Berawal dari pertanyaan “Kamu besok ada kegiatan gak?” pada Jumat malamnya. “Gak ada, mau kemana emang?” Lalu berakhir dengan jawaban yang membingungkan… “Gatau mau kemana, yang penting sama kamu” Oke then! Dan selama berjam-jam berdebat (alay) yang akhirnya pilihan jatuh kepada
Desa Pabangbon, Ciampea, Bogor
Nekat banget sih, kita sama-sama gatau medannya kaya gimana gatau bakal semenarik apa. Pokoknya benar-benar tanpa ekspektasi apapun. Nekat juga sih kalo bilang pengen cari sunrise di suatu tempat yang gatau kaya gimana.
Kira-kira kaya gini nih setapak yang kita lalui waktu itu
Gak begitu jauh kok kalo dari IPB Dramaga~~
Yap! Karena ceritanya mau cari sunrise akhirnya kita ber-inisiatif untuk bangun jam 3 subuh (udah kaya mau sahur aja) dan berangkat pada jam 4 subuh. Untungnya, malam hari sebelumnya kita beli roti dulu tuh buat ngeganjal perut yang keroncongan di pagi buta. Udah kaya mau piknik jauh aja (LOL).
Jalan yang kita lalui saat itu udah yaaa gak kaya jalan pedesaan yang blusukan banget lah. Udah aspal, beberapa lokasi ada jalan yang berlubang-lubang dan gak ekstrem banget lah. Mostly mulusssss… mungkin karena desa pariwisata kali yaaa, jadi udah dibikin akomodasi yang mudah untuk dilalui. Hampir mendekati wilayah desa nya, lumayan sepi dan mulai jarang-jarang tuh rumahnya. Agak ngeriii sih, apalagi subuh-subuh. Tapi pas kita balik paginya ternyata itu sawah-sawah dan udara nya segerrr banget. Asli deh, gabakal nyesel kesana pagi-pagi buta.
Sampailah kita di Desa Pabangbon. Tapiii eh tapiii, kita gatau wisata mana yang mau kita kunjungi… Sempat juga mengalami sedikit nyasar akibat percaya sama g-maps (HMM, jangan ditiru). Kita kesana pas banget sama hari ulangtahunnya Desa Pabangbon (Sabtu, 3 Maret 2018). Jadi untungnya, banyak rame-rame yang lagi pasang tratak untuk pagi harinya. Jam 5 pagi, kita shalat subuh terlebih dahulu. Karena gak begitu exited sama acara dangdutan dan sinden-sinden an jadi gak kita abadikan (OK, thats the wrong choice that we choose)…
Akhirnya, perjalanan kita dilanjut dengan jalan kaki ke panorama yang kita tuju. Dari mulai gelap gulita dan masih ada bulannya!
Yesh! Hingga terang dan agak fail karena gak dapet sunrise yang dicari. Menurut arah mata angin, pemandangan diatas menghadap ke arah selatan. Jadi kita gak dapet sunrise nyaaa 😂😂😂
OK, akhirnya kita menunggu wahana yang disajikan gak dibuka-buka sesuai waktunya. Alhasil, otak kriminal kita jalan…
Yaaa, sekali-sekali gapapa lah~
Hampir ketangkep basah sama penjaga wahana yang lainnya.
Really, perlu dicoba sekali-sekali 😋. Kalo gak karena kita, juga gak akan dibuka kan. Yaaa rejeki nya keburu dipatok ayam kalo kesiangan kan~
OK, skip it! Karena kita masuk pagi buta dan belum ada penjaga gerbang dan penjaga wahana nya. Alhasil, kita tidak mengeluarkan sepeser uang pun untuk masuk ke “Wisata Alam PAPA” namanya. Tapi, kita keluar parkiran dengan mengeluarkan uang goceng (a.k.a Rp 5K)…
Karena bingung mau kemana lagi, akhirnya kita mencoba ke tempat yang sempat kesasar subuhnya. Ada wisata yang entah emang belum jadi atau lagi mangkrak pembuatannya. Jadi, kita iseng masuk ke tempat wisata tersebut. Dibolehin juga kok, sama warga sekitar yang kita temui lagi parkir deket situ juga (LOL).
Apa yang kita dapat dengan 0 rupiah disana??
Segitu aja ya ceritanya 😊
Congratulations! (If you know what i mean) 😋