Kita
8 tahun aku bersamamu melewati derasnya tetesan air mata dan indahnya sinar bahagia ulas senyum di muka. Merasakan semua dalam mayanya dunia aku dan kamu. Kita.
Perlahan aku menghitung hari yg telah terlalui, begitu bias. Tak ada tujuan hanya sebuah kenangan yang terbuat oleh kenyataan yang dinikmati dengan lepas. Kita bahagia.
Masa depan yang selalu ku tanyakan dan yang selalu kau sodorkan dengan keindahan sebuah perjuangan. Aku belum merasakan kenafsuan atas harapan di masa depan dengan sejuta urat dan usaha yang saling mendampingi satu sama lain. Kita bahagia dulu.
Entah tantangan atau peringatan yang akan terjadi nanti. Aku pikir kita akan kembali sendiri lagi. Semoga kita mampu mempertahankan diri tanpa mengurangi semua ambisi mimpi hingga kita bertemu nanti. Kita bahagia dulu kini.












