Karena Dia adalah sebaik-baik penyimpan rahasia, yang tak pernah membiarkanku sendiri, ia selalu sedekat urat nadi :') ❤myAllah
KIROKAZE

titsay

Origami Around
Peter Solarz
Game of Thrones Daily
d e v o n

oozey mess
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
art blog(derogatory)
trying on a metaphor
TVSTRANGERTHINGS
Claire Keane

ellievsbear
Lint Roller? I Barely Know Her
AnasAbdin
NASA

Discoholic 🪩
h
No title available
i don't do bad sauce passes
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Brazil
seen from Qatar
seen from United States
seen from Germany

seen from Japan
seen from United States
seen from Singapore
seen from Portugal
seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from Maldives

seen from Singapore

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Guatemala
seen from United States

seen from United States
@ditaarka-blog
Karena Dia adalah sebaik-baik penyimpan rahasia, yang tak pernah membiarkanku sendiri, ia selalu sedekat urat nadi :') ❤myAllah
@Regrann from @fiqihwanita_ - Kata "Almarhum" cukup familiar bagi telinga orang Indonesia ketika menyebut nama orang yang sdh meninggal. Biasanya yg disematkan sebutan ini adalah orang dekat yg pernah hidup bersama. Kata "Almarhum" ini tidak banyak dipakai di negara2 lain, khususnya di jazirah Arab. Kata ini, juga jarang/tidak pernah digunakan oleh para ulama di masa lalu. Almarhum adlh bentuk maf'ul dari rahima-yarhamu, yg artinya mengasihi. Berarti maksud ucapan Almarhum adlh orang yg dikasihi atau dirahmati oleh Allah. Kata Almarhum yang berbentuk kalimah isim mengandung makna memastikan, yaitu orang tsbt pasti dirahmati oleh Allah, karenanya dia pasti masuk surga. Dalam timbangan akidah Islam, kita tdk dibolehkan memastikan seseorang sebagai ahli surga kecuali berdasarkan nash. Kita juga tidak boleh menyatakan seseorang tertentu benar2 dirahmati dan diampuni dosanya oleh Allah, kecuali dgn ketrangan dari Al Qur'an dan sunnah Rasulillah shallallahu 'alaihi wasallam. Hanya saja kita berharap bahwa orang beriman yg telah berbuat baik& meninggalkan perbuatan buruk dirahmati oleh Allah, diampuni dosanya, dan dimasukkan ke dalam surga. Sebaliknya, trhdp orang kafir yang mati di atas kekafiran, kita nyatakan sebagai ahli neraka. . Namun dlm realitanya, banyak kita dengarkan orang dengan mudahnya menyematkan gelar atau sebutan "Almarhum" kepada orang yg meninggal. Lebih parah lagi, gelar atau sebutan ini disematkan kpd orang kafir yg meninggal di atas kekafiran. . Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang sebutan "Almarhum" bagi orang meninggal, dan berikut ini jawaban beliau: Dalam masalah ini kata2 yg dibenarkan adalah ghafarallahu lahu (semoga Allah mengampuninya) atau rahimahullah (semoga Allah merahmatinya)' dan ucapan semisal itu bila dia (orang yg meninggal dunia tersebut) seorang Muslim. Kata al-maghfur lahu atau al-marhum tidak boleh digunakan karena mengandung makna bersaksi trhdp orang tertentu bahwa dia ahli surga, ahli neraka atau lainnya, kecuali orang yang memang sudah dipersaksikan oleh Allah dgn hal itu dalam Kitab-Nya yang mulia atau orang yang telah dipersaksikan oleh RasulNya shallallahu 'alaihi wassalam 👇
Satu hal yang harus engkau ingat, bahwa penafsiran orang lain tentang dirimu takkan memberi pengaruh apapun tentang siapa dirimu disisi Allah. Pujian manusia itu semu. Bila mereka cinta, mereka akan menghiasi dirimu dengan sejuta sanjungan. Namun bila mereka benci, mereka akan membuatmu lebih buruk dari apa yang ada dalam benakmu. Lelah dan selalu berujung sepi, itulah akhir kisah dari mereka yang menjadikan ridho manusia sebagai obsesi hidupnya.
“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah gulanaan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukahri)
فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلا تَقْهَرْ Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. (Adh-Dhuha: 9) Yakni sebagaimana Rasulullah dahulu seorang yang yatim, lalu Allah melindunginya, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim. Yakni janganlah kamu menghina, membentak, dan merendahkannya; tetapi perlakukanlah dia dengan baik, dan kasihanilah dia. Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa jadilah engkau terhadap anak yatim sebagai seorang ayah/ibu/Saudara yang penyayang.
Jalan dakwah bukanlah jalan yang dipenuhi dengan kemudahan sehingga dapat dilalui dengan mudah. Tetapi ini adalah jalan yang sulit dan penuh dengan fitnah. Dakwah adalah jalan yang sulit penuh dengan perangkap dan cobaan. Oleh karena itu, diperlukan ketahanan internal yang kuat, karena dakwah merupakan jalan yang panjang. Bisa jadi, seorang aktivis dakwah tidak akan pernah merasakan “buah” perjuangannya di dunia ini karena singkatnya umur manusia tidak sebanding dengan panjangnya cita-cita yang dibawa dalam misi dakwah. tetapi, dibalik semua kesabaran dalam menghadapi cobaan, dibalik kesabaran menghadapi fitnah dan dibalik kesabaran atas kelelahan karena berjuang dalam waktu yang panjang. Allah swt telah menyiapkan balasan yang setimpal. Yaitu, surga dan seisinya: “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (At-Taubah: 111) Tidak mudah untuk bertahan di jalan dakwah, karena itulah Allah swt telah menyiapkan balasan yang besar bagi siapa saja yang dengan tulus ikhlas tetap istiqamah berjuang dijalan Allah. Allah swt telah menyiapkan surga untuk mereka yang dengan ikhlas menginfaqkan harta dan jiwanya dijalan Allah. Taken📷 by @ginta_gn (di Bogor, Indonesia)
Find Allah Find yourself Then Come find me 😊 (di Purwakarta Istimewa)
Dakwah itu sepeti ini... Semakin melangkah k depan, makan semakin kita hanya melihat kekuasaan Allah, yang gemulai di depan mata. . Maka mata hanya akan membelalak, bibir akan kaku, hati akan bergetar, tubuh akan merinding, hingga yang mampu dikatakan hanyalah puji-pujian atas Kebesaran Allah. Ingin berdakwah, berarti ingin menapaki kisah keluarga Yasir ra. Ingin berdakwah, berarti ingin mencicipi kisah heroik Thalhah bin Ubaidillah ra. Ingin berdakwah, berarti ingin melihat bentangan pinta dikala sepi malam membuat kita tetap terjaga. Ingin berdakwah, berarti ingin mulia bersama Baginda Muhammad Saw. (di Purwakarta)
“Sesungguhnya orang-orang yang durhaka itu, adalah mereka menertawakan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Muthaffifin 83 : 29)
Kau benar, Adalah aku, pendosa yang sering mengulangi kesalahan Adalah aku, pendosa yang berusaha berhijrah tetapi terlihat sama saja. Adalah aku, pendosa yang tak lain dan tak bukan adalah seorang manusia biasa yang bernafsu. . Mungkin bagimu, Aku tak pantas menyebarkan ilmu yang kuketahui karena aku adalah seorang pendosa Tapi, Bolehkah aku bertanya? Di dunia ini, manusia mana yang tak berdosa? Manusia mana yang suci dari dosa hingga dia pantas berdakwah? Yang kuketahui, hanya Rasulullah lah yang maksum (terpelihara dari dosa). Bila sudah demikian, tentulah, aku, kamu, dia, dan kalian pasti seorang pendosa. Lalu siapa yang akan berdakwah jika seorang pendosa tak diperbolehkan menyebarkan ilmunya? . Dakwah dibutuhkan oleh mereka yang baik, untuk menjaga dan meningkatkan kebaikannya. Sedangkan mereka yang belum baik, lebih membutuhkan dakwah, supaya bisa menjadi cambuk, sekaligus pengingat bagi dirinya untuk berubah menjadi lebih baik lagi. . Mungkin perubahannya tak akan nampak nyata sekejap mata. Karena dia butuh waktu, merangkak, melawan nafsu, dan membuang kebiasaannya yang telah sangat biasa dia lakukan. (di Purwakarta)
Tidak semua ucapan orang lain itu harus didengarkan. Terlebih jika itu hanya prasangka, kesimpulan, apalagi penilaian sepihak dari orang yang kenal juga tidak dengan kita, apalagi memahami kita . Lebih baik fokus terus memperbaiki diri. Jika menganggu kita, ambil jalan aman dengan menjaga jarak, atau bila perlu bangun benteng kokoh dari orang-orang itu . Dunia ini akan benar-benar gelap gulita jika semua ucapan orang dimasukkan ke dalam hati. . so jangan sedih😊 anggap saja omongan orang itu sebagai penyemangat untukmu. (di Purwakarta)
Janganlah engkau merasa senang dengan banyaknya teman, selama mereka bukan orang yang baik-baik. Sebab, kedudukan teman seperti api. Sedikitnya adalah kenikmatan, sedangkan banyaknya adalah kebinasaan. (Ali bin Abi Thalib) (di Bogor, Indonesia)
Perkenalkan, aku si calon mayit, yang diturunkan ke muka bumi semata mata hanya untuk menjalankan perintah sebagai bekal hari hisab kelak. Si hamba yang sukar bersyukur. Si hamba yang lalai beribadah. Si hamba yang fakir ilmu. Si hamba yang terlalu sering meminta dan mengeluh. Tetapi berharap sangat menjadi salah satu penghuni surga. . Dunia dan Akhirat bagiku itu.... . Dunia, Dunia itu fana. Dunia itu persinggahan. Dunia itu rintangan. Bagi siapa? Bagi mereka yang merindukan surga hingga mati matian berjuang selama berada didunia untuk beribadah dan beramal. Dan bisa pula dunia itu segalanya. Bagi siapa? Bagi mereka yang benar benar lupa akan adanya akhir dari semua. . Akhirat, Dimana tempatnya? Kapan kesana? Jawaban nya, apa sudah siap? Itu jawabannya. jangan angkuhkan setiap amalan yang dilakukan. Takutnya Allah murka. Jangan sombongkan yang dimiliki. Karena semua milik Allah. Semua hal akan ditanggung jawab kan di akhir nanti. Semua. Yaa semua. Hai diri! Jangan lupakan perjalanan mu. . Ingatlah tujuanmu diciptakan. dilahirkan. Dibesarkan. Hingga akhirnya engkau akan kembali. Perhitungkan kembali jalanmu. Apa sudah lurus? Jangan lalai dalam persinggahan. Karena persinggahan hanya menetap sementara. Syariat itu tidak keras, tetapi hatimu lah yang keras untuk mengikuti syariat. (di Purwakarta)
✳Kala dakwah mengajari ku✳ . Ketika dulu aku tak mengerti siapa dan untuk apa aku ada, Dakwah mengajariku menjadi seseorang yg hidup untuk orang lain. Ketika dulu aku merasa lemah pada hidupku, Dakwah mengajariku bagaimana berjuang hingga menjadikan ku sosok yg kuat. Ketika dulu aku selalu menggugat Allah atas takdir ku, Dakwah mengajariku menjadi hamba yg ikhlas terhadap setiap ketentuanNya. Ketika aku selalu tergesa2 mengejar apa yg ku mau, Dakwah mengajariku tentang ketekunan dan kesabaran menanti kemenangan. Ketika dulu aku hanya bermimpi kecil dan selalu berpikir apa adanya, Dakwah mengajariku untuk berani bermimpi besar dan membuat sebanyak mungkin. Ketika dulu aku hanya hidup untuk sendiri, Dakwah mengajariku untuk bisa peduli dan peka pada keadaan orang lain. Ketika dulu aku tak bisa menerima keburukan orang lain atasku, Dakwah mengajariku untuk membalas keburukan dengan kebaikan. Ketika dulu aku merasa tak punya siapapun yg menolongku, Dakwah mengajariku tentang keyakinan bahwa Allah itu akan selalu ada untuk hamba-Nya . Ketika dulu aku tak bisa menyentuh hati manusia, Dakwah mengajariku tentang bahasa hati. . Yaa, Dakwah telah mengajariku banyak hal. Dakwah telah menempaku menjadi sosok yg lebih berarti untuk hidup yg hanya sekali. Dakwah mengajariku tentang cinta sejati. Dakwah mengajariku tentang kekuatan agar aku tak menjadi manusia yg mudah menyerah. Dakwah mengajariku menjadikan sesuatu yg tidak mungkin menjadi mungkin. Dakwah mengajariku tentang sebuah keikhlasan. Dakwah mengajariku agar senyumku selalu tersebar dimana saja meski hatiku sedang mendung. Dan dakwah telah mengajariku bagaimana menjadikan dunia ini ada dalam genggaman tanganku, bukan pada hatiku. Hingga ketika Allah memberiku kesedihan, aku tahu bagaimana caranya tersenyum lagi.😊 Dan, Jalan dakwah ini yg ku pilih... 😘 (di Purwakarta)
“… Mereka awalnya menyerang negeri Islam yang lemah satu persatu. Lalu mereka naik tingkat menyerang negeri Islam yang memiliki kekuatan menengah. Ketika semuanya telah lemah, maka mereka tinggal menyerang secara bersama-sama negeri Islam yang kuat. Itulah mengapa penting untuk mewujudkan persatuan di antara ummat Islam. Umat Islam bisa bangkit dengan Khilafah, dan Khilafah pasti akan tegak karena itu janji Allah”. (Dr. Zakir Naik) ▪ Ceramah Dr. Zakir Naik di Grand Hotel Universal Bandung pada Sabtu 1 April 2017 membuat kita sadar bahwasanya masa depan ada di tangan Islam, yakni Khilafah pasti akan tegak karena itu janji Allah. ▪ #masirahpanjirasulullah #indonesiamoveup #islamrahmatanlilalamin #pawaipanjirasulullah #benderaislam #hizbuttahrir #purwakarta (di Purwakarta)
Hijrah itu ibarat mengendarai motor di jalan yang amat berliku nan jauh. Untuk sampai pada yang dituju, tidak akan semulus perkiraan karena dalam perjalanan itu akan kita temui begitu banyak hambatan. #hamasah (di Purwakarta)
Panji Rasulullah saw berwarna hitam, berbentuk segi empat dan terbuat dari kain wol (HR. Tirmidzi) . #masirahpanjirasulullah #indonesiamoveup #islamrahmatanlilalamin #pawaipanjirasulullah (di UPI Kampus Purwakarta)