Jodoh dan usia, gimana sih korelasinya?
itu termasuk pertanyaan yang sedang ku pertanyakan (ya iyalah kan aku yg nulis itu pertanyaan di kalimat pertama lgi :-D )*maaf kadang agak gaje, hihihi
tentang jodoh dan usia, tentunya jadi hal yang dipertanyakan banget sama kaum senasib aku,,, singlelillah sekaligus jomblo fii sabilillah yang sudah lumayan berumur. Upsss
kenapa aku bilang single and jomblo? karena katanya single berkaitan dengan status di ktp, kalo jomblo status di mana yaa? katanya sih klo jomblo berarti jangankan pasangan halal, pasangan belum halal aja belum punya. haha
sebagai jomblo dan single di usia yang lumayan ini, kadang agak risau sama pandangan orang2. meskipun orang disekitarku bukan tipe-tipe yang nanyain “kamu kapan?” atau “kapan nikah?” -soalnya belum ditanya juga ekspresi aku udah nyeremin- tetep aja kadang aku merasa orang punya pandangan agak gimana gitu, semacam bertanya-tanya “belum laku?” gitu kali yaa.
padahal secara personal aku ga ada masalah sama ke-single-an dan ke-jomblo-an aku... *yaa mau gimana lagi kan yaa? haha
di satu sisi aku sebenernya suka banget atau istilahnya menikmati banget masa-masa sendiri ini. masa yang ga akan terulang. dan masa yang ku percaya akan kurindukan nantinya. selain itu, agak kurang siap juga menjalani kehidupan yang bukan single lagi.. agak takut membayangkan keluar dari zona nyaman ini.
di sisi lain, yang membuatku terfikir mengenai “berkeluarga” tak lain dan tak bukan adalan USIA. hehe. aku sadar aku sudah di usia pantas, dan sudah semestinya memikirkan tahap kehidupanku yang selanjutnya. selain itu juga karena kebanyakan teman nongkrong udah ga bisa diajak nongkrong karena eh karena sibuk dengan keluarga kecilnya...
Namun, bagiku yang sudah berumur cukup untuk berkeluarga ini, hehe... ketika belum kutemukan si calon imam, bukankah lebih baik kunikmati dulu masa-masa ini. tentang usia? ah kuyakin Allah sudah menentukan waktu yang tepat untukku.
bukankan lebih baik fokus menjalani masa atau keadaan yang kuhadapi sekarang dengan penuh syukur dan ridha, dibanding memikirkan dan merisaukan sesuatu yang memang belum menjadi takdirku.
hanya harapan bertemu orang yang tepat, di waktu yang tepat, dan dengan cara yang tepat yang selalu kupanjatkan.