia jatuh di dasar manapun itu: saya hadir
Dan mungkin dia baru sadar, bahwa saya selalu ada!
Tetap tenang dan tersenyum. Masalah tak perlu diumbar. Dunia belum tentu bersimpati
Karena pada waktunya, dunia hanya perlu tahu kalau tanpa dia saya hebat
Raga kami sudah semakin berjarak. Semoga hati kami juga
Segera daeng
Bertemu dengan orang baik. Kemudian jatuh cinta kepadanya? Tapi takdir hanya mengantarkanmu pada perasaan itu, tidak pernah lebih jauh lagi
Siklus monoton yang tidak diharapkan daeng
Syukurilah pelajaran yang kita download dari masa lalu, syukurilah apa yang bisa kita lakukan hari ini. Lalu bekerjalah dalam tenaga dari harapan baikmu hari ini daeng
Jika itu Dia, kesan pertama itu diendapkan. Selebihnya uji dia dengan pergaulan
Karena berinteraksi adalah cara pembeda kelas sesungguhnya daeng